<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Minta Warga Tidak Terprovokasi soal Kematian Simpatisan PPP</title><description>pihaknya juga menunggu hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Semarang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/22/510/1370049/polisi-minta-warga-tidak-terprovokasi-soal-kematian-simpatisan-ppp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/22/510/1370049/polisi-minta-warga-tidak-terprovokasi-soal-kematian-simpatisan-ppp"/><item><title>Polisi Minta Warga Tidak Terprovokasi soal Kematian Simpatisan PPP</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/22/510/1370049/polisi-minta-warga-tidak-terprovokasi-soal-kematian-simpatisan-ppp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/22/510/1370049/polisi-minta-warga-tidak-terprovokasi-soal-kematian-simpatisan-ppp</guid><pubDate>Jum'at 22 April 2016 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/22/510/1370049/polisi-minta-warga-tidak-terprovokasi-soal-kematian-simpatisan-ppp-rHBlrNmkpx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/22/510/1370049/polisi-minta-warga-tidak-terprovokasi-soal-kematian-simpatisan-ppp-rHBlrNmkpx.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Polda Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendalami Kasus kematian simpatisan massa Partai Persatuan Pmebangunan (PPP), Didin Suparyanto (19), di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman, Yogyakarta Minggu 17/4/2016.
Polisi juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi.
&quot;Kalau nanti ada yang terbukti, pelakunya kita hukum sesuai aturan. Kasus ini masih dalam penyelidikan, tidak bisa kita menyimpulkan secara cepat,&quot; kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada wartawan di Mapolda Yogyakarta, Jumat (22/4/2016).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Selain itu, pihaknya juga menunggu hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Semarang.
(Baca juga: PPP Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Kadernya)
&quot;Semua bukti masih berada di labfor untuk diteliti. Penyelidikan kita dengan memeriksa barang bukti dan saksi di TKP. Baru memutuskan tersangka dan pelaku yang sesuai pidananya,&quot; imbuhnya.
Hudit mengatakan, dari pemeriksaan labfor akan diketahuo jenis bahan peledak dan penyebab kematian korban. &quot;Jika bukti dan saksi memang mengarah pada salah seorang tersangka, harus tangkap pelaku. Tapi polisi tidak mau gegabah. Lebih baik melepas yang bersalah, daripada menangkap orang yang salah,&quot; jelasnya.
Ia pun meminta kepada wartawan dan polisi untuk ikut mendinginkan suasana. Selain itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan pesan berantai dari kelompok tertentu.
&quot;Jangan percaya pesan seperti itu, tetap percayakan kasusnya pada polisi,&quot; pungkas dia.

</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Polda Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendalami Kasus kematian simpatisan massa Partai Persatuan Pmebangunan (PPP), Didin Suparyanto (19), di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman, Yogyakarta Minggu 17/4/2016.
Polisi juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi.
&quot;Kalau nanti ada yang terbukti, pelakunya kita hukum sesuai aturan. Kasus ini masih dalam penyelidikan, tidak bisa kita menyimpulkan secara cepat,&quot; kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada wartawan di Mapolda Yogyakarta, Jumat (22/4/2016).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Selain itu, pihaknya juga menunggu hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Semarang.
(Baca juga: PPP Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Kadernya)
&quot;Semua bukti masih berada di labfor untuk diteliti. Penyelidikan kita dengan memeriksa barang bukti dan saksi di TKP. Baru memutuskan tersangka dan pelaku yang sesuai pidananya,&quot; imbuhnya.
Hudit mengatakan, dari pemeriksaan labfor akan diketahuo jenis bahan peledak dan penyebab kematian korban. &quot;Jika bukti dan saksi memang mengarah pada salah seorang tersangka, harus tangkap pelaku. Tapi polisi tidak mau gegabah. Lebih baik melepas yang bersalah, daripada menangkap orang yang salah,&quot; jelasnya.
Ia pun meminta kepada wartawan dan polisi untuk ikut mendinginkan suasana. Selain itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan pesan berantai dari kelompok tertentu.
&quot;Jangan percaya pesan seperti itu, tetap percayakan kasusnya pada polisi,&quot; pungkas dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
