<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fadli Zon: Uang Lahan Sumber Waras Bukan Punya Nenek Moyang Ahok!</title><description>Politikus Partai Gerindra itu lalu menyoroti persoalan RS Sumber Waras yang memiliki nilai proyek hingga Rp750 miliar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/14/338/1362595/fadli-zon-uang-lahan-sumber-waras-bukan-punya-nenek-moyang-ahok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/14/338/1362595/fadli-zon-uang-lahan-sumber-waras-bukan-punya-nenek-moyang-ahok"/><item><title>Fadli Zon: Uang Lahan Sumber Waras Bukan Punya Nenek Moyang Ahok!</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/14/338/1362595/fadli-zon-uang-lahan-sumber-waras-bukan-punya-nenek-moyang-ahok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/14/338/1362595/fadli-zon-uang-lahan-sumber-waras-bukan-punya-nenek-moyang-ahok</guid><pubDate>Kamis 14 April 2016 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/14/338/1362595/fadli-zon-uang-lahan-sumber-waras-bukan-punya-nenek-moyang-ahok-sGljPnS7Dt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/14/338/1362595/fadli-zon-uang-lahan-sumber-waras-bukan-punya-nenek-moyang-ahok-sGljPnS7Dt.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai kesepakatan antara Komisi IV dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta sudah tepat.
Pasalnya, terdapat persoalan yang belum selesai dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) justru bersikap layaknya seorang pedagang.
&quot;Kesepakatan itu tepat, karena banyak masalah yang belum selesai, saya kira gubernur (Ahok) ini kaya dagang aja,&quot; ujar Fadli kepada awak media di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2016).
Politikus Partai Gerindra itu lalu menyoroti persoalan RS Sumber Waras yang memiliki nilai proyek hingga Rp750 miliar untuk membeli lahan seluas 3,7 hektare. Namun, meski sudah dibeli, lahan tersebut belum bisa digunakan hingga saat ini.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNC8xMy8xLzcyMDM3LzMvQm5XM1Y3Y0tJUmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&quot;Ini bukan dagang, termasuk soal Sumber Waras karena ini angkanya  besar. Ini kan bukan uang nenek moyang dia juga Rp750 miliar. Sudah  dibeli tidak bisa digunakan,&quot; imbuhnya.
Alhasil, meski sudah dibayar pada 2014, status tanah tersebut masih  belum jelas. Sebab itu, Fadli menganggap adanya unsur korupsi di poin  tersebut.
&quot;2014 sudah diberikan ke penjual, tapi statusnya tidak jelas. Bahwa dia terlibat langsung atau tidak itu sudah nyata,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai kesepakatan antara Komisi IV dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta sudah tepat.
Pasalnya, terdapat persoalan yang belum selesai dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) justru bersikap layaknya seorang pedagang.
&quot;Kesepakatan itu tepat, karena banyak masalah yang belum selesai, saya kira gubernur (Ahok) ini kaya dagang aja,&quot; ujar Fadli kepada awak media di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2016).
Politikus Partai Gerindra itu lalu menyoroti persoalan RS Sumber Waras yang memiliki nilai proyek hingga Rp750 miliar untuk membeli lahan seluas 3,7 hektare. Namun, meski sudah dibeli, lahan tersebut belum bisa digunakan hingga saat ini.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wNC8xMy8xLzcyMDM3LzMvQm5XM1Y3Y0tJUmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&quot;Ini bukan dagang, termasuk soal Sumber Waras karena ini angkanya  besar. Ini kan bukan uang nenek moyang dia juga Rp750 miliar. Sudah  dibeli tidak bisa digunakan,&quot; imbuhnya.
Alhasil, meski sudah dibayar pada 2014, status tanah tersebut masih  belum jelas. Sebab itu, Fadli menganggap adanya unsur korupsi di poin  tersebut.
&quot;2014 sudah diberikan ke penjual, tapi statusnya tidak jelas. Bahwa dia terlibat langsung atau tidak itu sudah nyata,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
