<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bupati Sukabumi Perintahkan Dinas Peternakan Sosialisasi Bahaya Flu Burung</title><description>Bupati Sukabumi Marwan Hamami menginstruksikan Dinas  Peternakan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat soal pemahaman flu burung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/26/525/1346265/bupati-sukabumi-perintahkan-dinas-peternakan-sosialisasi-bahaya-flu-burung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/26/525/1346265/bupati-sukabumi-perintahkan-dinas-peternakan-sosialisasi-bahaya-flu-burung"/><item><title>Bupati Sukabumi Perintahkan Dinas Peternakan Sosialisasi Bahaya Flu Burung</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/26/525/1346265/bupati-sukabumi-perintahkan-dinas-peternakan-sosialisasi-bahaya-flu-burung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/26/525/1346265/bupati-sukabumi-perintahkan-dinas-peternakan-sosialisasi-bahaya-flu-burung</guid><pubDate>Sabtu 26 Maret 2016 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Sidik Supriadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/26/525/1346265/bupati-sukabumi-perintahkan-dinas-peternakan-sosialisasi-bahaya-flu-burung-FNsV6YP4RZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/26/525/1346265/bupati-sukabumi-perintahkan-dinas-peternakan-sosialisasi-bahaya-flu-burung-FNsV6YP4RZ.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>SUKABUMI - Tak ingin penyebaran flu burung di Sukabumi terus meluas. Bupati Sukabumi Marwan Hamami, langsung menginstruksikan Dinas Peternakan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terkait pemahaman perbedaan penyakit tetelo (ND) dan flu burung.

&quot;Sudah, kami sudah memerintahkan Dinas Peternakan untuk sosialisasi kepada masyarakat,&quot;ujarnya kepada Okezone, Sabtu (26/3/2016)

Marwan mengatakan, sampai saat ini masih banyak masyarakat membuang unggas yang mati mendadak ke aliran sungai. Padahal menurutnya, hal itu sangat berbahaya dan berpotensi menyebarkan lebih luas penyakitnya.

&quot;Kalau mati biasa tak jadi masalah, gimana kalau unggas yang mati mendadak itu terkena flu burung, bisa berbahaya bagi masyarakat itu sendiri,&quot;ucapnya

Seharusnya kata Marwan, apapun penyakitnya, masyarakat harus membakar atau mengubur hewan yang mati mendadak. Hal tersebut agar unggas yang mati mendadak tidak menyebarkan penyakitnya. &quot;Selain dibakar, memegangnya pun harus pakai sarung tangan ataupun masker. Hal itu untuk antisipasi bagi manusia juga,&quot; ungkapnya

Menurutnya, terjadinya flu burung disebabkan beberapa faktor. Selain terjadinya anomali cuaca, juga karena kondisi sanitasi dan kondisi lingkungan. Dalam hal itu, vaksinasi terhadap unggas peliharaan masyarakat yang harus dilakukan.

&quot;Susah kita melarang masyarakat memelihara unggas. Bagi mereka hal unggas tersebut merupakan income tambahan. Tapi masyarakat harus diberikan pemahaman agar menjauhkan kandang unggas atau hewan peliharaan dengan tempat tinggal mereka,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SUKABUMI - Tak ingin penyebaran flu burung di Sukabumi terus meluas. Bupati Sukabumi Marwan Hamami, langsung menginstruksikan Dinas Peternakan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terkait pemahaman perbedaan penyakit tetelo (ND) dan flu burung.

&quot;Sudah, kami sudah memerintahkan Dinas Peternakan untuk sosialisasi kepada masyarakat,&quot;ujarnya kepada Okezone, Sabtu (26/3/2016)

Marwan mengatakan, sampai saat ini masih banyak masyarakat membuang unggas yang mati mendadak ke aliran sungai. Padahal menurutnya, hal itu sangat berbahaya dan berpotensi menyebarkan lebih luas penyakitnya.

&quot;Kalau mati biasa tak jadi masalah, gimana kalau unggas yang mati mendadak itu terkena flu burung, bisa berbahaya bagi masyarakat itu sendiri,&quot;ucapnya

Seharusnya kata Marwan, apapun penyakitnya, masyarakat harus membakar atau mengubur hewan yang mati mendadak. Hal tersebut agar unggas yang mati mendadak tidak menyebarkan penyakitnya. &quot;Selain dibakar, memegangnya pun harus pakai sarung tangan ataupun masker. Hal itu untuk antisipasi bagi manusia juga,&quot; ungkapnya

Menurutnya, terjadinya flu burung disebabkan beberapa faktor. Selain terjadinya anomali cuaca, juga karena kondisi sanitasi dan kondisi lingkungan. Dalam hal itu, vaksinasi terhadap unggas peliharaan masyarakat yang harus dilakukan.

&quot;Susah kita melarang masyarakat memelihara unggas. Bagi mereka hal unggas tersebut merupakan income tambahan. Tapi masyarakat harus diberikan pemahaman agar menjauhkan kandang unggas atau hewan peliharaan dengan tempat tinggal mereka,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
