<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratna Sarumpaet Ingin Dirikan Tenda di Pasar Ikan</title><description>Tenda itu nantinya akan diperuntukkan bagi warga &amp;lrm;yang enggan direlokasi ke Rusun Marunda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/18/338/1365757/ratna-sarumpaet-ingin-dirikan-tenda-di-pasar-ikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/18/338/1365757/ratna-sarumpaet-ingin-dirikan-tenda-di-pasar-ikan"/><item><title>Ratna Sarumpaet Ingin Dirikan Tenda di Pasar Ikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/18/338/1365757/ratna-sarumpaet-ingin-dirikan-tenda-di-pasar-ikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/18/338/1365757/ratna-sarumpaet-ingin-dirikan-tenda-di-pasar-ikan</guid><pubDate>Senin 18 April 2016 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/18/338/1365757/ratna-sarumpaet-ingin-dirikan-tenda-di-pasar-ikan-2YPGNrurpj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratna Sarumpaet digiring petugas saat penggusuran Pasar Ikan (Lina/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/18/338/1365757/ratna-sarumpaet-ingin-dirikan-tenda-di-pasar-ikan-2YPGNrurpj.jpg</image><title>Ratna Sarumpaet digiring petugas saat penggusuran Pasar Ikan (Lina/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - &amp;lrm;Aktivis hak asasi manusia (HAM), Ratna Sarumpaet, meminta Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, untuk memberikan izin kepada pihaknya agar dapat mendirikan tenda di lokasi gusuran kawasan Pasar Ikan dan Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Tenda itu nantinya akan diperuntukkan bagi warga &amp;lrm;yang enggan direlokasi ke Rusun Marunda. Menurutnya, setiap warga berhak mendapat kehidupan yang layak sehingga tidak harus tinggal di perahu-perahu.

&quot;&amp;lrm;Kita punya hak yang sama di negeri ini. Saya berapa kali bertemu warga, dan untuk itu biarkan warga tinggal di tenda, sembari menunggu hak mereka dari Pemprov DKI. Warga juga digusur tanpa sosialisasi,&quot; kata Ratna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (18/4/2016).

Ia menyatakan telah menghubungi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk meminjam tenda milik kedua institusi negara tersebut.

Ratna mengatakan, tenda nantinya dapat ditinggali warga terdampak penggusuran. Namun, tenda hanya dapat berdiri apabila diizinkan DPRD DKI Jakarta. (Baca juga: Derita Manusia Perahu)

&quot;&amp;lrm;Saya sudah menghubungi Kapolri dan Panglima. Saya katakana, saya ingin memasang tenda sembari menunggu hak mereka dari Pemprov DKI. Saya ingin pinjam tenda dari TNI sebanyak 20 sampai 25 tenda agar mereka mendapat kehidupan layak dan mudah diajak berdialog di sana,&quot; imbuhnya.

DPRD DKI Jakarta, kata Ratna, harus mengoreksi konsep pembangunan yang direncanakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab, lanjut dia, terdapat kesalahan dalam perencanaan revitasilasi sejarah di Ibu Kota.

&quot;Permasalahan Luar Batang ini saya lihat ada di konsep revitalisasi. Pelabuhan, Pasar Ikan, itu sejarah pengusaha dari seluruh dunia datang ke Jakarta. Seharusnya pemugaran cagar budaya itu dibentuk tim yang membahas itu,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;lrm;Aktivis hak asasi manusia (HAM), Ratna Sarumpaet, meminta Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, untuk memberikan izin kepada pihaknya agar dapat mendirikan tenda di lokasi gusuran kawasan Pasar Ikan dan Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Tenda itu nantinya akan diperuntukkan bagi warga &amp;lrm;yang enggan direlokasi ke Rusun Marunda. Menurutnya, setiap warga berhak mendapat kehidupan yang layak sehingga tidak harus tinggal di perahu-perahu.

&quot;&amp;lrm;Kita punya hak yang sama di negeri ini. Saya berapa kali bertemu warga, dan untuk itu biarkan warga tinggal di tenda, sembari menunggu hak mereka dari Pemprov DKI. Warga juga digusur tanpa sosialisasi,&quot; kata Ratna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (18/4/2016).

Ia menyatakan telah menghubungi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk meminjam tenda milik kedua institusi negara tersebut.

Ratna mengatakan, tenda nantinya dapat ditinggali warga terdampak penggusuran. Namun, tenda hanya dapat berdiri apabila diizinkan DPRD DKI Jakarta. (Baca juga: Derita Manusia Perahu)

&quot;&amp;lrm;Saya sudah menghubungi Kapolri dan Panglima. Saya katakana, saya ingin memasang tenda sembari menunggu hak mereka dari Pemprov DKI. Saya ingin pinjam tenda dari TNI sebanyak 20 sampai 25 tenda agar mereka mendapat kehidupan layak dan mudah diajak berdialog di sana,&quot; imbuhnya.

DPRD DKI Jakarta, kata Ratna, harus mengoreksi konsep pembangunan yang direncanakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab, lanjut dia, terdapat kesalahan dalam perencanaan revitasilasi sejarah di Ibu Kota.

&quot;Permasalahan Luar Batang ini saya lihat ada di konsep revitalisasi. Pelabuhan, Pasar Ikan, itu sejarah pengusaha dari seluruh dunia datang ke Jakarta. Seharusnya pemugaran cagar budaya itu dibentuk tim yang membahas itu,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
