<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Derita &quot;Manusia Perahu&quot; seperti Mimpi Buruk yang Tak Terbangun</title><description>Lastri mengungkapkan, hidupnya saat ini seakan seperti mimpi buruk yang tak pernah berakhir dan terbangun dari tidur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/15/338/1363808/derita-manusia-perahu-seperti-mimpi-buruk-yang-tak-terbangun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/15/338/1363808/derita-manusia-perahu-seperti-mimpi-buruk-yang-tak-terbangun"/><item><title>Derita &quot;Manusia Perahu&quot; seperti Mimpi Buruk yang Tak Terbangun</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/15/338/1363808/derita-manusia-perahu-seperti-mimpi-buruk-yang-tak-terbangun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/15/338/1363808/derita-manusia-perahu-seperti-mimpi-buruk-yang-tak-terbangun</guid><pubDate>Jum'at 15 April 2016 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/15/338/1363808/derita-manusia-perahu-seperti-mimpi-buruk-yang-tak-terbangun-5HzMyF5mwS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/15/338/1363808/derita-manusia-perahu-seperti-mimpi-buruk-yang-tak-terbangun-5HzMyF5mwS.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara nasibnya kini semakin menderita setelah Senin 11 April 2016 lalu rumah mereka dihancurkan belasan alat berat sehingga saat ini terlihat tumpukan puing, batu dan besi yang rata dengan tanah.
Mereka juga menolak untuk dipindahkan ke rumah susun yang ditawarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kawasan Marunda, Jakarta Utara dan Rawa Bebek, Jakarta Timur. Warga lebih memilih berdiam diri di perahu-perahu yang bersandar di dermaga.
Lastri, seorang ibu beranak dua contohnya. Ia lebih memilih tinggal sementara di perahu-perahu bersama keluarga lainnya ketimbang pindah ke rusun yang lokasinya sangat jauh dari tempat tinggal mereka sekarang.
&quot;Jauh rusunnya, kita kan disini nelayan masa pindah ke tengah kota, gimana cari uangnya,&quot; keluh Lastri saat berbincang dengan Okezone, Jumat (15/4/2016).
Lastri mengungkapkan, hidupnya saat ini seakan seperti mimpi buruk yang tak pernah berakhir dan terbangun dari tidur. Ia sangat berharap penderitaannya ini cepat berlalu. Pasalnya, Lastri telah berpuluh-puluh tahun hidup di daerah Pasar Ikan dari kecil hingga saat ini telah berkeluarga

&quot;Rasanya kayak mimpi tapi kok enggak selesai-selesai. Puluhan tahun  disini tapi kok sekarang tragisnya,&quot; ungkap Lastri dengan mata  berkaca-kaca.
Ia pun berharap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  memiliki keteguhan hati untuk memberikan rasa keadilan pada warga Pasar  Ikan.
&quot;Saya cuma minta keadilan Pak Ahok, jangan asal gusur aja, ini  mah lebih dari sampah kita, sampah aja dibuang pada tempatnya, lah kita  dibuang sembarangan gini,&quot; teriak Lastri.</description><content:encoded>JAKARTA - Warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara nasibnya kini semakin menderita setelah Senin 11 April 2016 lalu rumah mereka dihancurkan belasan alat berat sehingga saat ini terlihat tumpukan puing, batu dan besi yang rata dengan tanah.
Mereka juga menolak untuk dipindahkan ke rumah susun yang ditawarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kawasan Marunda, Jakarta Utara dan Rawa Bebek, Jakarta Timur. Warga lebih memilih berdiam diri di perahu-perahu yang bersandar di dermaga.
Lastri, seorang ibu beranak dua contohnya. Ia lebih memilih tinggal sementara di perahu-perahu bersama keluarga lainnya ketimbang pindah ke rusun yang lokasinya sangat jauh dari tempat tinggal mereka sekarang.
&quot;Jauh rusunnya, kita kan disini nelayan masa pindah ke tengah kota, gimana cari uangnya,&quot; keluh Lastri saat berbincang dengan Okezone, Jumat (15/4/2016).
Lastri mengungkapkan, hidupnya saat ini seakan seperti mimpi buruk yang tak pernah berakhir dan terbangun dari tidur. Ia sangat berharap penderitaannya ini cepat berlalu. Pasalnya, Lastri telah berpuluh-puluh tahun hidup di daerah Pasar Ikan dari kecil hingga saat ini telah berkeluarga

&quot;Rasanya kayak mimpi tapi kok enggak selesai-selesai. Puluhan tahun  disini tapi kok sekarang tragisnya,&quot; ungkap Lastri dengan mata  berkaca-kaca.
Ia pun berharap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  memiliki keteguhan hati untuk memberikan rasa keadilan pada warga Pasar  Ikan.
&quot;Saya cuma minta keadilan Pak Ahok, jangan asal gusur aja, ini  mah lebih dari sampah kita, sampah aja dibuang pada tempatnya, lah kita  dibuang sembarangan gini,&quot; teriak Lastri.</content:encoded></item></channel></rss>
