<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prostitusi Rusak Citra Demak sebagai Kota Wali</title><description>Mendesak aparatur pemerintah untuk bersikap tegas dalam menegakkan aturan</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/21/512/1341562/prostitusi-rusak-citra-demak-sebagai-kota-wali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/21/512/1341562/prostitusi-rusak-citra-demak-sebagai-kota-wali"/><item><title>Prostitusi Rusak Citra Demak sebagai Kota Wali</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/21/512/1341562/prostitusi-rusak-citra-demak-sebagai-kota-wali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/21/512/1341562/prostitusi-rusak-citra-demak-sebagai-kota-wali</guid><pubDate>Senin 21 Maret 2016 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/21/512/1341562/prostitusi-rusak-citra-demak-sebagai-kota-wali-8RUeBS4OCq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/21/512/1341562/prostitusi-rusak-citra-demak-sebagai-kota-wali-8RUeBS4OCq.jpg</image><title>Foto ilustrasi (Okezone)</title></images><description>DEMAK - Maraknya prostitusi terselubung di Kabupaten Demak, Jawa Tengah dianggap dapat merusak kota tersebut yang dikenal sebagai Kota Wali.
&quot;Ini sebuah ironi yang tak hanya merusak citra Demak sebagai Kota Wali. Makanya kami mengimbau baik di DPRD, MUI, para ulama serta tokoh masyarakat untuk amar makruf nahi mungkar (mengajak untuk kebaikan dan mencegah keburukan),&quot; kata Ketua Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD), Muhammad Rifai, Senin (21/3/2016).
Ia juga mendesak aparatur pemerintah untuk bersikap tegas dalam menegakkan aturan. Apalagi, kata dia, tempat-tempat hiburan di Demak belum memiliki aturan yang jelas alias ilegal.
&quot;Keberadaan tempat hiburan di Kabupaten Demak legalitasnya tidak ada karena tidak ada izin dari pemkab. Akan tetapi, pemkab tidak berani berbuat apa-apa. Mereka sekadar janji-janji untuk menegakan aturan tapi tidak pernah terlaksana,&quot; tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, di kawasan Stasiun Brumbung Mranggen, bisnis esek-esek tumbuh subur. Di lokasi ini tak membutuhkan tempat yang layak, para pelakunya biasa dilakukannya di sawah.
&quot;Di sini, biasanya mulai setelah Maghrib, nanti sudah ramai (para PSK). Tempatnya ya biasa di pinggir-pinggir sawah. Paling pakai alas plastik atau tikar ketika kencan,&quot; kata seorang warga, Mat Kirin.
Pria berusia 60 tahun itu menuturkan, setidaknya terdapat 30 pekerja seks komersial yang tiap hari menjajakan diri di lingkungan Stasiun Brumbung. Tarif yang dipatok PSK tersebut terbilang sangat murah, yakni mulai Rp25 ribu setiap kali kencan.

</description><content:encoded>DEMAK - Maraknya prostitusi terselubung di Kabupaten Demak, Jawa Tengah dianggap dapat merusak kota tersebut yang dikenal sebagai Kota Wali.
&quot;Ini sebuah ironi yang tak hanya merusak citra Demak sebagai Kota Wali. Makanya kami mengimbau baik di DPRD, MUI, para ulama serta tokoh masyarakat untuk amar makruf nahi mungkar (mengajak untuk kebaikan dan mencegah keburukan),&quot; kata Ketua Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD), Muhammad Rifai, Senin (21/3/2016).
Ia juga mendesak aparatur pemerintah untuk bersikap tegas dalam menegakkan aturan. Apalagi, kata dia, tempat-tempat hiburan di Demak belum memiliki aturan yang jelas alias ilegal.
&quot;Keberadaan tempat hiburan di Kabupaten Demak legalitasnya tidak ada karena tidak ada izin dari pemkab. Akan tetapi, pemkab tidak berani berbuat apa-apa. Mereka sekadar janji-janji untuk menegakan aturan tapi tidak pernah terlaksana,&quot; tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, di kawasan Stasiun Brumbung Mranggen, bisnis esek-esek tumbuh subur. Di lokasi ini tak membutuhkan tempat yang layak, para pelakunya biasa dilakukannya di sawah.
&quot;Di sini, biasanya mulai setelah Maghrib, nanti sudah ramai (para PSK). Tempatnya ya biasa di pinggir-pinggir sawah. Paling pakai alas plastik atau tikar ketika kencan,&quot; kata seorang warga, Mat Kirin.
Pria berusia 60 tahun itu menuturkan, setidaknya terdapat 30 pekerja seks komersial yang tiap hari menjajakan diri di lingkungan Stasiun Brumbung. Tarif yang dipatok PSK tersebut terbilang sangat murah, yakni mulai Rp25 ribu setiap kali kencan.

</content:encoded></item></channel></rss>
