<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raja Tayan Protes Nama Jembatan yang Diresmikan Presiden Jokowi</title><description>Presiden RI Joko Widodo telah meresmikan Jembatan Tayan yang berada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/23/340/1343518/raja-tayan-protes-nama-jembatan-yang-diresmikan-presiden-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/23/340/1343518/raja-tayan-protes-nama-jembatan-yang-diresmikan-presiden-jokowi"/><item><title>Raja Tayan Protes Nama Jembatan yang Diresmikan Presiden Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/23/340/1343518/raja-tayan-protes-nama-jembatan-yang-diresmikan-presiden-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/23/340/1343518/raja-tayan-protes-nama-jembatan-yang-diresmikan-presiden-jokowi</guid><pubDate>Rabu 23 Maret 2016 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Prihatini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/23/340/1343518/raja-tayan-protes-nama-jembatan-yang-diresmikan-presiden-jokowi-hBMXSg4suV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Biro Pers Kepresidenan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/23/340/1343518/raja-tayan-protes-nama-jembatan-yang-diresmikan-presiden-jokowi-hBMXSg4suV.jpg</image><title>foto: Biro Pers Kepresidenan</title></images><description>PONTIANAK - Presiden RI Joko Widodo telah meresmikan Jembatan Tayan yang berada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat kemarin. Gubernur Kalbar, Cornelis mengajukan nama &quot;Pak Kasih&quot; sebagai nama jembatan yang menghubungkan dua kabupaten di Kalbar, sekaligus penghubung seluruh provinsi yang ada di Kalimantan.

Namun sayangnya, pemberian nama &quot;Pak Kasih&quot; ini membuat kecewa Raja Tayan, Gusti Yusri karena sama sekali tidak melibatkan kerajaan Tayan dalam pemberian nama tersebut.

&quot;Saya sangat kecewa karena penamaan ini bukan dari warga asli Tayan karena jembatan ada di Tayan. Selain juga karena kami tidak diajak berunding untuk nama jembatan,&quot; ungkapnya kepada Okezone, Rabu (23/03/2016).

Menurutnya, ia selaku Raja Tayan sebelum jembatan diresmikan telah mengajukan nama untuk jembatan tersebut. &quot;Sudah saya sampaikan dengan surat tertulis ke Gubernur untuk nama yaitu dari nama Raja Tayan pertama dan istrinya, yaitu Gusti Lekar Cipriuk,&quot; jelasnya.

Gusti Yusri bahkan mengaku kaget saat Gubernur mengajukan nama untuk jembatan Tayan di depan Jokowi dan disetujui oleh Presiden. &quot;Sangat kecewa karena pengajuan nama yang tidak sesuai dengan keberadaan di mana jembatan ini berada. Sementara kami sudah mengajukan nama untuk jembatan,&quot; katanya.

Mengapa memilih nama dengan menggunakan nama Raja Tayan, dikatakan Gusti Yusri, ini dikarenakan Raja Tayan pertamalah yang mendirikan serta membangun Kabupaten Tayan untuk pertama kalinya. &quot;Selain raja pertama juga di Tayan ini ada raja yang menjadi korban Jepang yang bisa juga digunakan untuk nama jembatan,&quot; tuturnya.

Untuk itu, Gusti Yusri berharap Presiden Joko Widodo mau mempertimbangkan kembali nama dari jembatan Tayan ini agar seluruh masyarakat Tayan tidak kecewa karena penamaan jembatan bukan berasal dari Tayan sendiri.

&quot;Saya berharap Gubernur dan Presiden mau mempertimbangkan kembali nama jembatan Tayan ini,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>PONTIANAK - Presiden RI Joko Widodo telah meresmikan Jembatan Tayan yang berada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat kemarin. Gubernur Kalbar, Cornelis mengajukan nama &quot;Pak Kasih&quot; sebagai nama jembatan yang menghubungkan dua kabupaten di Kalbar, sekaligus penghubung seluruh provinsi yang ada di Kalimantan.

Namun sayangnya, pemberian nama &quot;Pak Kasih&quot; ini membuat kecewa Raja Tayan, Gusti Yusri karena sama sekali tidak melibatkan kerajaan Tayan dalam pemberian nama tersebut.

&quot;Saya sangat kecewa karena penamaan ini bukan dari warga asli Tayan karena jembatan ada di Tayan. Selain juga karena kami tidak diajak berunding untuk nama jembatan,&quot; ungkapnya kepada Okezone, Rabu (23/03/2016).

Menurutnya, ia selaku Raja Tayan sebelum jembatan diresmikan telah mengajukan nama untuk jembatan tersebut. &quot;Sudah saya sampaikan dengan surat tertulis ke Gubernur untuk nama yaitu dari nama Raja Tayan pertama dan istrinya, yaitu Gusti Lekar Cipriuk,&quot; jelasnya.

Gusti Yusri bahkan mengaku kaget saat Gubernur mengajukan nama untuk jembatan Tayan di depan Jokowi dan disetujui oleh Presiden. &quot;Sangat kecewa karena pengajuan nama yang tidak sesuai dengan keberadaan di mana jembatan ini berada. Sementara kami sudah mengajukan nama untuk jembatan,&quot; katanya.

Mengapa memilih nama dengan menggunakan nama Raja Tayan, dikatakan Gusti Yusri, ini dikarenakan Raja Tayan pertamalah yang mendirikan serta membangun Kabupaten Tayan untuk pertama kalinya. &quot;Selain raja pertama juga di Tayan ini ada raja yang menjadi korban Jepang yang bisa juga digunakan untuk nama jembatan,&quot; tuturnya.

Untuk itu, Gusti Yusri berharap Presiden Joko Widodo mau mempertimbangkan kembali nama dari jembatan Tayan ini agar seluruh masyarakat Tayan tidak kecewa karena penamaan jembatan bukan berasal dari Tayan sendiri.

&quot;Saya berharap Gubernur dan Presiden mau mempertimbangkan kembali nama jembatan Tayan ini,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
