<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hot News International: Upaya Pemerintah Bebaskan 10 WNI dari Abu Sayyaf</title><description>Kronologi dan perkembangan penyanderaan 10 WNI oleh militan Abu Sayyaf.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358042/hot-news-international-upaya-pemerintah-bebaskan-10-wni-dari-abu-sayyaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358042/hot-news-international-upaya-pemerintah-bebaskan-10-wni-dari-abu-sayyaf"/><item><title>Hot News International: Upaya Pemerintah Bebaskan 10 WNI dari Abu Sayyaf</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358042/hot-news-international-upaya-pemerintah-bebaskan-10-wni-dari-abu-sayyaf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358042/hot-news-international-upaya-pemerintah-bebaskan-10-wni-dari-abu-sayyaf</guid><pubDate>Sabtu 09 April 2016 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Taufik </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/08/18/1358042/hot-news-international-10-wni-ditahan-abu-sayyaf-pFhxS1N1pQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peta tempat penyanderaan 10 WNI (Foto: Inquirer.net)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/08/18/1358042/hot-news-international-10-wni-ditahan-abu-sayyaf-pFhxS1N1pQ.jpg</image><title>Peta tempat penyanderaan 10 WNI (Foto: Inquirer.net)</title></images><description> 
JAKARTA &amp;ndash; Pada Sabtu 26 Maret 2016, publik Tanah Air mendadak diguncang kabar diculiknya 10 warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok militan Abu Sayyaf. Mereka adalah kelompok separatis yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina.
Menurut pihak Kemlu RI, Kapal Tunda Brahma 12 dan Kapal Tongkang Anand 12 dibajak kelompok Abu Sayyaf ketika kapal tersebut hendak menuju Batangas (Filipina Selatan) dari Sungai Puting (Kalsel). Kapal itu diketahui membawa 7.000 ton batu bara dan ditumpangi oleh 10 orang WNI.
Untuk membebaskan 10 WNI yang disandera, kelompok Abu Sayyaf meminta sejumlah uang tebusan. Menurut ketua BIN Sutiyoso, Abu Sayyaf meminta uang tebusan sebesar 50 juta peso (setara Rp14,3 miliar) untuk membebaskan 10 awak kapal yang disandera.
Abu Sayyaf memberikan tenggat waktu hingga Jumat 8 April 2016 kepada Pemerintah Indonesia untuk membayar uang tebusan.Terkait permintaan Abu Sayyaf, anggota DPR dari Partai PDI  Perjuangan, Efendi Simbolon menolak opsi pembayaran uang tebusan. Efendi  berpendapat bahwa langkah tersebut sama saja dengan mengenyampingkan  arti kedaulatan bangsa Indonesia.
Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi  dengan pemerintah Filipina dan kelompok militan Abu Sayyaf untuk  membebaskan 10 WNI yang disandera.
Terkait kejadian ini, pasukan khusus TNI mengaku telah siap membebaskan 10 WNI yang ditawan apabila diperintahkan.
Pemimpin operasi pembebasan sandera, I Nyoman Gede Ariawan,  mengatakan bahwa pasukan TNI sudah siap membebaskan 10 WNI yang  disandera.
Indonesia telah mengerahkan kapal dan pasukan ke Pangkalan Aju di  Tarakan, Kalimantan Utara. Lima kapal perang, 1 helikopter, dan pasukan  katak telah dikirim ke Tarakan, ujar I Nyoman.</description><content:encoded> 
JAKARTA &amp;ndash; Pada Sabtu 26 Maret 2016, publik Tanah Air mendadak diguncang kabar diculiknya 10 warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok militan Abu Sayyaf. Mereka adalah kelompok separatis yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina.
Menurut pihak Kemlu RI, Kapal Tunda Brahma 12 dan Kapal Tongkang Anand 12 dibajak kelompok Abu Sayyaf ketika kapal tersebut hendak menuju Batangas (Filipina Selatan) dari Sungai Puting (Kalsel). Kapal itu diketahui membawa 7.000 ton batu bara dan ditumpangi oleh 10 orang WNI.
Untuk membebaskan 10 WNI yang disandera, kelompok Abu Sayyaf meminta sejumlah uang tebusan. Menurut ketua BIN Sutiyoso, Abu Sayyaf meminta uang tebusan sebesar 50 juta peso (setara Rp14,3 miliar) untuk membebaskan 10 awak kapal yang disandera.
Abu Sayyaf memberikan tenggat waktu hingga Jumat 8 April 2016 kepada Pemerintah Indonesia untuk membayar uang tebusan.Terkait permintaan Abu Sayyaf, anggota DPR dari Partai PDI  Perjuangan, Efendi Simbolon menolak opsi pembayaran uang tebusan. Efendi  berpendapat bahwa langkah tersebut sama saja dengan mengenyampingkan  arti kedaulatan bangsa Indonesia.
Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi  dengan pemerintah Filipina dan kelompok militan Abu Sayyaf untuk  membebaskan 10 WNI yang disandera.
Terkait kejadian ini, pasukan khusus TNI mengaku telah siap membebaskan 10 WNI yang ditawan apabila diperintahkan.
Pemimpin operasi pembebasan sandera, I Nyoman Gede Ariawan,  mengatakan bahwa pasukan TNI sudah siap membebaskan 10 WNI yang  disandera.
Indonesia telah mengerahkan kapal dan pasukan ke Pangkalan Aju di  Tarakan, Kalimantan Utara. Lima kapal perang, 1 helikopter, dan pasukan  katak telah dikirim ke Tarakan, ujar I Nyoman.</content:encoded></item></channel></rss>
