<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eksploitasi Anak Marak Terjadi, Sosiolog: Ini Dosa Pemerintah</title><description>Jika hal ini terus dibiarkan, maka praktik eksploitasi anak akan terus terjadi secara turun-temurun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/29/338/1348037/eksploitasi-anak-marak-terjadi-sosiolog-ini-dosa-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/29/338/1348037/eksploitasi-anak-marak-terjadi-sosiolog-ini-dosa-pemerintah"/><item><title>Eksploitasi Anak Marak Terjadi, Sosiolog: Ini Dosa Pemerintah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/29/338/1348037/eksploitasi-anak-marak-terjadi-sosiolog-ini-dosa-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/29/338/1348037/eksploitasi-anak-marak-terjadi-sosiolog-ini-dosa-pemerintah</guid><pubDate>Selasa 29 Maret 2016 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/29/338/1348037/eksploitasi-anak-marak-terjadi-sosiolog-ini-dosa-pemerintah-UDw0OstLvp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/29/338/1348037/eksploitasi-anak-marak-terjadi-sosiolog-ini-dosa-pemerintah-UDw0OstLvp.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Maraknya praktik eksploitasi anak dengan menjadikannya &amp;ldquo;mesin pencetak uang&amp;rdquo; dinilai sebagai dosa pemerintah. Pemerintah dianggap belum mampu memberikan pendidikan terhadap masyarakat untuk mewujudkan semangat Revolusi Mental.
&amp;ldquo;Salah satu masalah besar  yang masih dihadapi bangsa Indonesia ialah kemiskinan. Orang-orang miskin melihat peluang bahwa menjadi pengemis merupakan sarana untuk mendapatkan uang secara mudah,&amp;rdquo; kata sosiolog Musni Umar kepada Okezone, Selasa (29/3/2016).
Menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan tersebut. Pasalnya jika hal ini terus dibiarkan maka praktik eksploitasi anak akan dilakukan atau terjadi secara turun-temurun.
&amp;ldquo;Pemerintah harus menyelesaikan anak-anak pengemis jalanan. Caranya, mengubah mentalitas pengemis, memisahkan orangtua mereka dengan anak-anak pengemis, dengan memberi beasiswa kepada mereka untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMi8yMy8yMi81ODAxMy8xLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&amp;nbsp;(sal)
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Maraknya praktik eksploitasi anak dengan menjadikannya &amp;ldquo;mesin pencetak uang&amp;rdquo; dinilai sebagai dosa pemerintah. Pemerintah dianggap belum mampu memberikan pendidikan terhadap masyarakat untuk mewujudkan semangat Revolusi Mental.
&amp;ldquo;Salah satu masalah besar  yang masih dihadapi bangsa Indonesia ialah kemiskinan. Orang-orang miskin melihat peluang bahwa menjadi pengemis merupakan sarana untuk mendapatkan uang secara mudah,&amp;rdquo; kata sosiolog Musni Umar kepada Okezone, Selasa (29/3/2016).
Menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan tersebut. Pasalnya jika hal ini terus dibiarkan maka praktik eksploitasi anak akan dilakukan atau terjadi secara turun-temurun.
&amp;ldquo;Pemerintah harus menyelesaikan anak-anak pengemis jalanan. Caranya, mengubah mentalitas pengemis, memisahkan orangtua mereka dengan anak-anak pengemis, dengan memberi beasiswa kepada mereka untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMi8yMy8yMi81ODAxMy8xLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&amp;nbsp;(sal)
</content:encoded></item></channel></rss>
