<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Terus Dalami Dugaan Keterlibatan Ahok di Korupsi Sumber Waras</title><description>KPK masih membutuhkan bukti tambahan dan keterangan dari  para saksi untuk mengetahui apakah ada keterlibatan Ahok didalamnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/23/338/1344121/kpk-terus-dalami-dugaan-keterlibatan-ahok-di-korupsi-sumber-waras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/23/338/1344121/kpk-terus-dalami-dugaan-keterlibatan-ahok-di-korupsi-sumber-waras"/><item><title>KPK Terus Dalami Dugaan Keterlibatan Ahok di Korupsi Sumber Waras</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/23/338/1344121/kpk-terus-dalami-dugaan-keterlibatan-ahok-di-korupsi-sumber-waras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/23/338/1344121/kpk-terus-dalami-dugaan-keterlibatan-ahok-di-korupsi-sumber-waras</guid><pubDate>Rabu 23 Maret 2016 18:50 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/23/338/1344121/kpk-terus-dalami-dugaan-keterlibatan-ahok-di-korupsi-sumber-waras-apUTRXQoHq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/23/338/1344121/kpk-terus-dalami-dugaan-keterlibatan-ahok-di-korupsi-sumber-waras-apUTRXQoHq.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diduga terlibat dalam kasus korupsi Rumah Sakit Sumber Waras. Hal tersebut berdasarkan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan adanya penyelewengan pembelian lahan untuk pembangunan rumah sakit  seluas 3,7 hektare.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya masih mendalami dan membutuhkan bukti tambahan dari para saksi untuk mengetahui apakah ada keterlibatan Ahok di dalamnya.
&quot;Sumber Waras kita masih pelajari, itu bukan kita diamkan jadi kita pelajari mudah-mudahan dalam waktu dekat ada perkembangan. Bukan berarti kita mendiamkan itu,&quot; ujar Agus saat menghadiri diskusi bertajuk Arah Pemberantasan Korupsi, di Auditorium Gedung Sindo, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2016).

Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan ini juga masih mendalami temuan BPK terkait perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar RS Sumber Waras yakni di Jalan Tomang Raya dengan lahan rumah sakit itu di Jalan Kyai Tapa, dimana ditemukan kerugian negara sekira Rp191 miliar.
&quot;Temuan BPK itu masih diselidiki oleh teman-teman. Tapi itu masih berjalan. Karena banyak orang yang perlu kita panggil, jadi kita tidak mempunyai batas waktu (penyidikan),&quot; pungkasnya.Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD melaporkan Ahok ke KPK soal kasus  RS Sumber Waras. Laporan tersebut merujuk pada paparan anggota BPK  beberapa waktu lalu yang menemukan penyelewengan pembelian lahan untuk  pembangunan rumah sakit itu seluas 3,7 hektare.
BPK menemukan perbedaan harga NJOP pada lahan di sekitar RS Sumber  Waras yakni di Jalan Tomang Raya dengan lahan rumah sakit itu di Jalan  Kyai Tapa. BPK menaksir kerugian negara sebanyak Rp 191 miliar. Dalam  laporannya, BPK meminta Ahok untuk membatalkan pembelian.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diduga terlibat dalam kasus korupsi Rumah Sakit Sumber Waras. Hal tersebut berdasarkan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan adanya penyelewengan pembelian lahan untuk pembangunan rumah sakit  seluas 3,7 hektare.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya masih mendalami dan membutuhkan bukti tambahan dari para saksi untuk mengetahui apakah ada keterlibatan Ahok di dalamnya.
&quot;Sumber Waras kita masih pelajari, itu bukan kita diamkan jadi kita pelajari mudah-mudahan dalam waktu dekat ada perkembangan. Bukan berarti kita mendiamkan itu,&quot; ujar Agus saat menghadiri diskusi bertajuk Arah Pemberantasan Korupsi, di Auditorium Gedung Sindo, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2016).

Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan ini juga masih mendalami temuan BPK terkait perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar RS Sumber Waras yakni di Jalan Tomang Raya dengan lahan rumah sakit itu di Jalan Kyai Tapa, dimana ditemukan kerugian negara sekira Rp191 miliar.
&quot;Temuan BPK itu masih diselidiki oleh teman-teman. Tapi itu masih berjalan. Karena banyak orang yang perlu kita panggil, jadi kita tidak mempunyai batas waktu (penyidikan),&quot; pungkasnya.Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD melaporkan Ahok ke KPK soal kasus  RS Sumber Waras. Laporan tersebut merujuk pada paparan anggota BPK  beberapa waktu lalu yang menemukan penyelewengan pembelian lahan untuk  pembangunan rumah sakit itu seluas 3,7 hektare.
BPK menemukan perbedaan harga NJOP pada lahan di sekitar RS Sumber  Waras yakni di Jalan Tomang Raya dengan lahan rumah sakit itu di Jalan  Kyai Tapa. BPK menaksir kerugian negara sebanyak Rp 191 miliar. Dalam  laporannya, BPK meminta Ahok untuk membatalkan pembelian.</content:encoded></item></channel></rss>
