<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSK Pantura Kini Tak Terkontrol</title><description>&quot;Para PSK Pantura masih beroperasi  dan sekarang justru tidak terkontrol,&quot; ujar Koordinator Komunitas Pengelola Kafe Pantura, Budi Asmara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/04/525/1353045/psk-pantura-kini-tak-terkontrol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/04/525/1353045/psk-pantura-kini-tak-terkontrol"/><item><title>PSK Pantura Kini Tak Terkontrol</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/04/525/1353045/psk-pantura-kini-tak-terkontrol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/04/525/1353045/psk-pantura-kini-tak-terkontrol</guid><pubDate>Senin 04 April 2016 06:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Ayu Artantiani </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/04/525/1353045/psk-pantura-kini-tak-terkontrol-koIlefartu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/04/525/1353045/psk-pantura-kini-tak-terkontrol-koIlefartu.jpg</image><title>Ilustrasi. (dok.Okezone)</title></images><description>INDRAMAYU - Penggusuran warung remang-remang yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indramayu di sepanjang Jalur Pantura tepatnya di Kecamatan Patrol pada Sabtu, 2 April 2016, dinilai tidak tepat. Sebab, kebijakan itu disinyalir memicu maraknya prostitusi online.
Hal itu disampaikan Koordinator Komunitas Pengelola Kafe Pantura, Budi Asmara. Menurutnya, dampak lainnya yang dirasakan adalah seperti maraknya kejahatan jalanan, pengangguran, dan peningkatan jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK).
&quot;Para PSK Pantura masih beroperasi  dan sekarang justru tidak terkontrol baik soal kesehatannya maupun aktifitasnya,&quot; ujarnya.
Kini para PSK Pantura berpindah-pindah tempat. Seperti ke Patimban, Belanakan, Subang, Pusakajaya, Cilege Indah, Losarang.
Mereka yang sebelumnya berkeliaran di Jalur Pantura itu merupakan wanita malam asal Indramayu, Subang, Pamanukan, Brebes, dan lainnya. &quot;Kalau dari Kecamatan Patrol saja sekira 100 lebih PSK yang berpindah tempat,&quot; ucap Budi.
Ia menambahkan, pada umumnya kupu-kupu malam di Jalur Pantura adalah korban kekerasan dalam rumah tangga. Mereka kemudian cerai hingga terdesak masalah ekonomi. Itu makanya para PSK di sana tercatat mulai dari  usia 18-35 tahun.
&quot;Sekarang, kami khawatir dengan tidak terkontrolnya kesehatan dan aktitifitas mereka. Penderita HIV/AIDS bisa semakin marak &quot; tukasnya.
</description><content:encoded>INDRAMAYU - Penggusuran warung remang-remang yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indramayu di sepanjang Jalur Pantura tepatnya di Kecamatan Patrol pada Sabtu, 2 April 2016, dinilai tidak tepat. Sebab, kebijakan itu disinyalir memicu maraknya prostitusi online.
Hal itu disampaikan Koordinator Komunitas Pengelola Kafe Pantura, Budi Asmara. Menurutnya, dampak lainnya yang dirasakan adalah seperti maraknya kejahatan jalanan, pengangguran, dan peningkatan jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK).
&quot;Para PSK Pantura masih beroperasi  dan sekarang justru tidak terkontrol baik soal kesehatannya maupun aktifitasnya,&quot; ujarnya.
Kini para PSK Pantura berpindah-pindah tempat. Seperti ke Patimban, Belanakan, Subang, Pusakajaya, Cilege Indah, Losarang.
Mereka yang sebelumnya berkeliaran di Jalur Pantura itu merupakan wanita malam asal Indramayu, Subang, Pamanukan, Brebes, dan lainnya. &quot;Kalau dari Kecamatan Patrol saja sekira 100 lebih PSK yang berpindah tempat,&quot; ucap Budi.
Ia menambahkan, pada umumnya kupu-kupu malam di Jalur Pantura adalah korban kekerasan dalam rumah tangga. Mereka kemudian cerai hingga terdesak masalah ekonomi. Itu makanya para PSK di sana tercatat mulai dari  usia 18-35 tahun.
&quot;Sekarang, kami khawatir dengan tidak terkontrolnya kesehatan dan aktitifitas mereka. Penderita HIV/AIDS bisa semakin marak &quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
