<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lima Negara yang Paling Menderita Akibat Terorisme</title><description>Korban terbanyak terorisme pada 2015 terjadi di Paris. Namun negara dengan dampak terorisme terbesar bukan di Eropa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/24/18/1344459/lima-negara-yang-paling-menderita-akibat-terorisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/24/18/1344459/lima-negara-yang-paling-menderita-akibat-terorisme"/><item><title>Lima Negara yang Paling Menderita Akibat Terorisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/24/18/1344459/lima-negara-yang-paling-menderita-akibat-terorisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/24/18/1344459/lima-negara-yang-paling-menderita-akibat-terorisme</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2016 09:06 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/24/18/1344459/lima-negara-yang-paling-menderita-akibat-terorisme-04HwnmbgJ1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Negara rawan perang. (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/24/18/1344459/lima-negara-yang-paling-menderita-akibat-terorisme-04HwnmbgJ1.jpg</image><title>Ilustrasi. Negara rawan perang. (Foto: Getty Images)</title></images><description>BELGIA bukan satu-satunya negara di dunia yang menderita akibat serangan terorisme. Demikian faktanya, tanpa mengurangi rasa hormat atas jumlah korban dan duka mendalam yang baru saja dirasakan oleh para keluarga yang ditingggalkan.
Jika diukur berdasarkan jumlah korban, lama serangan dan intensitas kegiatan militan dan pertumbuhan ekstremismenya, negara-negara di Eropa bukanlah yang paling menderita.
Sebagaimana akan diulas Okezone, lima negara di bawah ini menduduki peringkat tertinggi sebagai negara yang paling menderita akibat serangkaian terorisme menurut Indeks Terorisme Global (GTI) 2015.
5. Suriah
Meski banyak serangan terorisme berpusat di negara pimpinan Presiden Bashar al Assad ini, faktanya Indeks Terorisme Global 2015 menempatkan Suriah sebagai negara kelima yang paling terdampak teror.
Dengan perolehan indeks pada poin 8,11, warga Suriah terbilang paling menderita dilihat dari sederet fakta, antara lain adanya markas terbesar ISIS di Kota Raqqa, perebutan kekuasaan antara ISIS dan pasukan pemerintah, serta pasukan pemerintah versus pemberontak Rezim Assad.
Belum terhitung penggempuran besar-besaran pasukan koalisi anti teror pimpinan Amerika Serikat ke Suriah, terjunnya rudal-rudal dari pesawat tempur Rusia. Ditambah dengan penyiksaan dan penumpasan etnis Yazidi besar-besaran di negara Timur Tengah itu. Para perempuan dijadikan budak seks, sementara anak laki-laki direkrut menjadi pelaku bom bunuh diri.
Ledakan dan suara tembakan bagai makanan sehari-hari, menyebabkan ratusan ribu penduduk asli mengungsi ke Eropa dan sejumlah negara terdekat lain, yang bisa mereka capai.4. Pakistan
Mengaku sebagai negara yang sudah berhasil memukul mundur bibit  terorisme dan ekstremismenya, Pakistan menduduki posisi keempat dari 50  negara yang dinilai GTI sebagai negara paling menderita akibat  terorisme.
Pergerakan kelompok Taliban menjadi faktor utama serangan teror di  negara Asia Selatan ini. Terhitung sejak pertama kali menancapkan  cakarnya pada 2007, lebih dari 2000 orang tewas dan kebanyakan dari  mereka adalah penduduk sipil.
Terakhir, beredar kabar ISIS pun mulai melebarkan sayapnya ke negara  yang baru saja merayakan kemerdekaan ke-69 atas penjajahan Inggris ini.  Namun isu itu segera ditepis Perdana Menteri Nawaz Sharif.
Akan tetapi, bom mobil dan serangkaian bom bunuh diri masih merebak  di negara ini. Seminggu lalu, bom meledak di Pasar Peshawar, menewaskan  sedikitnya 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Ledakan berasal dari  bus yang ditumpangi 50 pegawai pemerintah.
3. Nigeria
Seperti pernah diulas Okezone sebelumnya, kekejaman Boko Haram di  Nigeria seolah tiada tanding tiada banding. Sesuai namanya yang berarti  anti barat, kelompok teroris yang kini berafiliasi dengan ISIS ini  menginginkan Nigeria menjadi negara Islam.
Mereka pun melancarkan serangan bertubi-tubi, setiap hari setiap  waktu ke gedung-gedung pemerintahan, menjarah ketenangan warga sipil,  membunuh tanpa pandang bulu, mengebom, memerkosa dan membakar anak kecil  hidup-hidup.
Tidak hanya di Nigeria, teror Boko Haram mewabah hingga ke Kamerun, Chad, Niger Selatan dan kawasan lain di Afrika.
Berdasarkan data yang dirilis PBB per 9 Maret 2016, sedikitnya 2,3  juta orang di Chad dan Niger terpaksa kehilangan rumah mereka dan lebih  dari 5,6 juta orang kelaparan.2. Afghanistan
Senasib dengan Pakistan, kelompok terorisme yang tumbuh subur di   Afghanistan adalah Taliban. Pada masa Osama bin Laden hidup, Al-Qaeda   pun pernah mengacau di negeri beribukota Kabul ini.
Serangkaian aksi bom bunuh diri dan kekerasan yang dilancarkan kedua   kelompok teroris tersebut telah secara konsisten meningkat di atas   seratus persen setiap tahunnya hingga 2015.
Lebih dari 300 ribu orang terampas tempat bernaungnya, mengungsi ke   negara lain melalui jalur laut dengan perahu seadanya, yang jelas sangat   berbahaya. Belum lagi harus menampung pengungsi dari negara   tetangganya, Pakistan yang juga didera konflik yang sama.
1. Irak
Dampak terorisme di Irak terbilang paling besar karena negara ini   layaknya medan perang antara dua faksi besar militan yakni Al Qaeda dan   pembangkangnya ISIS. Kondisi yang tidak lepas dari invasi besar-besaran   Amerika Serikat terhadap Irak pada 2003, yang menelan korban jiwa  hingga  lebih dari 1,4 juta.
Setali tiga uang dengan keempat negara lain, bom meledak di pinggir   jalan, di dekat gedung-gedung pemerintahan, bom mobil, bom bunuh diri.   Semua itu menjadi konsumsi sehari-hari dan rutinitas yang seolah tiada   akhir.
Berdasarkan pantauan tiga data statistik terakhir di GTI, yakni dari   2013-2015. Kelima negara di atas secara konsisten selalu berada di   urutan lima terbesar. Dan disadari atau tidak, negara-negara dengan   dampak terorisme paling masif dan menyeluruh itu terjadi di negara yang   justru dipadati oleh penduduk Islam.
Bukan negara-negara barat dan lainnya, di mana pemeluk agama Islam   merupakan kaum minoritas. Fakta di atas secara tidak langsung   menunjukkan, umat Islam juga penerima dampak ancaman  terorisme   terbesar.</description><content:encoded>BELGIA bukan satu-satunya negara di dunia yang menderita akibat serangan terorisme. Demikian faktanya, tanpa mengurangi rasa hormat atas jumlah korban dan duka mendalam yang baru saja dirasakan oleh para keluarga yang ditingggalkan.
Jika diukur berdasarkan jumlah korban, lama serangan dan intensitas kegiatan militan dan pertumbuhan ekstremismenya, negara-negara di Eropa bukanlah yang paling menderita.
Sebagaimana akan diulas Okezone, lima negara di bawah ini menduduki peringkat tertinggi sebagai negara yang paling menderita akibat serangkaian terorisme menurut Indeks Terorisme Global (GTI) 2015.
5. Suriah
Meski banyak serangan terorisme berpusat di negara pimpinan Presiden Bashar al Assad ini, faktanya Indeks Terorisme Global 2015 menempatkan Suriah sebagai negara kelima yang paling terdampak teror.
Dengan perolehan indeks pada poin 8,11, warga Suriah terbilang paling menderita dilihat dari sederet fakta, antara lain adanya markas terbesar ISIS di Kota Raqqa, perebutan kekuasaan antara ISIS dan pasukan pemerintah, serta pasukan pemerintah versus pemberontak Rezim Assad.
Belum terhitung penggempuran besar-besaran pasukan koalisi anti teror pimpinan Amerika Serikat ke Suriah, terjunnya rudal-rudal dari pesawat tempur Rusia. Ditambah dengan penyiksaan dan penumpasan etnis Yazidi besar-besaran di negara Timur Tengah itu. Para perempuan dijadikan budak seks, sementara anak laki-laki direkrut menjadi pelaku bom bunuh diri.
Ledakan dan suara tembakan bagai makanan sehari-hari, menyebabkan ratusan ribu penduduk asli mengungsi ke Eropa dan sejumlah negara terdekat lain, yang bisa mereka capai.4. Pakistan
Mengaku sebagai negara yang sudah berhasil memukul mundur bibit  terorisme dan ekstremismenya, Pakistan menduduki posisi keempat dari 50  negara yang dinilai GTI sebagai negara paling menderita akibat  terorisme.
Pergerakan kelompok Taliban menjadi faktor utama serangan teror di  negara Asia Selatan ini. Terhitung sejak pertama kali menancapkan  cakarnya pada 2007, lebih dari 2000 orang tewas dan kebanyakan dari  mereka adalah penduduk sipil.
Terakhir, beredar kabar ISIS pun mulai melebarkan sayapnya ke negara  yang baru saja merayakan kemerdekaan ke-69 atas penjajahan Inggris ini.  Namun isu itu segera ditepis Perdana Menteri Nawaz Sharif.
Akan tetapi, bom mobil dan serangkaian bom bunuh diri masih merebak  di negara ini. Seminggu lalu, bom meledak di Pasar Peshawar, menewaskan  sedikitnya 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Ledakan berasal dari  bus yang ditumpangi 50 pegawai pemerintah.
3. Nigeria
Seperti pernah diulas Okezone sebelumnya, kekejaman Boko Haram di  Nigeria seolah tiada tanding tiada banding. Sesuai namanya yang berarti  anti barat, kelompok teroris yang kini berafiliasi dengan ISIS ini  menginginkan Nigeria menjadi negara Islam.
Mereka pun melancarkan serangan bertubi-tubi, setiap hari setiap  waktu ke gedung-gedung pemerintahan, menjarah ketenangan warga sipil,  membunuh tanpa pandang bulu, mengebom, memerkosa dan membakar anak kecil  hidup-hidup.
Tidak hanya di Nigeria, teror Boko Haram mewabah hingga ke Kamerun, Chad, Niger Selatan dan kawasan lain di Afrika.
Berdasarkan data yang dirilis PBB per 9 Maret 2016, sedikitnya 2,3  juta orang di Chad dan Niger terpaksa kehilangan rumah mereka dan lebih  dari 5,6 juta orang kelaparan.2. Afghanistan
Senasib dengan Pakistan, kelompok terorisme yang tumbuh subur di   Afghanistan adalah Taliban. Pada masa Osama bin Laden hidup, Al-Qaeda   pun pernah mengacau di negeri beribukota Kabul ini.
Serangkaian aksi bom bunuh diri dan kekerasan yang dilancarkan kedua   kelompok teroris tersebut telah secara konsisten meningkat di atas   seratus persen setiap tahunnya hingga 2015.
Lebih dari 300 ribu orang terampas tempat bernaungnya, mengungsi ke   negara lain melalui jalur laut dengan perahu seadanya, yang jelas sangat   berbahaya. Belum lagi harus menampung pengungsi dari negara   tetangganya, Pakistan yang juga didera konflik yang sama.
1. Irak
Dampak terorisme di Irak terbilang paling besar karena negara ini   layaknya medan perang antara dua faksi besar militan yakni Al Qaeda dan   pembangkangnya ISIS. Kondisi yang tidak lepas dari invasi besar-besaran   Amerika Serikat terhadap Irak pada 2003, yang menelan korban jiwa  hingga  lebih dari 1,4 juta.
Setali tiga uang dengan keempat negara lain, bom meledak di pinggir   jalan, di dekat gedung-gedung pemerintahan, bom mobil, bom bunuh diri.   Semua itu menjadi konsumsi sehari-hari dan rutinitas yang seolah tiada   akhir.
Berdasarkan pantauan tiga data statistik terakhir di GTI, yakni dari   2013-2015. Kelima negara di atas secara konsisten selalu berada di   urutan lima terbesar. Dan disadari atau tidak, negara-negara dengan   dampak terorisme paling masif dan menyeluruh itu terjadi di negara yang   justru dipadati oleh penduduk Islam.
Bukan negara-negara barat dan lainnya, di mana pemeluk agama Islam   merupakan kaum minoritas. Fakta di atas secara tidak langsung   menunjukkan, umat Islam juga penerima dampak ancaman  terorisme   terbesar.</content:encoded></item></channel></rss>
