<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Polisi Periksa Saksi Kasus Pelemparan Molotov di Tabligh Akbar PPP   </title><description>Polisi hingga kini masih menyelidiki tewasnya simpatisan massa PPP, Didin Suparyanto (19) di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/18/510/1366136/polisi-periksa-saksi-kasus-pelemparan-molotov-di-tabligh-akbar-ppp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/18/510/1366136/polisi-periksa-saksi-kasus-pelemparan-molotov-di-tabligh-akbar-ppp"/><item><title>  Polisi Periksa Saksi Kasus Pelemparan Molotov di Tabligh Akbar PPP   </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/18/510/1366136/polisi-periksa-saksi-kasus-pelemparan-molotov-di-tabligh-akbar-ppp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/18/510/1366136/polisi-periksa-saksi-kasus-pelemparan-molotov-di-tabligh-akbar-ppp</guid><pubDate>Senin 18 April 2016 19:29 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/18/510/1366136/polisi-periksa-saksi-kasus-pelemparan-molotov-di-tabligh-akbar-ppp-HZPKl7ayXD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/18/510/1366136/polisi-periksa-saksi-kasus-pelemparan-molotov-di-tabligh-akbar-ppp-HZPKl7ayXD.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone</title></images><description>
YOGYAKARTA - Polisi hingga kini masih menyelidiki tewasnya simpatisan massa PPP, Didin Suparyanto (19) di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman.

&quot;Kasus ini ditangani Polres Sleman, di Backup penuh oleh Polda DIY dan bahkan Mabes Polri juga membackup,&quot; kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, AKBP Djuhandani Raharjo Puro kepada Wartawan, Senin (18/4/2016).

Djuhandani mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan olah TKP untuk mengungkap kasus tersebut dan petugas sudah melakukan rekonstruksi awal dan olah TKP. Pihaknya pun masih melakukan pemeriksaan CCTV.

Meski bisa melihat ciri-ciri pelaku dengan sepeda motor, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan apakah yang terekam tersebut benar pelaku penyerangan tersebut.

&quot;masih mencoba mengidentifikasi kendaraan yang diduga tersangka, dari motornya belum bisa melihat jelas plat nomornya,&quot; ulasnya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus ini. Antara lain dengan beberapa hal yang melekat di tubuh korban, Seperti ditemukannya bekas jelaga di tubuh korban, potongan batu, serpihan kertas dan plastik.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Sepuh Siregar mengungkapkan, pihaknya saat ini masih memeriksa saksi sebanyak enam orang. Selain itu, pihaknya juga memeriksa CCTV.

&quot;Sementara diduga hanya dua orang. CCTV masih dipelajari. Karena tidak terlalu jelas akan diperjelas untuk identifikasi pelaku. Kami menerjunkan dari inavis polres dan labfor Semarang,&quot; katanya.

Disinggung mengenai bahan peledak. Sepuh memastikan hal itu bukan molotov. Meski demikian, pihaknya masih menunggu dari labfor.

&quot;Kita masih menunggu laboraturium forensik. Dari keterangan saksi, memang ada suara ledakan yang disertai asap putih,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
YOGYAKARTA - Polisi hingga kini masih menyelidiki tewasnya simpatisan massa PPP, Didin Suparyanto (19) di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman.

&quot;Kasus ini ditangani Polres Sleman, di Backup penuh oleh Polda DIY dan bahkan Mabes Polri juga membackup,&quot; kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, AKBP Djuhandani Raharjo Puro kepada Wartawan, Senin (18/4/2016).

Djuhandani mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan olah TKP untuk mengungkap kasus tersebut dan petugas sudah melakukan rekonstruksi awal dan olah TKP. Pihaknya pun masih melakukan pemeriksaan CCTV.

Meski bisa melihat ciri-ciri pelaku dengan sepeda motor, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan apakah yang terekam tersebut benar pelaku penyerangan tersebut.

&quot;masih mencoba mengidentifikasi kendaraan yang diduga tersangka, dari motornya belum bisa melihat jelas plat nomornya,&quot; ulasnya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus ini. Antara lain dengan beberapa hal yang melekat di tubuh korban, Seperti ditemukannya bekas jelaga di tubuh korban, potongan batu, serpihan kertas dan plastik.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Sepuh Siregar mengungkapkan, pihaknya saat ini masih memeriksa saksi sebanyak enam orang. Selain itu, pihaknya juga memeriksa CCTV.

&quot;Sementara diduga hanya dua orang. CCTV masih dipelajari. Karena tidak terlalu jelas akan diperjelas untuk identifikasi pelaku. Kami menerjunkan dari inavis polres dan labfor Semarang,&quot; katanya.

Disinggung mengenai bahan peledak. Sepuh memastikan hal itu bukan molotov. Meski demikian, pihaknya masih menunggu dari labfor.

&quot;Kita masih menunggu laboraturium forensik. Dari keterangan saksi, memang ada suara ledakan yang disertai asap putih,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
