<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raja Saudi di Tengah Skandal Panama Papers</title><description>Raja Saudi salah satu figur dunia yang disebut-sebut terlibat skandal Panama Papers.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/05/18/1354572/raja-saudi-di-tengah-skandal-panama-papers</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/05/18/1354572/raja-saudi-di-tengah-skandal-panama-papers"/><item><title>Raja Saudi di Tengah Skandal Panama Papers</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/05/18/1354572/raja-saudi-di-tengah-skandal-panama-papers</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/05/18/1354572/raja-saudi-di-tengah-skandal-panama-papers</guid><pubDate>Selasa 05 April 2016 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/05/18/1354572/raja-saudi-di-tengah-skandal-panama-papers-BTnev5e8Mo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud (Foto: Andrew Harnik/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/05/18/1354572/raja-saudi-di-tengah-skandal-panama-papers-BTnev5e8Mo.jpg</image><title>Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud (Foto: Andrew Harnik/REUTERS)</title></images><description>RIYADH &amp;ndash; Kebocoran data milik perusahaan hukum, Mossack Fonseca mengaitkan nama sejumlah figur penting dan pemimpin dunia dengan skandal korupsi, penghindaran pajak dan manipulasi kegiatan finansial yang dikenal dengan nama Panama Papers.
Salah satu pemimpin negara yang ikut terseret dalam skandal tersebut adalah Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud.
Menurut dokumen Panama Papers, pemimpin Dinasti Saud yang naik tahta pada Januari 2015 itu menggunakan offshore di Virgin Island, Inggris untuk membeli dan menghilangkan hipotik rumah mewahnya yang terletak di London.
Laporan yang dilansir dari Royal Central, Selasa (5/4/2016), menyebutkan total hipotik yang dialihkan dari penggunaan perusahaan tersebut mencapai USD34 juta atau sekira Rp449 miliar.Peran sang raja sendiri tidak disebutkan secara detail dalam bocoran  dokumen terbesar dalam sejarah itu dan hanya dikaitkan dengan hipotik  dan aset yang dia miliki melalui offshore tersebut.
Pemerintah Arab Saudi sendiri, belum memberikan tanggapan atau  penjelasan mengenai keterlibatan Raja Saudi dengan skandal Panama Papers ini.
Skandal Panama Papers yang dipublikasikan oleh surat kabar Jerman  Suddeutsche Zeitung pada akhir pekan lalu mengungkap kepemilikan  perusahaan offshore dan shell company atau perusahaan fiktif milik para  pemimpin negara, politisi, dan sosok populer dunia.
Meski sebenarnya legal, perusahaan-perusahaan semacam ini banyak  digunakan untuk praktik pencucian uang, penghindaran pajak, dan  menyembunyikan transaksi finansial, sehingga kepemilikannya mengundang  kecurigaan.
Sampai saat ini, Panama Papers telah menyeret nama 72 kepala negara  dan mantan kepala negara yang diduga terlibat praktik semacam ini.</description><content:encoded>RIYADH &amp;ndash; Kebocoran data milik perusahaan hukum, Mossack Fonseca mengaitkan nama sejumlah figur penting dan pemimpin dunia dengan skandal korupsi, penghindaran pajak dan manipulasi kegiatan finansial yang dikenal dengan nama Panama Papers.
Salah satu pemimpin negara yang ikut terseret dalam skandal tersebut adalah Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud.
Menurut dokumen Panama Papers, pemimpin Dinasti Saud yang naik tahta pada Januari 2015 itu menggunakan offshore di Virgin Island, Inggris untuk membeli dan menghilangkan hipotik rumah mewahnya yang terletak di London.
Laporan yang dilansir dari Royal Central, Selasa (5/4/2016), menyebutkan total hipotik yang dialihkan dari penggunaan perusahaan tersebut mencapai USD34 juta atau sekira Rp449 miliar.Peran sang raja sendiri tidak disebutkan secara detail dalam bocoran  dokumen terbesar dalam sejarah itu dan hanya dikaitkan dengan hipotik  dan aset yang dia miliki melalui offshore tersebut.
Pemerintah Arab Saudi sendiri, belum memberikan tanggapan atau  penjelasan mengenai keterlibatan Raja Saudi dengan skandal Panama Papers ini.
Skandal Panama Papers yang dipublikasikan oleh surat kabar Jerman  Suddeutsche Zeitung pada akhir pekan lalu mengungkap kepemilikan  perusahaan offshore dan shell company atau perusahaan fiktif milik para  pemimpin negara, politisi, dan sosok populer dunia.
Meski sebenarnya legal, perusahaan-perusahaan semacam ini banyak  digunakan untuk praktik pencucian uang, penghindaran pajak, dan  menyembunyikan transaksi finansial, sehingga kepemilikannya mengundang  kecurigaan.
Sampai saat ini, Panama Papers telah menyeret nama 72 kepala negara  dan mantan kepala negara yang diduga terlibat praktik semacam ini.</content:encoded></item></channel></rss>
