<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangunan Kebahagiaan Ridwan Kamil, Mengubah Beijing Jadi Lebih Manusiawi   </title><description>Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) merupakan arsitek kelas dunia. Karyanya tersebar di berbagai negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/16/525/1337256/bangunan-kebahagiaan-ridwan-kamil-mengubah-beijing-jadi-lebih-manusiawi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/16/525/1337256/bangunan-kebahagiaan-ridwan-kamil-mengubah-beijing-jadi-lebih-manusiawi"/><item><title>Bangunan Kebahagiaan Ridwan Kamil, Mengubah Beijing Jadi Lebih Manusiawi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/16/525/1337256/bangunan-kebahagiaan-ridwan-kamil-mengubah-beijing-jadi-lebih-manusiawi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/16/525/1337256/bangunan-kebahagiaan-ridwan-kamil-mengubah-beijing-jadi-lebih-manusiawi</guid><pubDate>Rabu 16 Maret 2016 11:38 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/16/525/1337256/bangunan-kebahagiaan-ridwan-kamil-mengubah-beijing-jadi-lebih-manusiawi-PlDWG9ygle.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Foto: Oris/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/16/525/1337256/bangunan-kebahagiaan-ridwan-kamil-mengubah-beijing-jadi-lebih-manusiawi-PlDWG9ygle.jpg</image><title>Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Foto: Oris/Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) merupakan arsitek kelas dunia. Karyanya tersebar di berbagai negara. Hal itu memiliki sisi prestisius tersendiri baginya sebagai arsitek.
Beberapa karya rancangan Emil di antaranya Marina Bay Waterfront di Singapura, Ras Al Kaimah di Uni Emirat Arab, Suzhou Retail Waterfront di China, dan Masjid Beijing Islamic Centre.
Di dalam negeri, Emil juga merancang arsitektur bangunan indah, di antaranya Masjid Agung Sumatera Barat, Masjid Cibubur, Masjid Al Irsyad di Kota Baru Parahyangan, Medan Focal Point, Museum Taufik Hidayat, serta rumah botol yang jadi tempat tinggalnya.
Karya-karya Emil dengan mudah bisa dicari di dunia maya. Bahkan sudah banyak pemberitaan soal karya alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut. Dari sekian banyak karya di dalam dan luar negeri, ada satu yang paling memuaskannya, yaitu di Beijing, China.
&quot;Ada namanya Beijing Finance Street Super Block. Itu sudah jadi 100 persen. Itu desain 2003 dan selesai 2008,&quot; ujar Emil, Rabu (16/3/2016).
Yang membuatnya merasa puas adalah dikarenakan bangunan tersebut benar-benar sesuai harapannya. &quot;Bahagianya tarikan tangan saya yang bangunannya melengkung, yang bergerigi. Itu di lapangan jadi,&quot; ungkapnya.
Secara umum, di bagian tengahnya Beijing Finance Street Super Block terdapat ruang terbuka hijau. Bahkan area parkir tidak terlihat di permukaan.
&amp;nbsp;&quot;Saya mengubah Kota Beijing menjadi lebih manusiawi dengan mengurangi  parkir di depan gedung. Di dunia arsitektur, seperti itu terobosan  besar sehingga parkirnya enggak kelihatan dari jalan, hanya kelihatan  trotoar saja. Kebahagian saya itu,&quot; tutur Emil.
Dijelaskannya, ia memenangkan sayembara tersebut mewakili perusahaan  di Hongkong untuk desain tersebut. Ia pun memimpin proyek itu dan  akhirnya benar-benar terwujud.
Sementara setelah memiliki berbagai karya di dalam dan luar negeri,  apa karya Emil setelah menjadi orang nomor satu di Kota Bandung? Ia  merancang berbagai fasilitas publik. Tapi hal itu belum membuatnya  bahagia. Sebab ia belum membuat karya arsitektur yang luar biasa.
Karena itulah ia menggagas pembangunan Bandung Technopolis yang  merupakan konsep kawasan terpadu di Gedebage. Di sana akan ada  perumahan, industri keratif, pusat bisnis, apartemen, ruko, pusat  perbelanjaan, hingga pusat pemerintahan.
Desain arsitekturnya dibuat seindah mungkin dibarengi kecanggihan  fasilitasnya. Kawasan itu akan jadi wujud Kota Bandung yang canggih  tetapi ramah lingkungan. &quot;Saya lagi buat Bandung Technopolis, cuma  memang lama saja prosesnya,&quot; cetusnya.
Hal yang membuatnya sulit mewujudkan Bandung Tecnopolis adalah  persoalan anggaran. Sebab, untuk mewujudkannya dibutuhkan anggaran  sangat besar. Tapi hal itu akan diupayakan terwujud agar ia punya karya  monumental sebagai Wali Kota Bandung. &quot;Kebahagiaan saya akan sama  seperti Beijing Finance Street kalau Bandung Technopolis jadi,&quot; tandas  Emil.</description><content:encoded>BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) merupakan arsitek kelas dunia. Karyanya tersebar di berbagai negara. Hal itu memiliki sisi prestisius tersendiri baginya sebagai arsitek.
Beberapa karya rancangan Emil di antaranya Marina Bay Waterfront di Singapura, Ras Al Kaimah di Uni Emirat Arab, Suzhou Retail Waterfront di China, dan Masjid Beijing Islamic Centre.
Di dalam negeri, Emil juga merancang arsitektur bangunan indah, di antaranya Masjid Agung Sumatera Barat, Masjid Cibubur, Masjid Al Irsyad di Kota Baru Parahyangan, Medan Focal Point, Museum Taufik Hidayat, serta rumah botol yang jadi tempat tinggalnya.
Karya-karya Emil dengan mudah bisa dicari di dunia maya. Bahkan sudah banyak pemberitaan soal karya alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut. Dari sekian banyak karya di dalam dan luar negeri, ada satu yang paling memuaskannya, yaitu di Beijing, China.
&quot;Ada namanya Beijing Finance Street Super Block. Itu sudah jadi 100 persen. Itu desain 2003 dan selesai 2008,&quot; ujar Emil, Rabu (16/3/2016).
Yang membuatnya merasa puas adalah dikarenakan bangunan tersebut benar-benar sesuai harapannya. &quot;Bahagianya tarikan tangan saya yang bangunannya melengkung, yang bergerigi. Itu di lapangan jadi,&quot; ungkapnya.
Secara umum, di bagian tengahnya Beijing Finance Street Super Block terdapat ruang terbuka hijau. Bahkan area parkir tidak terlihat di permukaan.
&amp;nbsp;&quot;Saya mengubah Kota Beijing menjadi lebih manusiawi dengan mengurangi  parkir di depan gedung. Di dunia arsitektur, seperti itu terobosan  besar sehingga parkirnya enggak kelihatan dari jalan, hanya kelihatan  trotoar saja. Kebahagian saya itu,&quot; tutur Emil.
Dijelaskannya, ia memenangkan sayembara tersebut mewakili perusahaan  di Hongkong untuk desain tersebut. Ia pun memimpin proyek itu dan  akhirnya benar-benar terwujud.
Sementara setelah memiliki berbagai karya di dalam dan luar negeri,  apa karya Emil setelah menjadi orang nomor satu di Kota Bandung? Ia  merancang berbagai fasilitas publik. Tapi hal itu belum membuatnya  bahagia. Sebab ia belum membuat karya arsitektur yang luar biasa.
Karena itulah ia menggagas pembangunan Bandung Technopolis yang  merupakan konsep kawasan terpadu di Gedebage. Di sana akan ada  perumahan, industri keratif, pusat bisnis, apartemen, ruko, pusat  perbelanjaan, hingga pusat pemerintahan.
Desain arsitekturnya dibuat seindah mungkin dibarengi kecanggihan  fasilitasnya. Kawasan itu akan jadi wujud Kota Bandung yang canggih  tetapi ramah lingkungan. &quot;Saya lagi buat Bandung Technopolis, cuma  memang lama saja prosesnya,&quot; cetusnya.
Hal yang membuatnya sulit mewujudkan Bandung Tecnopolis adalah  persoalan anggaran. Sebab, untuk mewujudkannya dibutuhkan anggaran  sangat besar. Tapi hal itu akan diupayakan terwujud agar ia punya karya  monumental sebagai Wali Kota Bandung. &quot;Kebahagiaan saya akan sama  seperti Beijing Finance Street kalau Bandung Technopolis jadi,&quot; tandas  Emil.</content:encoded></item></channel></rss>
