<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buru Santoso Cs, Polisi Sweeping Tempat Rahasia</title><description>Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan pihaknya akan melakukan sweeping di beberapa tempat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/23/337/1344301/buru-santoso-cs-polisi-sweeping-tempat-rahasia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/23/337/1344301/buru-santoso-cs-polisi-sweeping-tempat-rahasia"/><item><title>Buru Santoso Cs, Polisi Sweeping Tempat Rahasia</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/23/337/1344301/buru-santoso-cs-polisi-sweeping-tempat-rahasia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/23/337/1344301/buru-santoso-cs-polisi-sweeping-tempat-rahasia</guid><pubDate>Rabu 23 Maret 2016 22:43 WIB</pubDate><dc:creator>Regina Fiardini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/23/337/1344301/buru-santoso-cs-polisi-sweeping-tempat-rahasia-dkMFzHEonr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/23/337/1344301/buru-santoso-cs-polisi-sweeping-tempat-rahasia-dkMFzHEonr.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti</title></images><description>JAKARTA - Jalur masuk teroris menuju ke Indonesia sudah diketahui, salah satunya seperti yang dilakukan warga negara asing (WNA) asal suku Uighur.

Atas hal tersebut, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan pihaknya akan melakukan sweeping di beberapa tempat.

Diketahui Polda Sulawesi Tengah sebelumnya mengungkap rute perjalanan warga negara asing (WNA) asal Suku Uighur, Xinjiang, China hingga bisa tiba di Poso. Kelompok tersebut ditengarai  masuk ke Indonesia melalui Bangkok, Malaysia, Riau, Puncak, Sulawesi Selatan, dan berakhir di Sulawesi Tengah.

&quot;Ya kan masuknya secara ilegal, kalau secara ilegal ya sulit. Oleh karena itu sebetulnya yang harus dilakukan sweeping di beberapa tempat rahasia,&quot; kata Badrodin saat mengunjungi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Badrodin mengaku, pihaknya juga sudah menemukan keberadaan keluarga Santoso di Poso, maka terjadi kontak tembak. Sayangnya, dari kontak tersebut masih ada beberapa diantara mereka yang lolos.

&quot;Dari kontak tembak tersebut kan ada yang lolos apakah termasuk Santoso atau hanya pengikutnya, ini masih menunggu perkembangan. Masih kita lakukan pengejaran,&quot; tambahnya.

Diketahui, pemburuan terhadap teroris pimpinan Santoso hingga kini tak kunjung selesai, padahal polisi sudah beberapa kali mengganti nama operasi yang mereka lakukan. Lantas, apakah kendalanya?

&quot;Kendala masalah geografis saja. Yang penting kita sudah tahu posisinya maka bisa terjadi kontak tembak,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Jalur masuk teroris menuju ke Indonesia sudah diketahui, salah satunya seperti yang dilakukan warga negara asing (WNA) asal suku Uighur.

Atas hal tersebut, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan pihaknya akan melakukan sweeping di beberapa tempat.

Diketahui Polda Sulawesi Tengah sebelumnya mengungkap rute perjalanan warga negara asing (WNA) asal Suku Uighur, Xinjiang, China hingga bisa tiba di Poso. Kelompok tersebut ditengarai  masuk ke Indonesia melalui Bangkok, Malaysia, Riau, Puncak, Sulawesi Selatan, dan berakhir di Sulawesi Tengah.

&quot;Ya kan masuknya secara ilegal, kalau secara ilegal ya sulit. Oleh karena itu sebetulnya yang harus dilakukan sweeping di beberapa tempat rahasia,&quot; kata Badrodin saat mengunjungi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Badrodin mengaku, pihaknya juga sudah menemukan keberadaan keluarga Santoso di Poso, maka terjadi kontak tembak. Sayangnya, dari kontak tersebut masih ada beberapa diantara mereka yang lolos.

&quot;Dari kontak tembak tersebut kan ada yang lolos apakah termasuk Santoso atau hanya pengikutnya, ini masih menunggu perkembangan. Masih kita lakukan pengejaran,&quot; tambahnya.

Diketahui, pemburuan terhadap teroris pimpinan Santoso hingga kini tak kunjung selesai, padahal polisi sudah beberapa kali mengganti nama operasi yang mereka lakukan. Lantas, apakah kendalanya?

&quot;Kendala masalah geografis saja. Yang penting kita sudah tahu posisinya maka bisa terjadi kontak tembak,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
