<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarian Massal 1.212 Siswa Meriahkan HUT Kediri</title><description>Selain tarian massal, juga ada pameran  produk unggulan UMKM, pameran benda pusaka dan sejarah Kediri, pada 24  hingga 28 Maret 2016.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/25/519/1345500/tarian-massal-1-212-siswa-meriahkan-hut-kediri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/25/519/1345500/tarian-massal-1-212-siswa-meriahkan-hut-kediri"/><item><title>Tarian Massal 1.212 Siswa Meriahkan HUT Kediri</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/25/519/1345500/tarian-massal-1-212-siswa-meriahkan-hut-kediri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/25/519/1345500/tarian-massal-1-212-siswa-meriahkan-hut-kediri</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2016 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/25/519/1345500/tarian-massal-1-212-siswa-meriahkan-hut-kediri-rG82jWTcVT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tari Umbul Panji Gemilang HUT Kediri. (Solichan Arif/Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/25/519/1345500/tarian-massal-1-212-siswa-meriahkan-hut-kediri-rG82jWTcVT.jpg</image><title>Tari Umbul Panji Gemilang HUT Kediri. (Solichan Arif/Koran Sindo)</title></images><description>KEDIRI - Sebanyak 1.212 siswa sekolah dasar se-Kabupaten Kediri, Jawa Timur menampilkan Tarian Umbul-Umbul Panji Gemilang secara massal di Kompleks Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).
Pagelaran seni kolosal bermakna menatap masa depan Kediri lebih baik, menjadi pembuka rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1.212 Kediri.
&amp;ldquo;Umbul-umbul ditafsirkan sebagai semangat menuju kegemilangan. Dan, Panji merupakan kisah legenda Kediri, &amp;ldquo; ujar Kabag Humas Kabupaten Kediri, Haris Setiawan, Jumat (25/3/2016).
Penari berikut kepala khas panji (tekes) berlenggak lenggok seolah menunggang kuda. Geraknya meliuk kiri kanan mengikuti tepukan irama kendang.
Di tangannya, para penari memegang umbul-umbul kain segitiga bertuliskan &amp;ldquo;Kediri Lagi&amp;rdquo; yang merupakan jargon hari jadi tahun 2016. &amp;ldquo;Perayaan hari jadi kali ini mengusung jargon Festival Kediri lagi,&amp;rdquo; tukas Haris.
Acaranya tak hanya tarian massal, Pemkab Kediri juga menggelar pameran produk unggulan UMKM, termasuk pameran benda pusaka sejarah  mulai 24 hingga 28 Maret 2016.
Menurut Haris salah satu yang membedakan hari jadi kali ini dengan tahun  sebelumnya adalah didatangkannya replika Prasasti Harinjing di Kompleks Simpang Lima Gumul.
Prasasti Harinjing merupakan cikal bakal penyebutan nama Kadiri pertama kali. Prasasti yang berada di Museum Nasional Jakarta itu mulanya ditemukan oleh seorang administratur kebun  kopi, di perkebunan kopi Kampung Baru, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri pada 1916.
Batu setinggi 1,18 sentimeter (cm) itu bertulis angka 726 Tahun Saka atau 25 Maret 804 Masehi. Di permukaanya  menorehkan catatan tentang pembebasan pajak dan iuran (tanah sima/perdikan) oleh Raja Mataram Kuno Rakai Layang Dyah Tulodhong, kepada Bagawanta Bhari atas jasanya membuat tanggul (dhawuhan) di Sungai Harinjing. Tanggul itu mampu menangkal banjir dan meningkatkan hasil pertanian.
&amp;ldquo;Prasasti replika ini pesan dari Museum Nasional,&amp;rdquo; jelas Haris.
Ia menambahkan peringatan HUT Kediri ini juga bertujuan menumbuhkan motivasi kepada para penerus, tanpa mengesampingkan semangat religiusitas dan kebudayaan.
Bupati Kediri, Haryanti Soetrisno, yang hadir bersama Wakil Bupati Masykuri ikut melihat-lihat stan pameran UMKM. Kepala daerah yang terpilih kembali ini juga melihat replika prasasti Harinjing dari dekat.
&amp;ldquo;Harapanya, Kabupaten Kediri ke depan semakin maju dan lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.
(sal)</description><content:encoded>KEDIRI - Sebanyak 1.212 siswa sekolah dasar se-Kabupaten Kediri, Jawa Timur menampilkan Tarian Umbul-Umbul Panji Gemilang secara massal di Kompleks Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).
Pagelaran seni kolosal bermakna menatap masa depan Kediri lebih baik, menjadi pembuka rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1.212 Kediri.
&amp;ldquo;Umbul-umbul ditafsirkan sebagai semangat menuju kegemilangan. Dan, Panji merupakan kisah legenda Kediri, &amp;ldquo; ujar Kabag Humas Kabupaten Kediri, Haris Setiawan, Jumat (25/3/2016).
Penari berikut kepala khas panji (tekes) berlenggak lenggok seolah menunggang kuda. Geraknya meliuk kiri kanan mengikuti tepukan irama kendang.
Di tangannya, para penari memegang umbul-umbul kain segitiga bertuliskan &amp;ldquo;Kediri Lagi&amp;rdquo; yang merupakan jargon hari jadi tahun 2016. &amp;ldquo;Perayaan hari jadi kali ini mengusung jargon Festival Kediri lagi,&amp;rdquo; tukas Haris.
Acaranya tak hanya tarian massal, Pemkab Kediri juga menggelar pameran produk unggulan UMKM, termasuk pameran benda pusaka sejarah  mulai 24 hingga 28 Maret 2016.
Menurut Haris salah satu yang membedakan hari jadi kali ini dengan tahun  sebelumnya adalah didatangkannya replika Prasasti Harinjing di Kompleks Simpang Lima Gumul.
Prasasti Harinjing merupakan cikal bakal penyebutan nama Kadiri pertama kali. Prasasti yang berada di Museum Nasional Jakarta itu mulanya ditemukan oleh seorang administratur kebun  kopi, di perkebunan kopi Kampung Baru, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri pada 1916.
Batu setinggi 1,18 sentimeter (cm) itu bertulis angka 726 Tahun Saka atau 25 Maret 804 Masehi. Di permukaanya  menorehkan catatan tentang pembebasan pajak dan iuran (tanah sima/perdikan) oleh Raja Mataram Kuno Rakai Layang Dyah Tulodhong, kepada Bagawanta Bhari atas jasanya membuat tanggul (dhawuhan) di Sungai Harinjing. Tanggul itu mampu menangkal banjir dan meningkatkan hasil pertanian.
&amp;ldquo;Prasasti replika ini pesan dari Museum Nasional,&amp;rdquo; jelas Haris.
Ia menambahkan peringatan HUT Kediri ini juga bertujuan menumbuhkan motivasi kepada para penerus, tanpa mengesampingkan semangat religiusitas dan kebudayaan.
Bupati Kediri, Haryanti Soetrisno, yang hadir bersama Wakil Bupati Masykuri ikut melihat-lihat stan pameran UMKM. Kepala daerah yang terpilih kembali ini juga melihat replika prasasti Harinjing dari dekat.
&amp;ldquo;Harapanya, Kabupaten Kediri ke depan semakin maju dan lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.
(sal)</content:encoded></item></channel></rss>
