<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guyonan Koper Putin dengan Menlu AS</title><description>Antara Putin, Menlu AS dan koper jinjing.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/25/18/1345563/guyonan-koper-putin-dengan-menlu-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/25/18/1345563/guyonan-koper-putin-dengan-menlu-as"/><item><title>Guyonan Koper Putin dengan Menlu AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/25/18/1345563/guyonan-koper-putin-dengan-menlu-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/25/18/1345563/guyonan-koper-putin-dengan-menlu-as</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2016 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/25/18/1345563/guyonan-koper-putin-dengan-menlu-as-cLHeaAEmKX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin (kiri) berguyon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Forbes Kerry (Foto: Alexander Nemenov/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/25/18/1345563/guyonan-koper-putin-dengan-menlu-as-cLHeaAEmKX.jpg</image><title>Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin (kiri) berguyon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Forbes Kerry (Foto: Alexander Nemenov/REUTERS)</title></images><description>MOSKVA &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) John Kerry, kembali &amp;ldquo;bernego&amp;rdquo; dengan Rusia soal beragam isu, mulai dari isu Suriah, hingga persoalan isu penahanan pilot wanita Ukraina, Nadiya Savchenko.
Menlu AS tersebut tiba di Bandara Internasional Vnukovo, Moskva, Rusia, pada Kamis, 24 Maret 2016 waktu setempat dan langsung mengadakan pertemuan dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov dan tentunya Presiden Rusia, Vladimir Putin di Kremlin.
Namun pada awal pembahasan, Putin sempat mencetuskan guyonan yang seolah memecah suasana tegang dan serius, pada pembicaraan tingkat tinggi yang berjalan hampir empat jam tersebut.
Putin mengungkapkan rasa &amp;lsquo;risihnya&amp;rsquo;, lantaran tahu bahwa Menlu AS itu turun dari pesawat di Bandara Vnukovo dengan membawa sendiri kopernya, tanpa dibawakan satu dari sekian stafnya.&amp;ldquo;Pada satu sisi, hal itu cukup menggambarkan cara-cara yang  demokratis, tapi di sisi lain saya menduga situasi di AS tidak sebaik  itu, hingga tak ada yang membantu seorang Menlu membawa kopernya,&amp;rdquo; tutur  Putin berkelakar, dilansir NBC News, Jumat (25/3/2016).
&amp;ldquo;Atau mungkin ada sesuatu di koper itu, hingga Anda tak  mempercayakan seorang pun membawakanya untuk Anda. Mungkin pula Anda  membawa sejumlah uang untuk tawar-menawar pada masalah-masalah kunci,&amp;rdquo;  sambungnya.

Menjawab candaan Putin, Kerry merespons: &amp;ldquo;Ketika kita punya momen  pribadi, saya akan menunjukkan isi koper saya dan saya rasa, Anda akan  terkejut dan senang melihatnya,&amp;rdquo; jawab Kerry.
Terlepas dari guyonan itu, pembicaraan lanjutan yang lebih  mendalam antara Kerry dan Lavrov, menghasilkan beberapa kesepakatan, di  antaranya draft konstitusi baru Suriah yang disebutkan, akan siap pada Agustus  mendatang, penguatan kerja sama gencatan senjata dan memastikan kondisi  kesehatan Savchenko dalam penahanan.</description><content:encoded>MOSKVA &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) John Kerry, kembali &amp;ldquo;bernego&amp;rdquo; dengan Rusia soal beragam isu, mulai dari isu Suriah, hingga persoalan isu penahanan pilot wanita Ukraina, Nadiya Savchenko.
Menlu AS tersebut tiba di Bandara Internasional Vnukovo, Moskva, Rusia, pada Kamis, 24 Maret 2016 waktu setempat dan langsung mengadakan pertemuan dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov dan tentunya Presiden Rusia, Vladimir Putin di Kremlin.
Namun pada awal pembahasan, Putin sempat mencetuskan guyonan yang seolah memecah suasana tegang dan serius, pada pembicaraan tingkat tinggi yang berjalan hampir empat jam tersebut.
Putin mengungkapkan rasa &amp;lsquo;risihnya&amp;rsquo;, lantaran tahu bahwa Menlu AS itu turun dari pesawat di Bandara Vnukovo dengan membawa sendiri kopernya, tanpa dibawakan satu dari sekian stafnya.&amp;ldquo;Pada satu sisi, hal itu cukup menggambarkan cara-cara yang  demokratis, tapi di sisi lain saya menduga situasi di AS tidak sebaik  itu, hingga tak ada yang membantu seorang Menlu membawa kopernya,&amp;rdquo; tutur  Putin berkelakar, dilansir NBC News, Jumat (25/3/2016).
&amp;ldquo;Atau mungkin ada sesuatu di koper itu, hingga Anda tak  mempercayakan seorang pun membawakanya untuk Anda. Mungkin pula Anda  membawa sejumlah uang untuk tawar-menawar pada masalah-masalah kunci,&amp;rdquo;  sambungnya.

Menjawab candaan Putin, Kerry merespons: &amp;ldquo;Ketika kita punya momen  pribadi, saya akan menunjukkan isi koper saya dan saya rasa, Anda akan  terkejut dan senang melihatnya,&amp;rdquo; jawab Kerry.
Terlepas dari guyonan itu, pembicaraan lanjutan yang lebih  mendalam antara Kerry dan Lavrov, menghasilkan beberapa kesepakatan, di  antaranya draft konstitusi baru Suriah yang disebutkan, akan siap pada Agustus  mendatang, penguatan kerja sama gencatan senjata dan memastikan kondisi  kesehatan Savchenko dalam penahanan.</content:encoded></item></channel></rss>
