<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Didemo Terkait Panama Papers, PM Islandia Cuek</title><description>PM Islandia didemo 15 persen rakyatnya akibat terseret skandal Panama Papers.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/05/18/1354590/didemo-terkait-panama-papers-pm-islandia-cuek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/05/18/1354590/didemo-terkait-panama-papers-pm-islandia-cuek"/><item><title>Didemo Terkait Panama Papers, PM Islandia Cuek</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/05/18/1354590/didemo-terkait-panama-papers-pm-islandia-cuek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/05/18/1354590/didemo-terkait-panama-papers-pm-islandia-cuek</guid><pubDate>Selasa 05 April 2016 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/05/18/1354590/didemo-terkait-panama-papers-pm-islandia-cuek-bFXKDPipMJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekira 22 ribu massa demonstran menuntut lengsernya Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson (Foto: Stigtryggur Johannsson/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/05/18/1354590/didemo-terkait-panama-papers-pm-islandia-cuek-bFXKDPipMJ.jpg</image><title>Sekira 22 ribu massa demonstran menuntut lengsernya Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson (Foto: Stigtryggur Johannsson/REUTERS)</title></images><description>REYKJAVIK - Munculnya nama Perdana Menteri (PM) Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson dalam bocoran dokumen Panama Papers, menimbulkan demonstrasi besar-besaran di Negara Skandinavia (Eropa Utara) itu.
Gunnlaugsson yang mulai menjabat sebagai PM Islandia pada 2013, dianggap menyembunyikan harta kekayaannya di perusahaan offshore di Virgin Island, Inggris dan tidak mengumumkannya kepada publik.
Hal ini membuat rakyat Islandia geram terhadap pemerintahnya dan menuntut pengajuan mosi tidak percaya dan pengunduran diri sang PM.
Kemarahan ini semakin menjadi setelah PM yang terkait Panama Papers itu, justru menertawakan reaksi rakyat atas ancaman protes tersebut. &amp;ldquo;Tampaknya tidak semua orang akan hadir,&amp;rdquo; katanyadalam sebuah wawancara dengan media setempat.Laporan netizen melalui Twitter yang dilansir Russia Today,  Selasa (5/4/2016) menyebutkan sedikitnya 22 ribu warga Islandia turun  ke jalan dan berdemonstrasi di dekat gedung parlemen di Ibu Kota  Reykjavik.
Mereka bahkan melempari gedung parlemen dengan telur dan yogurt.  Unjuk rasa kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah Islandia dan  mengingat per 1 Januari 2015, jumlah penduduk Islandia hanya berjumlah  329.100 orang, maka demonstrasi ini dihadiri oleh sekira 15 persen  penduduk.
Dalam sebuah wawancara dengan televisi Islandia, sang PM telah  menyatakan tidak akan lengser dengan alasan apapun, termasuk skandal  Panama Papers ini.
Menurutnya, pemerintahan yang dipimpinnya telah memberikan hasil yang  baik dalam beberapa isu penting dan dia ingin melanjutkan hal itu.
Dia juga menolak tuduhan penghindaran pajak yang ditujukan kepada  istrinya Anna Palsdottir dan menegaskan bahwa sang istri merupakan warga  taat pajakyang selalu membayar kewajibannya di Islandia, meski memiliki  perusahaan di luar negeri.</description><content:encoded>REYKJAVIK - Munculnya nama Perdana Menteri (PM) Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson dalam bocoran dokumen Panama Papers, menimbulkan demonstrasi besar-besaran di Negara Skandinavia (Eropa Utara) itu.
Gunnlaugsson yang mulai menjabat sebagai PM Islandia pada 2013, dianggap menyembunyikan harta kekayaannya di perusahaan offshore di Virgin Island, Inggris dan tidak mengumumkannya kepada publik.
Hal ini membuat rakyat Islandia geram terhadap pemerintahnya dan menuntut pengajuan mosi tidak percaya dan pengunduran diri sang PM.
Kemarahan ini semakin menjadi setelah PM yang terkait Panama Papers itu, justru menertawakan reaksi rakyat atas ancaman protes tersebut. &amp;ldquo;Tampaknya tidak semua orang akan hadir,&amp;rdquo; katanyadalam sebuah wawancara dengan media setempat.Laporan netizen melalui Twitter yang dilansir Russia Today,  Selasa (5/4/2016) menyebutkan sedikitnya 22 ribu warga Islandia turun  ke jalan dan berdemonstrasi di dekat gedung parlemen di Ibu Kota  Reykjavik.
Mereka bahkan melempari gedung parlemen dengan telur dan yogurt.  Unjuk rasa kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah Islandia dan  mengingat per 1 Januari 2015, jumlah penduduk Islandia hanya berjumlah  329.100 orang, maka demonstrasi ini dihadiri oleh sekira 15 persen  penduduk.
Dalam sebuah wawancara dengan televisi Islandia, sang PM telah  menyatakan tidak akan lengser dengan alasan apapun, termasuk skandal  Panama Papers ini.
Menurutnya, pemerintahan yang dipimpinnya telah memberikan hasil yang  baik dalam beberapa isu penting dan dia ingin melanjutkan hal itu.
Dia juga menolak tuduhan penghindaran pajak yang ditujukan kepada  istrinya Anna Palsdottir dan menegaskan bahwa sang istri merupakan warga  taat pajakyang selalu membayar kewajibannya di Islandia, meski memiliki  perusahaan di luar negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
