<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orangtua Jadikan Anak Pengemis, Potret Kemalasan   </title><description>Sepasang suami istri (Pasutri) diringkus aparat kepolisian karena tega memanfaatkan anak berusia enam bulan untuk mengemis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/26/338/1345997/orangtua-jadikan-anak-pengemis-potret-kemalasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/26/338/1345997/orangtua-jadikan-anak-pengemis-potret-kemalasan"/><item><title>Orangtua Jadikan Anak Pengemis, Potret Kemalasan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/26/338/1345997/orangtua-jadikan-anak-pengemis-potret-kemalasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/26/338/1345997/orangtua-jadikan-anak-pengemis-potret-kemalasan</guid><pubDate>Sabtu 26 Maret 2016 07:29 WIB</pubDate><dc:creator>Regina Fiardini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/26/338/1345997/orangtua-jadikan-anak-pengemis-potret-kemalasan-Wn2qASMKOV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/26/338/1345997/orangtua-jadikan-anak-pengemis-potret-kemalasan-Wn2qASMKOV.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Sepasang suami istri (Pasutri) diringkus aparat kepolisian karena tega memanfaatkan anak berusia enam bulan yang digunakannya untuk mengemis. Psikolog dari Universitas Gajah Mada, Prof Kuncoro melihat itu suatu potret kemasalan.

&quot;Ini kalau menurut saya bukan potret kemiskinan, tapi potret kemalasan,&quot; ujar Kuncoro saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Sabtu (26/3/2016).

Ia membantah jika hal itu dianggap sebagai potret kemiskinan Indonesia. Terlebih kasus eksploitasi anak seperti ini bukanlah suatu hal baru.

&quot;Kalau alasannya selalu ekonomi nanti pemecahan masalahnya susah, karena memecah masalahnya biasanya kemudian selalu diberikan dana, diberikan modal apa waduh bukan itu seharusnya,&quot; kata Kuncoro.

Menurutnya hal itu terjadi lantaran faktor psikologis orangtua yang melihat peluang bahwa anaknya bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang.

&quot;Ya itu lebih karena faktor psikologisnya tadi, kemalasan kemudian dia melihat faktor peluang anaknya bisa dimanfaatkan maka dia memanfaatkan anak-anak itu yang penting tujuan mereka tercapai. Intinya mereka memanfaatkan anak-anak bahwa empati atau perasaan orang tua terhadap anak memang sudah begitu. Jadi memang mereka sengaja memanfaatkan anak untuk mengemis karena untuk mengurangi beban dari dia,&quot; tutupnya
</description><content:encoded>
JAKARTA - Sepasang suami istri (Pasutri) diringkus aparat kepolisian karena tega memanfaatkan anak berusia enam bulan yang digunakannya untuk mengemis. Psikolog dari Universitas Gajah Mada, Prof Kuncoro melihat itu suatu potret kemasalan.

&quot;Ini kalau menurut saya bukan potret kemiskinan, tapi potret kemalasan,&quot; ujar Kuncoro saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Sabtu (26/3/2016).

Ia membantah jika hal itu dianggap sebagai potret kemiskinan Indonesia. Terlebih kasus eksploitasi anak seperti ini bukanlah suatu hal baru.

&quot;Kalau alasannya selalu ekonomi nanti pemecahan masalahnya susah, karena memecah masalahnya biasanya kemudian selalu diberikan dana, diberikan modal apa waduh bukan itu seharusnya,&quot; kata Kuncoro.

Menurutnya hal itu terjadi lantaran faktor psikologis orangtua yang melihat peluang bahwa anaknya bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang.

&quot;Ya itu lebih karena faktor psikologisnya tadi, kemalasan kemudian dia melihat faktor peluang anaknya bisa dimanfaatkan maka dia memanfaatkan anak-anak itu yang penting tujuan mereka tercapai. Intinya mereka memanfaatkan anak-anak bahwa empati atau perasaan orang tua terhadap anak memang sudah begitu. Jadi memang mereka sengaja memanfaatkan anak untuk mengemis karena untuk mengurangi beban dari dia,&quot; tutupnya
</content:encoded></item></channel></rss>
