<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diserbu Rusia, Lithuania Dilanda Kepanikan dan Kebingungan</title><description>Lithuania dilaporkan diserbu pasukan terjun payung Rusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358214/diserbu-rusia-lithuania-dilanda-kepanikan-dan-kebingungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358214/diserbu-rusia-lithuania-dilanda-kepanikan-dan-kebingungan"/><item><title>Diserbu Rusia, Lithuania Dilanda Kepanikan dan Kebingungan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358214/diserbu-rusia-lithuania-dilanda-kepanikan-dan-kebingungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358214/diserbu-rusia-lithuania-dilanda-kepanikan-dan-kebingungan</guid><pubDate>Sabtu 09 April 2016 04:23 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/09/18/1358214/diserbu-rusia-lithuania-dilanda-kepanikan-dan-kebingungan-CUM1cYcr5j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasukan Terjun Payung Rusia disebutkan merangsek ke wilayah kedaulatan Lithuania (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/09/18/1358214/diserbu-rusia-lithuania-dilanda-kepanikan-dan-kebingungan-CUM1cYcr5j.jpg</image><title>Pasukan Terjun Payung Rusia disebutkan merangsek ke wilayah kedaulatan Lithuania (Foto: Reuters)</title></images><description>VILNIUS &amp;ndash; Lithuania, negara di kawasan Baltik, tengah dilanda kepanikan. Laporan tentang serbuan dan kemungkinan sabotasi dari Rusia, ternyata benar adanya setelah dikonfirmasi Perdana Menteri (PM) Lithuania, Algirdas Butkevicius, Jumat 8 April 2016 waktu setempat.
Sebelumnya, mencuat laporan awal pada 30 Maret lalu, bahwa pasukan terjun payung Rusia, menggelar latihan, tidak hanya di perbatasan Lithuania-Rusia, tapi juga sudah masuk ke wilayah kedaulatan Lithuania, tepatnya di Desa Juodkrante.
Namun hal itu kemudian dikonfirmasi oleh PM Lithuania dalam sebuah konferensi pers, di mana pasukan terjun payung Rusia sudah merangsek ke wilayah kedaulatan Lithuania.

PM Butkevicius juga menyatakan, bahwa pasukan khusus Lithuania sudah dikirim dan sudah bereaksi, serta melakukan tindakan tepat dan memadai. Pun begitu, Butkevicius menolak bicara lebih banyak hal yang spesifik.Adapun Menteri Pertahanan (Menhan) Lithuania, Jouzas Olekas,  mengungkapkan hal senada. &amp;ldquo;Saya tidak bisa mengatakan (lebih). Ini  informasi rahasia,&amp;rdquo; cetusnya singkat, sebagaimana diwartakan Sputnik,  Sabtu (9/4/2016).
Ketidakjelasan pernyataan tersebut justru menambah kepanikan  publik. Hal ini turut mencuatkan kritik, salah satunya dari mantan  Menhan Lithuania, Rasa Jukneviciene di laman Facebook-nya.
&amp;ldquo;Sungguh menarik: Apa maksudnya pasukan khusus sudah merespons  secara tepat dan memadai? Apa yang terjadi pada para tentara Rusia yang  secara ilegal mendarat di wilayah kita? Di mana mereka ditangkap dan  dipenjara, atau mungkin ditembak?,&amp;rdquo; tulis Jukneviciene.
&amp;ldquo;Saya sudah mendengar komentar dari komandan pasukan perbatasan  yang mengatakan, mereka tak tahu apa-apa tentang serbuan itu. Ini  penting untuk ditanyakan, karena ini masalah serius, meski sayangnya tak  ada yang menanyakan PM kita. Para wartawan, saya ingin ingatkan kalian  untuk tidak termakan hasutan ketika Anda diberikan informasi bahwa ini  rahasia negara,&amp;rdquo; lanjutnya.
Selain kepanikan, kebingungan turut melanda. Pernyataan PM dan  Menhan Lithuania juga dipertanyakan Liudas Dapkus, Pemimpin Redaksi  (Pemred) Lyrtas, portal berita terpopuler Lithuania.

&amp;ldquo;Jika pernyataan itu benar dan tak ada yang bereaksi, ini jadi  masalah serius. di mana nota protes Kementerian Luar Negeri terhadap  Rusia? Mana keputusan untuk memperkuat penjaga pantai? Jika hal ini  hanya hoax, maka persetan dengan permainan Anda!,&amp;rdquo; seru Dapkus.</description><content:encoded>VILNIUS &amp;ndash; Lithuania, negara di kawasan Baltik, tengah dilanda kepanikan. Laporan tentang serbuan dan kemungkinan sabotasi dari Rusia, ternyata benar adanya setelah dikonfirmasi Perdana Menteri (PM) Lithuania, Algirdas Butkevicius, Jumat 8 April 2016 waktu setempat.
Sebelumnya, mencuat laporan awal pada 30 Maret lalu, bahwa pasukan terjun payung Rusia, menggelar latihan, tidak hanya di perbatasan Lithuania-Rusia, tapi juga sudah masuk ke wilayah kedaulatan Lithuania, tepatnya di Desa Juodkrante.
Namun hal itu kemudian dikonfirmasi oleh PM Lithuania dalam sebuah konferensi pers, di mana pasukan terjun payung Rusia sudah merangsek ke wilayah kedaulatan Lithuania.

PM Butkevicius juga menyatakan, bahwa pasukan khusus Lithuania sudah dikirim dan sudah bereaksi, serta melakukan tindakan tepat dan memadai. Pun begitu, Butkevicius menolak bicara lebih banyak hal yang spesifik.Adapun Menteri Pertahanan (Menhan) Lithuania, Jouzas Olekas,  mengungkapkan hal senada. &amp;ldquo;Saya tidak bisa mengatakan (lebih). Ini  informasi rahasia,&amp;rdquo; cetusnya singkat, sebagaimana diwartakan Sputnik,  Sabtu (9/4/2016).
Ketidakjelasan pernyataan tersebut justru menambah kepanikan  publik. Hal ini turut mencuatkan kritik, salah satunya dari mantan  Menhan Lithuania, Rasa Jukneviciene di laman Facebook-nya.
&amp;ldquo;Sungguh menarik: Apa maksudnya pasukan khusus sudah merespons  secara tepat dan memadai? Apa yang terjadi pada para tentara Rusia yang  secara ilegal mendarat di wilayah kita? Di mana mereka ditangkap dan  dipenjara, atau mungkin ditembak?,&amp;rdquo; tulis Jukneviciene.
&amp;ldquo;Saya sudah mendengar komentar dari komandan pasukan perbatasan  yang mengatakan, mereka tak tahu apa-apa tentang serbuan itu. Ini  penting untuk ditanyakan, karena ini masalah serius, meski sayangnya tak  ada yang menanyakan PM kita. Para wartawan, saya ingin ingatkan kalian  untuk tidak termakan hasutan ketika Anda diberikan informasi bahwa ini  rahasia negara,&amp;rdquo; lanjutnya.
Selain kepanikan, kebingungan turut melanda. Pernyataan PM dan  Menhan Lithuania juga dipertanyakan Liudas Dapkus, Pemimpin Redaksi  (Pemred) Lyrtas, portal berita terpopuler Lithuania.

&amp;ldquo;Jika pernyataan itu benar dan tak ada yang bereaksi, ini jadi  masalah serius. di mana nota protes Kementerian Luar Negeri terhadap  Rusia? Mana keputusan untuk memperkuat penjaga pantai? Jika hal ini  hanya hoax, maka persetan dengan permainan Anda!,&amp;rdquo; seru Dapkus.</content:encoded></item></channel></rss>
