<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Flu Burung, Warga Palangkaraya Aktif Laporkan Unggas Mati Mendadak</title><description>Kejadian itu terjadi selama beberapa hari berturut-turut, ada sebanyak 42 ekor ayam yang mati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/15/340/1364250/waspada-flu-burung-warga-palangkaraya-aktif-laporkan-unggas-mati-mendadak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/15/340/1364250/waspada-flu-burung-warga-palangkaraya-aktif-laporkan-unggas-mati-mendadak"/><item><title>Waspada Flu Burung, Warga Palangkaraya Aktif Laporkan Unggas Mati Mendadak</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/15/340/1364250/waspada-flu-burung-warga-palangkaraya-aktif-laporkan-unggas-mati-mendadak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/15/340/1364250/waspada-flu-burung-warga-palangkaraya-aktif-laporkan-unggas-mati-mendadak</guid><pubDate>Jum'at 15 April 2016 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/15/340/1364250/waspada-flu-burung-warga-palangkaraya-aktif-laporkan-unggas-mati-mendadak-mvyx2jT2iN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/15/340/1364250/waspada-flu-burung-warga-palangkaraya-aktif-laporkan-unggas-mati-mendadak-mvyx2jT2iN.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>PALANGKARAYA &amp;ndash; Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kerap menerima aduan masyarakat terkait adanya ayam ternak yang mati mendadak.
&quot;Kejadian itu terjadi selama beberapa hari berturut-turut, ada sebanyak 42 ekor ayam yang mati,&quot; Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disperkanak Palangkaraya, Sugiyanto, Jumat (15/4/2016).
Sugiyanto mengatakan, kejadian itu terjadi pada peternakan di Jalan Tingang, Jalan Merdeka dan peternak di kawasan Panarung, Palangkaraya.
&quot;Setelah kami lakukan penyelidikan, penyebab kematian mendadak itu bukan karena virus flu burung tetapi karena fisik unggas tak sanggup beradaptasi pada keadaan cuaca yang berubah-ubah secara mendadak,&quot; ujar dia.
Hampir separuh kebutuhan ayam yang ada di kota berjuluk &quot;Kota Cantik&quot; dipasok dari daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan sebagian lainnya dari peternak di Jawa Timur.
&quot;Untuk pengiriman dari Banjarmasin setiap ayam yang dikirim harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat. Untuk bibit ayam dari Jawa Timur dengan umur ayam baru satu hari, sementara ini kita hentikan,&quot; katanya.
Hal itu dilakukan pihaknya dalam rangka mencegah masuknya virus flu burung di Kota Palangkaraya. &quot;Kami juga terus koordinasi dengan rumah potong hewan lintas wilayah, sehingga ayam yang akan masuk ke wilayah kita mendapat jaminan bebas dari penyakit mematikan,&quot; katanya.
Namun demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak segan melapor kepada pihak Dinas Peternakan kota jika melihat adanya ayam atau unggas yang mati mendadak.
&quot;Karena kalau dibiarkan, bisa menjadi bahaya bagi keluarga peternak sendiri, sebab penyakit flu burung ini akan mudah menjangkit dan bisa menyebabkan kematian,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>PALANGKARAYA &amp;ndash; Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kerap menerima aduan masyarakat terkait adanya ayam ternak yang mati mendadak.
&quot;Kejadian itu terjadi selama beberapa hari berturut-turut, ada sebanyak 42 ekor ayam yang mati,&quot; Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disperkanak Palangkaraya, Sugiyanto, Jumat (15/4/2016).
Sugiyanto mengatakan, kejadian itu terjadi pada peternakan di Jalan Tingang, Jalan Merdeka dan peternak di kawasan Panarung, Palangkaraya.
&quot;Setelah kami lakukan penyelidikan, penyebab kematian mendadak itu bukan karena virus flu burung tetapi karena fisik unggas tak sanggup beradaptasi pada keadaan cuaca yang berubah-ubah secara mendadak,&quot; ujar dia.
Hampir separuh kebutuhan ayam yang ada di kota berjuluk &quot;Kota Cantik&quot; dipasok dari daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan sebagian lainnya dari peternak di Jawa Timur.
&quot;Untuk pengiriman dari Banjarmasin setiap ayam yang dikirim harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat. Untuk bibit ayam dari Jawa Timur dengan umur ayam baru satu hari, sementara ini kita hentikan,&quot; katanya.
Hal itu dilakukan pihaknya dalam rangka mencegah masuknya virus flu burung di Kota Palangkaraya. &quot;Kami juga terus koordinasi dengan rumah potong hewan lintas wilayah, sehingga ayam yang akan masuk ke wilayah kita mendapat jaminan bebas dari penyakit mematikan,&quot; katanya.
Namun demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak segan melapor kepada pihak Dinas Peternakan kota jika melihat adanya ayam atau unggas yang mati mendadak.
&quot;Karena kalau dibiarkan, bisa menjadi bahaya bagi keluarga peternak sendiri, sebab penyakit flu burung ini akan mudah menjangkit dan bisa menyebabkan kematian,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
