<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Narkoba Jaringan Internasional Dikendalikan dari Dalam Lapas</title><description>Penyelundupan narkotika itu, dituturkannya, melibatkan tiga jaringan internasional, seperti Iran, Belanda, dan Cina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/06/525/1355792/narkoba-jaringan-internasional-dikendalikan-dari-dalam-lapas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/06/525/1355792/narkoba-jaringan-internasional-dikendalikan-dari-dalam-lapas"/><item><title>Narkoba Jaringan Internasional Dikendalikan dari Dalam Lapas</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/06/525/1355792/narkoba-jaringan-internasional-dikendalikan-dari-dalam-lapas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/06/525/1355792/narkoba-jaringan-internasional-dikendalikan-dari-dalam-lapas</guid><pubDate>Rabu 06 April 2016 17:52 WIB</pubDate><dc:creator>Erika Lia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/06/525/1355792/narkoba-jaringan-internasional-dikendalikan-dari-dalam-lapas-R67cLBA9xz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Bahari I yang diduga menjadi alat angkut jaringan narkoba internasional (Erika Lia/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/06/525/1355792/narkoba-jaringan-internasional-dikendalikan-dari-dalam-lapas-R67cLBA9xz.jpg</image><title>Kapal Bahari I yang diduga menjadi alat angkut jaringan narkoba internasional (Erika Lia/Okezone)</title></images><description>CIREBON - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memastikan, narkoba jaringan internasional dikendalikan narapidana dari lembaga pemasyarakatan (lapas). Hal tersebut diungkapkannya di sela pemusnahan ratusan kilogram sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi yang disita dari jaringan internasional di dermaga Muara Jati Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat.
Narkoba yang dimusnahkan merupakan barang bukti hasil Operasi Bersinar joint operation atau operasi bersama antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Bea Cukai, Ditjen Hubungan Laut Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Narkoba yang dimusnahkan masing-masing berupa sabu kristal dengan berat lebih dari 144 kilogram, 44,64 kilogram sabu cair, 197.874 butir ekstasi, sekira 579 ton ganja yang diamankan dari 332 hektar ladang ganja di Aceh, maupun 2,7 ton ganja yang diamankan di Cianjur dari Sumatera.
Kesemuanya merupakan hasil Operasi Bersinar yang dilaksanakan 30 hari, sejak 21 Maret-20 April 2016 ini, dari 46 tersangka yang telah diamankan.
Bukan hanya itu, sebuah Kapal dengan nama Bahari I milik PT Inti Galangan Samudra juga turut diamankan untuk disidik dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kapal ini disangkakan sebagai alat angkut yang menyusupkan sekira 40 kilogram sabu dan sekira 180 ribu butir ekstasi, dari Belanda melalui Malaysia-Pekanbaru menuju Pelabuhan Cirebon.
Narkoba yang diangkut di kapal tersebut, berhasil diungkap dari tersangka yang ditangkap di Perumahan Bumi Citra Lestari, Blok A Nomor 2 Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Wanacala, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pertengahan Maret lalu.
Narkoba yang ditemukan di Cirebon itu, dipastikan Kapolri, dikendalikan narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan, dan Lapas Cipinang, Jakarta.
&quot;Biaya dan peredarannya oleh mereka. Ini bukti, walau sudah berstatus napi, mereka masih aktif edarkan narkoba,&quot; tegasnya, Rabu (6/4/2016).
Diantara barang bukti yang diamankan, sabu cair disebut merupakan model narkoba baru dari Iran. Sabu cair tersebut dikemas dalam kaleng untuk mengelabui petugas. Sabu cair itu nantinya diolah menjadi sabu kristal.
Penyelundupan narkotika itu, dituturkannya, melibatkan tiga jaringan internasional, seperti Iran, Belanda, dan Cina. Khusus untuk sabu cair, pengiriman berasal dari Iran, ekstasi dari Belanda, dan sabu kristal dari Iran dan Cina. Jalan masuknya melalui Malaysia.
Dalam kesempatan itu, dia pun meminta setiap keluarga di Indonesia agar mencegah keluarganya tak terlibat bahkan mengonsumsi narkoba. &quot;Sifat narkoba itu addict, ketika sudah kena, susunan saraf bisa menyebabkan seseorang jadi paranoid bahkan menghilangkan nyawa,&quot; imbaunya.
Dari narkoba yang diamankan sebagai barang bukti tersebut, dia mengatakan, bisa menyelamatkan nyawa sekira 1,97 juta rakyat Indonesia.</description><content:encoded>CIREBON - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memastikan, narkoba jaringan internasional dikendalikan narapidana dari lembaga pemasyarakatan (lapas). Hal tersebut diungkapkannya di sela pemusnahan ratusan kilogram sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi yang disita dari jaringan internasional di dermaga Muara Jati Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat.
Narkoba yang dimusnahkan merupakan barang bukti hasil Operasi Bersinar joint operation atau operasi bersama antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Bea Cukai, Ditjen Hubungan Laut Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Narkoba yang dimusnahkan masing-masing berupa sabu kristal dengan berat lebih dari 144 kilogram, 44,64 kilogram sabu cair, 197.874 butir ekstasi, sekira 579 ton ganja yang diamankan dari 332 hektar ladang ganja di Aceh, maupun 2,7 ton ganja yang diamankan di Cianjur dari Sumatera.
Kesemuanya merupakan hasil Operasi Bersinar yang dilaksanakan 30 hari, sejak 21 Maret-20 April 2016 ini, dari 46 tersangka yang telah diamankan.
Bukan hanya itu, sebuah Kapal dengan nama Bahari I milik PT Inti Galangan Samudra juga turut diamankan untuk disidik dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kapal ini disangkakan sebagai alat angkut yang menyusupkan sekira 40 kilogram sabu dan sekira 180 ribu butir ekstasi, dari Belanda melalui Malaysia-Pekanbaru menuju Pelabuhan Cirebon.
Narkoba yang diangkut di kapal tersebut, berhasil diungkap dari tersangka yang ditangkap di Perumahan Bumi Citra Lestari, Blok A Nomor 2 Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Wanacala, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pertengahan Maret lalu.
Narkoba yang ditemukan di Cirebon itu, dipastikan Kapolri, dikendalikan narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan, dan Lapas Cipinang, Jakarta.
&quot;Biaya dan peredarannya oleh mereka. Ini bukti, walau sudah berstatus napi, mereka masih aktif edarkan narkoba,&quot; tegasnya, Rabu (6/4/2016).
Diantara barang bukti yang diamankan, sabu cair disebut merupakan model narkoba baru dari Iran. Sabu cair tersebut dikemas dalam kaleng untuk mengelabui petugas. Sabu cair itu nantinya diolah menjadi sabu kristal.
Penyelundupan narkotika itu, dituturkannya, melibatkan tiga jaringan internasional, seperti Iran, Belanda, dan Cina. Khusus untuk sabu cair, pengiriman berasal dari Iran, ekstasi dari Belanda, dan sabu kristal dari Iran dan Cina. Jalan masuknya melalui Malaysia.
Dalam kesempatan itu, dia pun meminta setiap keluarga di Indonesia agar mencegah keluarganya tak terlibat bahkan mengonsumsi narkoba. &quot;Sifat narkoba itu addict, ketika sudah kena, susunan saraf bisa menyebabkan seseorang jadi paranoid bahkan menghilangkan nyawa,&quot; imbaunya.
Dari narkoba yang diamankan sebagai barang bukti tersebut, dia mengatakan, bisa menyelamatkan nyawa sekira 1,97 juta rakyat Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
