<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perekrutan Polisi Pariwisata Khusus untuk Polwan Cantik</title><description>Sejumlah polisi mogok kerja akibat diskriminasi di mana sebuah perekrutan sebuah unit hanya diperuntukkan polwan yang &quot;atraktif&quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358238/perekrutan-polisi-pariwisata-khusus-untuk-polwan-cantik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358238/perekrutan-polisi-pariwisata-khusus-untuk-polwan-cantik"/><item><title>Perekrutan Polisi Pariwisata Khusus untuk Polwan Cantik</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358238/perekrutan-polisi-pariwisata-khusus-untuk-polwan-cantik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/09/18/1358238/perekrutan-polisi-pariwisata-khusus-untuk-polwan-cantik</guid><pubDate>Sabtu 09 April 2016 09:11 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/09/18/1358238/perekrutan-polisi-pariwisata-khusus-untuk-polwan-cantik-l7vRuKKBeq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Polwan Meksiko (ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/09/18/1358238/perekrutan-polisi-pariwisata-khusus-untuk-polwan-cantik-l7vRuKKBeq.jpg</image><title>Ilustrasi Polwan Meksiko (ist)</title></images><description>SANTIAGO DE QUER&amp;Eacute;TARO &amp;ndash; Diskriminasi di institusi kepolisian ternyata masih terjadi, seperti yang dilaporkan di Kota Santiago de Quer&amp;eacute;taro, Meksiko.
Sejak awal pekan ini, sejumlah polisi, terutama para polisi wanita (polwan), mogok kerja lantaran mengaku mengalami diskriminasi, terhadap dalam perekrutan unit baru, yakni unit polisi pariwisata.
Hal ini diperkuat laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Coincidir Mujeres yang mengadu pada Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Meksiko.
Aktivis LSM Coincidir Mujeres, Maricruz Ocampo mengatakan, LSM mereka mendapat banyak pengaduan dari para polwan, di mana perekrutan unit polisi pariwisata itu hanya diseleksi berdasarkan daya tarik, penampilan &amp;ndash; dan intinya, dikhususkan bagi para polwan cantik saja.Inspeksi perekrutan dan seleksi itu pun dilakukan oleh para perwira  polisi pria yang mengomentari penampilan para calon polisi pariwisata.
&amp;ldquo;Ada laporan yang mengatakan, seorang wanita yang belum lama ini  keguguran, dinilai sebagai polisi gendut,&amp;rdquo; sebut Ocampo, sebagaimana  disitat Express, Sabtu (9/4/2016).
&amp;ldquo;Wanita itu mengatakan, bahwa mereka dilatih untuk jadi anggota polisi, bukan gadis pertunjukan,&amp;rdquo; tambahnya lagi.
Hingga saat ini, dilaporkan para polisi di kota tersebut, masih  keukeuh mogok kerja dan menuntut mundurnya Kepala Kepolisian Meksiko,  Rolando Eugenio Hidalgo.
Nama Hidalgo sendiri sempat bikin heboh saat baru menjabat Kepala  Polisi dengan membentuk unit polwan yang atraktif di Aguascalientes, di  mana para polwan tersebut diwajibkan mengenakan seragam ketat, celana legging dan sepatu boot. 
(Baca: Polwan Meksiko Diperintahkan Melucuti Seragam Ketatnya)
Terkait diskriminasi dalam seleksi perekrutan polisi  pariwisata tersebut, kritik juga datang dari pengamat keamanan, Jorge  Kawas.

&amp;ldquo;Jelas hal ini merupakan tindakan diskriminasi dan tak ada  buktinya bahwa dengan merekrut wanita atraktif, mereka akan melakukan  pekerjaan yang lebih baik dari polwan lainnya,&amp;rdquo; cetus Kawas.</description><content:encoded>SANTIAGO DE QUER&amp;Eacute;TARO &amp;ndash; Diskriminasi di institusi kepolisian ternyata masih terjadi, seperti yang dilaporkan di Kota Santiago de Quer&amp;eacute;taro, Meksiko.
Sejak awal pekan ini, sejumlah polisi, terutama para polisi wanita (polwan), mogok kerja lantaran mengaku mengalami diskriminasi, terhadap dalam perekrutan unit baru, yakni unit polisi pariwisata.
Hal ini diperkuat laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Coincidir Mujeres yang mengadu pada Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Meksiko.
Aktivis LSM Coincidir Mujeres, Maricruz Ocampo mengatakan, LSM mereka mendapat banyak pengaduan dari para polwan, di mana perekrutan unit polisi pariwisata itu hanya diseleksi berdasarkan daya tarik, penampilan &amp;ndash; dan intinya, dikhususkan bagi para polwan cantik saja.Inspeksi perekrutan dan seleksi itu pun dilakukan oleh para perwira  polisi pria yang mengomentari penampilan para calon polisi pariwisata.
&amp;ldquo;Ada laporan yang mengatakan, seorang wanita yang belum lama ini  keguguran, dinilai sebagai polisi gendut,&amp;rdquo; sebut Ocampo, sebagaimana  disitat Express, Sabtu (9/4/2016).
&amp;ldquo;Wanita itu mengatakan, bahwa mereka dilatih untuk jadi anggota polisi, bukan gadis pertunjukan,&amp;rdquo; tambahnya lagi.
Hingga saat ini, dilaporkan para polisi di kota tersebut, masih  keukeuh mogok kerja dan menuntut mundurnya Kepala Kepolisian Meksiko,  Rolando Eugenio Hidalgo.
Nama Hidalgo sendiri sempat bikin heboh saat baru menjabat Kepala  Polisi dengan membentuk unit polwan yang atraktif di Aguascalientes, di  mana para polwan tersebut diwajibkan mengenakan seragam ketat, celana legging dan sepatu boot. 
(Baca: Polwan Meksiko Diperintahkan Melucuti Seragam Ketatnya)
Terkait diskriminasi dalam seleksi perekrutan polisi  pariwisata tersebut, kritik juga datang dari pengamat keamanan, Jorge  Kawas.

&amp;ldquo;Jelas hal ini merupakan tindakan diskriminasi dan tak ada  buktinya bahwa dengan merekrut wanita atraktif, mereka akan melakukan  pekerjaan yang lebih baik dari polwan lainnya,&amp;rdquo; cetus Kawas.</content:encoded></item></channel></rss>
