<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom Istanbul Tanda ISIS Incar Turki</title><description>Bom Istanbul dinilai sebagai tanda ISIS mulai mengincar Turki</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/21/18/1341365/bom-istanbul-tanda-isis-incar-turki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/21/18/1341365/bom-istanbul-tanda-isis-incar-turki"/><item><title>Bom Istanbul Tanda ISIS Incar Turki</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/21/18/1341365/bom-istanbul-tanda-isis-incar-turki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/21/18/1341365/bom-istanbul-tanda-isis-incar-turki</guid><pubDate>Senin 21 Maret 2016 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/21/18/1341365/bom-istanbul-tanda-isis-incar-turki-QUrylyXOx3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lokasi Bom Istanbul di kawasan Istiklal Caddesi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/21/18/1341365/bom-istanbul-tanda-isis-incar-turki-QUrylyXOx3.jpg</image><title>Lokasi Bom Istanbul di kawasan Istiklal Caddesi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Turki kembali diguncang bom pada Sabtu 19 Maret di kawasan yang terkenal dengan wisata belanja, Istiklal Caddesi. Sedikitnya lima orang tewas dan 36 lainnya luka-luka. Menteri Dalam Negeri Efken Ala mengonfirmasi bahwa pelaku adalah militan yang terkait ISIS.
Pengamat politik internasional Arya Sandhiyudha mengatakan serangkaian bom yang terjadi di Turki akhir-akhir ini tidak terlepas dari dinamika kawasan. Arya mengatakan bahwa kelompok ISIS yang menjadikan Suriah sebagai basis melakukan penetrasi melalui bagian tenggara Turki
&amp;ldquo;Indikasi terkuat dari pelaku bom ini terkait dengan ISIS yang mulai mengincar Turki setelah sukses menjadi salah satu kelompok dengan wilayah kendali terluas di Suriah,&amp;rdquo; ujar kandidat Doktor Fatih Universitas Istanbul itu kepada Okezone, Senin (21/3/2016).
Arya berharap Presiden RI Joko Widodo juga pemimpin-pemimpin dunia mendukung Turki dalam melawan terorisme. Sebagai satu-satunya negara yang berbatasan dengan Suriah dan Irak yang menjadi basis ISIS, Turki berada di garis terdepan dalam membendung ISIS.
&amp;ldquo;Dukungannya mesti serius, karena mereka berada di garis terdepan. Kalau Turki gagal, luapan permasalahannya akan ke Eropa dan kawasan lainnya,&amp;rdquo; tandas pria yang aktif di Komisi I DPR RI itu.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Turki kembali diguncang bom pada Sabtu 19 Maret di kawasan yang terkenal dengan wisata belanja, Istiklal Caddesi. Sedikitnya lima orang tewas dan 36 lainnya luka-luka. Menteri Dalam Negeri Efken Ala mengonfirmasi bahwa pelaku adalah militan yang terkait ISIS.
Pengamat politik internasional Arya Sandhiyudha mengatakan serangkaian bom yang terjadi di Turki akhir-akhir ini tidak terlepas dari dinamika kawasan. Arya mengatakan bahwa kelompok ISIS yang menjadikan Suriah sebagai basis melakukan penetrasi melalui bagian tenggara Turki
&amp;ldquo;Indikasi terkuat dari pelaku bom ini terkait dengan ISIS yang mulai mengincar Turki setelah sukses menjadi salah satu kelompok dengan wilayah kendali terluas di Suriah,&amp;rdquo; ujar kandidat Doktor Fatih Universitas Istanbul itu kepada Okezone, Senin (21/3/2016).
Arya berharap Presiden RI Joko Widodo juga pemimpin-pemimpin dunia mendukung Turki dalam melawan terorisme. Sebagai satu-satunya negara yang berbatasan dengan Suriah dan Irak yang menjadi basis ISIS, Turki berada di garis terdepan dalam membendung ISIS.
&amp;ldquo;Dukungannya mesti serius, karena mereka berada di garis terdepan. Kalau Turki gagal, luapan permasalahannya akan ke Eropa dan kawasan lainnya,&amp;rdquo; tandas pria yang aktif di Komisi I DPR RI itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
