<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemampuan Tim SAR Indonesia Peringkat 7 Dunia</title><description>Kemampuan SAR tersebut dilihat dari upaya rescue (pencarian dan penyelamatan) terhadap korban Air Asia beberapa waktu lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/26/337/1373112/kemampuan-tim-sar-indonesia-peringkat-7-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/26/337/1373112/kemampuan-tim-sar-indonesia-peringkat-7-dunia"/><item><title>Kemampuan Tim SAR Indonesia Peringkat 7 Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/26/337/1373112/kemampuan-tim-sar-indonesia-peringkat-7-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/26/337/1373112/kemampuan-tim-sar-indonesia-peringkat-7-dunia</guid><pubDate>Selasa 26 April 2016 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/26/337/1373112/kemampuan-sar-indonesia-peringkat-7-dunia-tcZcfNjHI3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/26/337/1373112/kemampuan-sar-indonesia-peringkat-7-dunia-tcZcfNjHI3.jpg</image><title>ilustrasi (foto: Okezone)</title></images><description>PONTIANAK &amp;ndash; Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FHB Soelistyo menyatakan, saat ini kemampuan SAR (Search and Rescue) Indonesia masuk peringkat tujuh di dunia.
&amp;ldquo;Saat ini kemampuan SAR kita sudah sejajar dengan SAR negara lain, baik dari segi sumber daya manusia dan peralatannya, sehingga posisi kita berada di tujuh di dunia,&amp;rdquo; kata Soelistyo saat membuka Rakorsarda, pelatihan potensi dan media gathering di Pontianak, Selasa (26/4/2016).
Ia menjelaskan, membaiknya kemampuan SAR tersebut dilihat dari upaya rescue (pencarian dan penyelamatan) terhadap korban Air Asia beberapa waktu lalu.
&amp;ldquo;Suksesnya rescue tersebut berkat Kerja sama yang baik dari empat unsur terkait, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, unsur pemerintah, dan potensi SAR itu sendiri (nelayan),&amp;rdquo; ungkapnya.
Menurut dia, saat ini sebanyak 3.700 anggota Basarnas di seluruh Indonesia, yang terdiri 80 persen diantaranya rescue. &amp;ldquo;Idealnya kami membutuhkan minimal sekitar 5.700 rescue sehingga masih kurang banyak, oleh karena itu kerja sama yang baik empat unsur tersebut sangat baik dalam mendukung rescue,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>PONTIANAK &amp;ndash; Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FHB Soelistyo menyatakan, saat ini kemampuan SAR (Search and Rescue) Indonesia masuk peringkat tujuh di dunia.
&amp;ldquo;Saat ini kemampuan SAR kita sudah sejajar dengan SAR negara lain, baik dari segi sumber daya manusia dan peralatannya, sehingga posisi kita berada di tujuh di dunia,&amp;rdquo; kata Soelistyo saat membuka Rakorsarda, pelatihan potensi dan media gathering di Pontianak, Selasa (26/4/2016).
Ia menjelaskan, membaiknya kemampuan SAR tersebut dilihat dari upaya rescue (pencarian dan penyelamatan) terhadap korban Air Asia beberapa waktu lalu.
&amp;ldquo;Suksesnya rescue tersebut berkat Kerja sama yang baik dari empat unsur terkait, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, unsur pemerintah, dan potensi SAR itu sendiri (nelayan),&amp;rdquo; ungkapnya.
Menurut dia, saat ini sebanyak 3.700 anggota Basarnas di seluruh Indonesia, yang terdiri 80 persen diantaranya rescue. &amp;ldquo;Idealnya kami membutuhkan minimal sekitar 5.700 rescue sehingga masih kurang banyak, oleh karena itu kerja sama yang baik empat unsur tersebut sangat baik dalam mendukung rescue,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
