<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sunny Akui Jadi Perantara Ahok dan Pengusaha</title><description>Dalam pembahasan raperda banyak terjadi silang pendapat sehingga terkadang Sunny menjadi perantara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/11/337/1359607/sunny-akui-jadi-perantara-ahok-dan-pengusaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/11/337/1359607/sunny-akui-jadi-perantara-ahok-dan-pengusaha"/><item><title>Sunny Akui Jadi Perantara Ahok dan Pengusaha</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/11/337/1359607/sunny-akui-jadi-perantara-ahok-dan-pengusaha</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/11/337/1359607/sunny-akui-jadi-perantara-ahok-dan-pengusaha</guid><pubDate>Senin 11 April 2016 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/11/337/1359607/sunny-akui-jadi-perantara-ahok-dan-pengusaha-WLViWNthQr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/11/337/1359607/sunny-akui-jadi-perantara-ahok-dan-pengusaha-WLViWNthQr.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan pencegahan pada 6 April 2016, akhirnya Sunny Tanuwidjaja hari ini menampakkan diri di depan media.
Dalam keterangannya, Sunny yang disebut-sebut sebagai staf khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini menyatakan memang menjadi perantara dengan pihak pengusaha.
&quot;Soal penghubung mereka (pengusaha) dengan Gubernur, iya. Karena mereka ingin kasih masukan, sungkan dengan Pak Ahok. Enggak tahu timing-nya kapan yang tepat, kadang-kadang via saya,&quot; kata Sunny usai bertemu Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/4/2016).
Sunny menjelaskan, dalam kaitannya dengan pembahasan dua raperda terkait reklamasi, ia memang menjadi perantara pihak Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) DKI Jakarta dengan paguyuban pengembang reklamasi.
Menurutnya, dalam pembahasan raperda tersebut, banyak terjadi silang pendapat sehingga terkadang ia menjadi perantara.&amp;nbsp; (Baca juga: Diperiksa KPK, Taufik Sangkal Berhubungan dengan Perusahaan Aguan)
&quot;Konsultasi dengan paguyuban. Kan selalu ada perbedaan pandangan. Mereka juga ingin menyampaikan perbedaan pandangan dari sisi mereka itu seperti apa pandangannya. Kadang langsung ke Pak Gub, kadang langsung ke saya. Interaksinya dari situ sebenarnya,&quot; jelas dia.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNC8wOC8yMi83MTY1Ni8zL3BEVEJacUZMcFY0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Namun, mengenai tudingan perancang pertemuan antara Mohamad Sanusi  dan Presiden Direktur Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja, Sunny  mengatakan hubungan keduanya sudah berlangsung lama yakni sejak 2004.  Sehingga, menurut dia, untuk keduanya berkomunikasi tak memerlukan  perantara.
&quot;Sebenarnya kalau antara pengusaha dengan DPRD ya, mereka sudah  saling kenal kok. Bahkan, lebih dulu sebelum ada saya. Sebelum saya kenal  pengusahanya, sebelum kenal dengan DPRD, mereka sudah saling kenal.  Misalkan kayak Pak Sanusi dan Pak Ariesman, itu setahu saya sejak 2004,  Pak Sanusi kan sebelum DPRD pengusaha juga,&quot; tandasnya.Diketahui sebelumnya, pencegahan Sunny terkait dengan dugaan suap   pembahasan dua Raperda, yakni tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir   dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dan Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan   Strategis Pantai Utara Jakarta.
Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu Ketua   Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi, Presiden Direktur Agung Podomoro Land   Ariesman Widjaja dan anak buahnya Trinanda Prihantoro.
Nama pria yang disebut-sebut sebagai staff khusus Ahok ini pertama   kali keluar dari pernyataan pengacara Mohamad Sanusi, Krisna Murthi.   Krisna mengungkapkan dugaan keterlibatan Sunny dalam kasus suap Sanusi.</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan pencegahan pada 6 April 2016, akhirnya Sunny Tanuwidjaja hari ini menampakkan diri di depan media.
Dalam keterangannya, Sunny yang disebut-sebut sebagai staf khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini menyatakan memang menjadi perantara dengan pihak pengusaha.
&quot;Soal penghubung mereka (pengusaha) dengan Gubernur, iya. Karena mereka ingin kasih masukan, sungkan dengan Pak Ahok. Enggak tahu timing-nya kapan yang tepat, kadang-kadang via saya,&quot; kata Sunny usai bertemu Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/4/2016).
Sunny menjelaskan, dalam kaitannya dengan pembahasan dua raperda terkait reklamasi, ia memang menjadi perantara pihak Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) DKI Jakarta dengan paguyuban pengembang reklamasi.
Menurutnya, dalam pembahasan raperda tersebut, banyak terjadi silang pendapat sehingga terkadang ia menjadi perantara.&amp;nbsp; (Baca juga: Diperiksa KPK, Taufik Sangkal Berhubungan dengan Perusahaan Aguan)
&quot;Konsultasi dengan paguyuban. Kan selalu ada perbedaan pandangan. Mereka juga ingin menyampaikan perbedaan pandangan dari sisi mereka itu seperti apa pandangannya. Kadang langsung ke Pak Gub, kadang langsung ke saya. Interaksinya dari situ sebenarnya,&quot; jelas dia.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNC8wOC8yMi83MTY1Ni8zL3BEVEJacUZMcFY0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Namun, mengenai tudingan perancang pertemuan antara Mohamad Sanusi  dan Presiden Direktur Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja, Sunny  mengatakan hubungan keduanya sudah berlangsung lama yakni sejak 2004.  Sehingga, menurut dia, untuk keduanya berkomunikasi tak memerlukan  perantara.
&quot;Sebenarnya kalau antara pengusaha dengan DPRD ya, mereka sudah  saling kenal kok. Bahkan, lebih dulu sebelum ada saya. Sebelum saya kenal  pengusahanya, sebelum kenal dengan DPRD, mereka sudah saling kenal.  Misalkan kayak Pak Sanusi dan Pak Ariesman, itu setahu saya sejak 2004,  Pak Sanusi kan sebelum DPRD pengusaha juga,&quot; tandasnya.Diketahui sebelumnya, pencegahan Sunny terkait dengan dugaan suap   pembahasan dua Raperda, yakni tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir   dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dan Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan   Strategis Pantai Utara Jakarta.
Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu Ketua   Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi, Presiden Direktur Agung Podomoro Land   Ariesman Widjaja dan anak buahnya Trinanda Prihantoro.
Nama pria yang disebut-sebut sebagai staff khusus Ahok ini pertama   kali keluar dari pernyataan pengacara Mohamad Sanusi, Krisna Murthi.   Krisna mengungkapkan dugaan keterlibatan Sunny dalam kasus suap Sanusi.</content:encoded></item></channel></rss>
