<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masa Tenggat Habis, Abu Sayyaf Eksekusi Salah Satu Sandera</title><description>Salah satu dari tiga sandera warga negara asing telah dieksekusi oleh Abu Sayyaf.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/26/18/1372517/masa-tenggat-habis-abu-sayyaf-eksekusi-salah-satu-sandera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/26/18/1372517/masa-tenggat-habis-abu-sayyaf-eksekusi-salah-satu-sandera"/><item><title>Masa Tenggat Habis, Abu Sayyaf Eksekusi Salah Satu Sandera</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/26/18/1372517/masa-tenggat-habis-abu-sayyaf-eksekusi-salah-satu-sandera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/26/18/1372517/masa-tenggat-habis-abu-sayyaf-eksekusi-salah-satu-sandera</guid><pubDate>Selasa 26 April 2016 01:30 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/26/18/1372517/masa-tenggat-habis-abu-sayyaf-eksekusi-salah-satu-sandera-2hv8N0xH85.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inilah tiga sandera warga asing yang ditahan Abu Sayyaf semenjak September 2015 (Foto: Philstar.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/26/18/1372517/masa-tenggat-habis-abu-sayyaf-eksekusi-salah-satu-sandera-2hv8N0xH85.jpg</image><title>Inilah tiga sandera warga asing yang ditahan Abu Sayyaf semenjak September 2015 (Foto: Philstar.com)</title></images><description>MINDANAO &amp;ndash; Pada Senin 25 Maret 2016 malam WIB, militan Abu Sayyaf telah mengeksekusi salah satu dari tiga sandera warga asing yang diculik dari wilayah Kepulauan Mindanao, Filipina semenjak September 2015.
John Ridsdel (warga Kanada usia 68 tahun), Kjartan Sakkingstad (warga Norwegia usia 56 tahun), Robert Hall (warga Kanada usia 50 tahun), serta seorang warga Filipina bernama Maritess Flor (40) diculik oleh kelompok Abu Sayyaf dari resort Holiday Oceanview Samal di Pulau Samal, Provinsi Davao pada 21 September 2015.
Beberapa kali video diunggah oleh militan Abu Sayyaf. Pada video tersebut diperlihatkan para tawanan yang berada dalam ancaman dan meminta Pemerintah Kanada serta Norwegia untuk membayar uang tebusan sebesar 300 juta Peso atau sekira Rp84 miliar per tawanan.
Namun, Pemerintah Kanada menolak untuk mengikuti permintaan mendadak para teroris itu, yang dilayangkan lebih dari dua minggu yang lalu. Penolakan itupun berbuah video ancaman dari Abu Sayyaf, yang menegaskan akan mulai mengeksekusi salah satu dari tiga tawanan asing tersebut pada Senin 25 April 2016.Sebagaimana dilansir dari The Star, Selasa (26/4/2016) berdasarkan  laporan tidak resmi dari pasukan keamanan di Pulau Jolo, John  Ridsdel telah dieksekusi pada Senin pukul 15.00 waktu setempat di Kota  Patikul, Pulau Sulu.
Dari laporan tersebut menyebut pelaku yang mengeksekusi Ridsdel  adalah Ben Takoh Sawadjaan. Namun, berita tersebut telah dibenarkan oleh pernyataan dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
&quot;Saya marah ketika berita mengenai warga negara Kanada yang ditawan telah tewas dibunuh. Ini adalah perbuatan yang bersifat pembunuhan berdarah dingin,&quot; kata Trudeau, seperti yang diwartakan CBC.</description><content:encoded>MINDANAO &amp;ndash; Pada Senin 25 Maret 2016 malam WIB, militan Abu Sayyaf telah mengeksekusi salah satu dari tiga sandera warga asing yang diculik dari wilayah Kepulauan Mindanao, Filipina semenjak September 2015.
John Ridsdel (warga Kanada usia 68 tahun), Kjartan Sakkingstad (warga Norwegia usia 56 tahun), Robert Hall (warga Kanada usia 50 tahun), serta seorang warga Filipina bernama Maritess Flor (40) diculik oleh kelompok Abu Sayyaf dari resort Holiday Oceanview Samal di Pulau Samal, Provinsi Davao pada 21 September 2015.
Beberapa kali video diunggah oleh militan Abu Sayyaf. Pada video tersebut diperlihatkan para tawanan yang berada dalam ancaman dan meminta Pemerintah Kanada serta Norwegia untuk membayar uang tebusan sebesar 300 juta Peso atau sekira Rp84 miliar per tawanan.
Namun, Pemerintah Kanada menolak untuk mengikuti permintaan mendadak para teroris itu, yang dilayangkan lebih dari dua minggu yang lalu. Penolakan itupun berbuah video ancaman dari Abu Sayyaf, yang menegaskan akan mulai mengeksekusi salah satu dari tiga tawanan asing tersebut pada Senin 25 April 2016.Sebagaimana dilansir dari The Star, Selasa (26/4/2016) berdasarkan  laporan tidak resmi dari pasukan keamanan di Pulau Jolo, John  Ridsdel telah dieksekusi pada Senin pukul 15.00 waktu setempat di Kota  Patikul, Pulau Sulu.
Dari laporan tersebut menyebut pelaku yang mengeksekusi Ridsdel  adalah Ben Takoh Sawadjaan. Namun, berita tersebut telah dibenarkan oleh pernyataan dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
&quot;Saya marah ketika berita mengenai warga negara Kanada yang ditawan telah tewas dibunuh. Ini adalah perbuatan yang bersifat pembunuhan berdarah dingin,&quot; kata Trudeau, seperti yang diwartakan CBC.</content:encoded></item></channel></rss>
