<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden PKS: Kampung Nelayan Terbentuk dari Kulit Kerang</title><description>Kampung tersebut merupakan hasil reklamasi mandiri yang dilakukan warga  yang hingga kini masih belum diakui pemerintah Provinsi DKI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/23/337/1370750/presiden-pks-kampung-nelayan-terbentuk-dari-kulit-kerang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/23/337/1370750/presiden-pks-kampung-nelayan-terbentuk-dari-kulit-kerang"/><item><title>Presiden PKS: Kampung Nelayan Terbentuk dari Kulit Kerang</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/23/337/1370750/presiden-pks-kampung-nelayan-terbentuk-dari-kulit-kerang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/23/337/1370750/presiden-pks-kampung-nelayan-terbentuk-dari-kulit-kerang</guid><pubDate>Sabtu 23 April 2016 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/23/337/1370750/presiden-pks-kampung-nelayan-terbentuk-dari-kulit-kerang-Ouzj7iuDYn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petinggi PKS di Muara Angke (Foto: Syamsul/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/23/337/1370750/presiden-pks-kampung-nelayan-terbentuk-dari-kulit-kerang-Ouzj7iuDYn.jpg</image><title>Petinggi PKS di Muara Angke (Foto: Syamsul/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden PKS, M Sohibul Iman, meyatakan pihaknya memahami kesulitan warga kampung nelayan di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dikatakannya, kampung tersebut merupakan hasil reklamasi mandiri yang dilakukan warga yang hingga kini masih belum diakui pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan tidak adanya status RT dan RW.

&quot;Sampai saat ini, kawasan yang merupakan hasil reklamasi warga ini ternyata belum diakui dengan belum adanya status RT maupun RW,&quot; ujar Sohibul saat berdialog dengan warga di lokasi, Sabtu (23/4/2016).

(Baca Juga: Kemen LHK: Proyek Reklamasi Bikin Miskin Nelayan)

Padahal, kampung tersebut sudah terbentuk puluhan tahun silam. Sohibul menyebut, kampung nelayan dibentuk melalui proses reklamasi yang dilakukan warga dengan menggunakan kulit kerang.

&quot;Kampung ini hasil reklamasi warga dengan kulit kerang sejak puluhan tahun lalu,&quot; ujarnya.

Salah seorang warga lantas melaporkan kesulitannya lantaran di wilayah kampung nelayan tak memiliki status RT dan RW. &quot;Karena tidak memiliki status RT maupun RW ya pak, kami sulit jika mengurus dokumen dokumen resmi, seperti akta lahir dan sejenisnya,&quot; keluh warga tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden PKS, M Sohibul Iman, meyatakan pihaknya memahami kesulitan warga kampung nelayan di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dikatakannya, kampung tersebut merupakan hasil reklamasi mandiri yang dilakukan warga yang hingga kini masih belum diakui pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan tidak adanya status RT dan RW.

&quot;Sampai saat ini, kawasan yang merupakan hasil reklamasi warga ini ternyata belum diakui dengan belum adanya status RT maupun RW,&quot; ujar Sohibul saat berdialog dengan warga di lokasi, Sabtu (23/4/2016).

(Baca Juga: Kemen LHK: Proyek Reklamasi Bikin Miskin Nelayan)

Padahal, kampung tersebut sudah terbentuk puluhan tahun silam. Sohibul menyebut, kampung nelayan dibentuk melalui proses reklamasi yang dilakukan warga dengan menggunakan kulit kerang.

&quot;Kampung ini hasil reklamasi warga dengan kulit kerang sejak puluhan tahun lalu,&quot; ujarnya.

Salah seorang warga lantas melaporkan kesulitannya lantaran di wilayah kampung nelayan tak memiliki status RT dan RW. &quot;Karena tidak memiliki status RT maupun RW ya pak, kami sulit jika mengurus dokumen dokumen resmi, seperti akta lahir dan sejenisnya,&quot; keluh warga tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
