<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tewas saat Tagih Pajak, Keluarga Sozanolo Merasa Ditelantarkan</title><description>Keluarga Sozanolo Lase menuding Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tidak adil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/18/340/1365465/tewas-saat-tagih-pajak-keluarga-sozanolo-merasa-ditelantarkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/18/340/1365465/tewas-saat-tagih-pajak-keluarga-sozanolo-merasa-ditelantarkan"/><item><title>Tewas saat Tagih Pajak, Keluarga Sozanolo Merasa Ditelantarkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/18/340/1365465/tewas-saat-tagih-pajak-keluarga-sozanolo-merasa-ditelantarkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/18/340/1365465/tewas-saat-tagih-pajak-keluarga-sozanolo-merasa-ditelantarkan</guid><pubDate>Senin 18 April 2016 08:53 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Lase</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/18/340/1365465/tewas-saat-tagih-pajak-keluarga-sozanolo-merasa-ditelantarkan-rkqOSwLoRh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Agus Tina Zebua (kiri) dan ibu kandung kandung Sozanolo (kanan). (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/18/340/1365465/tewas-saat-tagih-pajak-keluarga-sozanolo-merasa-ditelantarkan-rkqOSwLoRh.jpg</image><title>Agus Tina Zebua (kiri) dan ibu kandung kandung Sozanolo (kanan). (dok.Okezone)</title></images><description>GUNUNGSITOLI &amp;ndash; Pasca-pembunuhan dua petugas pajak di Gunungsitoli, Sumatera Utara, pada Selasa 12 April 2016, keluarga Sozanolo Lase menuding Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tidak adil. Setelah Sozanolo tewas dalam insiden itu, tidak ada sedikit pun penghargaan yang diberikan kepada alamarhum.
Sozanolo Lase merupakan honorer yang sudah mengabdi di Kantor KP2KP Gunungsitoli lebih dari 10 tahun. Ia turut tewas saat menemani Parada Toga Fransriaono Siahaan, juru sita Seksi Penagihan Pajak Unit Kerja KPP Pratama Sibolga, untuk menagih pajak sekira Rp14,5 miliar kepada wajib pajak berinisial AL.
Keluarga Sozanolo merasa ditelantarkan oleh pemerintah karena tidak mendapat perhatian dan penghargaan sedikit pun. Padahal, Sozanolo dan Parada sama-sama melaksanakan tugas negara hingga kehilangan nyawa.
&amp;ldquo;Kami sangat kecewa terhadap pemerintah, dalam hal ini Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, yang seakan-akan menganaktirikan anak kami, Sozanolo Lase. Hingga kini sama sekali tidak perhatian mereka,&amp;rdquo; ujar tante korban, Agustina Zebua, Senin (18/4/2016).
Ia menuturkan, perlakuan kepada Sozanolo berbeda jauh dengan Parada Toga Fransriaono Siahaan yang dikebumikan secara militer, anak yang masih di dalam kandungan diberi beasiswa hingga nanti menamatkan studi, pemberian rumah dinas, bahkan kenaikan golongan satu tingkat untuk mengenang jasanya oleh Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
&amp;ldquo;Kami sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang hanya memandang sebelah mata kematian anak kami Sozanolo. Buktinya hingga kini sama sekali tidak ada penghargaan baginya, berbeda jauh apa yang didapat oleh Parada dari Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan,&amp;rdquo; ucap Agustina.
Ia menceritakan, alamarhum sebelumnya tinggal bersama ibunya di rumah ayah angkatnya, dan seluruh kebutuhan ibunya dialah yang menanggung. Namun saat ini ibunya tinggal sendirian tanpa ada yang menghidupi dan juga tidak adanya rumah tempat tinggal yang menetap.
&amp;ldquo;Kami hanya berharap agar almarhum diangkat menjadi pegawai negeri sipil sebagai tanda jasa buat nyawanya. Terlebih, almarhum merupakan satu-satunya tulang punggung di keluarga yang selama ini menghidupi ibunya,&amp;rdquo; jelasnya.
Sementara hingga kini pihak Kantor Pelayanan Pajak Gunungsitoli tidak memberikan konfirmasi terkait apa yang diberikan kepada Sozanolo sebagai sebagai penghargaan karena tewas saat menjalankan tugas negara.&amp;nbsp; [Baca Juga: Jenazah Petugas Pajak Dimakamkan Secara Semi Militer]</description><content:encoded>GUNUNGSITOLI &amp;ndash; Pasca-pembunuhan dua petugas pajak di Gunungsitoli, Sumatera Utara, pada Selasa 12 April 2016, keluarga Sozanolo Lase menuding Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tidak adil. Setelah Sozanolo tewas dalam insiden itu, tidak ada sedikit pun penghargaan yang diberikan kepada alamarhum.
Sozanolo Lase merupakan honorer yang sudah mengabdi di Kantor KP2KP Gunungsitoli lebih dari 10 tahun. Ia turut tewas saat menemani Parada Toga Fransriaono Siahaan, juru sita Seksi Penagihan Pajak Unit Kerja KPP Pratama Sibolga, untuk menagih pajak sekira Rp14,5 miliar kepada wajib pajak berinisial AL.
Keluarga Sozanolo merasa ditelantarkan oleh pemerintah karena tidak mendapat perhatian dan penghargaan sedikit pun. Padahal, Sozanolo dan Parada sama-sama melaksanakan tugas negara hingga kehilangan nyawa.
&amp;ldquo;Kami sangat kecewa terhadap pemerintah, dalam hal ini Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, yang seakan-akan menganaktirikan anak kami, Sozanolo Lase. Hingga kini sama sekali tidak perhatian mereka,&amp;rdquo; ujar tante korban, Agustina Zebua, Senin (18/4/2016).
Ia menuturkan, perlakuan kepada Sozanolo berbeda jauh dengan Parada Toga Fransriaono Siahaan yang dikebumikan secara militer, anak yang masih di dalam kandungan diberi beasiswa hingga nanti menamatkan studi, pemberian rumah dinas, bahkan kenaikan golongan satu tingkat untuk mengenang jasanya oleh Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
&amp;ldquo;Kami sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang hanya memandang sebelah mata kematian anak kami Sozanolo. Buktinya hingga kini sama sekali tidak ada penghargaan baginya, berbeda jauh apa yang didapat oleh Parada dari Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan,&amp;rdquo; ucap Agustina.
Ia menceritakan, alamarhum sebelumnya tinggal bersama ibunya di rumah ayah angkatnya, dan seluruh kebutuhan ibunya dialah yang menanggung. Namun saat ini ibunya tinggal sendirian tanpa ada yang menghidupi dan juga tidak adanya rumah tempat tinggal yang menetap.
&amp;ldquo;Kami hanya berharap agar almarhum diangkat menjadi pegawai negeri sipil sebagai tanda jasa buat nyawanya. Terlebih, almarhum merupakan satu-satunya tulang punggung di keluarga yang selama ini menghidupi ibunya,&amp;rdquo; jelasnya.
Sementara hingga kini pihak Kantor Pelayanan Pajak Gunungsitoli tidak memberikan konfirmasi terkait apa yang diberikan kepada Sozanolo sebagai sebagai penghargaan karena tewas saat menjalankan tugas negara.&amp;nbsp; [Baca Juga: Jenazah Petugas Pajak Dimakamkan Secara Semi Militer]</content:encoded></item></channel></rss>
