<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konflik Nagorno-Karabakh, Warga Sipil Azerbaijan Jadi Korban Utama</title><description>Okezone merangkum data mengenai jumlah korban serta sarana pelayanan umum yang rusak akibat konflik Nagorno-Karabakh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/08/18/1357593/konflik-nagorno-karabakh-warga-sipil-azerbaijan-jadi-korban-utama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/08/18/1357593/konflik-nagorno-karabakh-warga-sipil-azerbaijan-jadi-korban-utama"/><item><title>Konflik Nagorno-Karabakh, Warga Sipil Azerbaijan Jadi Korban Utama</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/08/18/1357593/konflik-nagorno-karabakh-warga-sipil-azerbaijan-jadi-korban-utama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/08/18/1357593/konflik-nagorno-karabakh-warga-sipil-azerbaijan-jadi-korban-utama</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2016 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/08/18/1357593/konflik-nagorno-karabakh-warga-sipil-azerbaijan-jadi-korban-utama-5SiIUwHjEB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para warga desa di Azerbaijan menghadiri pemakaman salah satu korban tewas akibat serangan Armenia (Foto: Xinhua)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/08/18/1357593/konflik-nagorno-karabakh-warga-sipil-azerbaijan-jadi-korban-utama-5SiIUwHjEB.jpg</image><title>Para warga desa di Azerbaijan menghadiri pemakaman salah satu korban tewas akibat serangan Armenia (Foto: Xinhua)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sejak kembali pecahnya konflik Nagorno-Karabakh pada 2 April 2016, antara militer Armenia dan Azerbaijan, warga sipil Azerbaijan sendiri yang menjadi korban dari kontak senjata tersebut.
Berdasarkan data yang diterima Okezone dari Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta, memperlihatkan bagaimana okupasi dari Armenia telah menyebabkan warga sipil dan fasilitas umum di wilayah Nagorno-Karabakh menjadi target dari serangan.
Berikut ini kompilasi data tersebut (dari 2&amp;ndash;5 April 2016):

Jumlah permukiman Azerbaijan yang digempur bom: 32. 
Jumlah warga sipil yang tewas: 6. 
Jumlah korban luka: 24. 
Bangunan yang rusak: 271, termasuk 30 bangunan sekolah dan 1 masjid. 
Hancurnya berbagai bangunan pelayanan publik: 69 tiang listrik, 2 gardu induk listrik, 2 penampungan air, dan 2 kilometer pipa gas. 

Tampaknya konflik ini kembali membuka luka lama yang tidak pernah sembuh setelah hampir dua dekade. Dubes Azerbaijan menyatakan ingin masyakat dunia, khususnya Indonesia, mengetahui bahwa konflik ini hanya membuat warga sipil Azerbaijan yang tinggal di wilayah Nagorno-Karabakh semakin menderita.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sejak kembali pecahnya konflik Nagorno-Karabakh pada 2 April 2016, antara militer Armenia dan Azerbaijan, warga sipil Azerbaijan sendiri yang menjadi korban dari kontak senjata tersebut.
Berdasarkan data yang diterima Okezone dari Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta, memperlihatkan bagaimana okupasi dari Armenia telah menyebabkan warga sipil dan fasilitas umum di wilayah Nagorno-Karabakh menjadi target dari serangan.
Berikut ini kompilasi data tersebut (dari 2&amp;ndash;5 April 2016):

Jumlah permukiman Azerbaijan yang digempur bom: 32. 
Jumlah warga sipil yang tewas: 6. 
Jumlah korban luka: 24. 
Bangunan yang rusak: 271, termasuk 30 bangunan sekolah dan 1 masjid. 
Hancurnya berbagai bangunan pelayanan publik: 69 tiang listrik, 2 gardu induk listrik, 2 penampungan air, dan 2 kilometer pipa gas. 

Tampaknya konflik ini kembali membuka luka lama yang tidak pernah sembuh setelah hampir dua dekade. Dubes Azerbaijan menyatakan ingin masyakat dunia, khususnya Indonesia, mengetahui bahwa konflik ini hanya membuat warga sipil Azerbaijan yang tinggal di wilayah Nagorno-Karabakh semakin menderita.</content:encoded></item></channel></rss>
