<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah sang Juru Kunci Petilasan Ratu Mahapahit (2-Habis)</title><description>Berbagai hal gaib pernah dialami Muhammad Zainuri (46). Diantaranya penampakan makhluk penghuni dunia lain</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/26/519/1372606/kisah-sang-juru-kunci-petilasan-ratu-mahapahit-2-habis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/26/519/1372606/kisah-sang-juru-kunci-petilasan-ratu-mahapahit-2-habis"/><item><title>Kisah sang Juru Kunci Petilasan Ratu Mahapahit (2-Habis)</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/26/519/1372606/kisah-sang-juru-kunci-petilasan-ratu-mahapahit-2-habis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/26/519/1372606/kisah-sang-juru-kunci-petilasan-ratu-mahapahit-2-habis</guid><pubDate>Selasa 26 April 2016 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Zen Arivin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/26/519/1372606/kisah-sang-juru-kunci-petilasan-ratu-mahapahit-2-habis-asVMz4C19O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petilasan Sabdo Palon Noyo Genggong (Foto: Zen/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/26/519/1372606/kisah-sang-juru-kunci-petilasan-ratu-mahapahit-2-habis-asVMz4C19O.jpg</image><title>Petilasan Sabdo Palon Noyo Genggong (Foto: Zen/Okezone)</title></images><description>MOJOKERTO - Selama menjadi juru kunci di petilasan Watu Ombo yang merupakan lokasi semedi puteri Tribuana Tungga Dewi, ratu ketiga Kerajaan Majapahit, berbagai hal gaib pernah dialami Muhammad Zainuri (46). Mulai dari penampakan makhluk penghuni dunia lain, hingga hadirnya sosok pria bertubuh tinggi besar di lokasi petilasan.

&quot;Waktu itu pukul 02.00, saya sendirian di pendapa ini. Tiba-tiba ada orang tinggi besar di pohon itu. Tepat di sampingnya petilasan Sabdo Palon dan Noyo Genggong ini. Saya tidak bisa melihat wajahnya karena samar-samar,&quot; ungkapnya, Senin (25/4/2016).

Selain penampakan sosok tinggi besar, sosok lain yang kerap usil adalah penunggu petilasan Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Zainuri, sering kali harus mengganti bola lampu yang digunakan untuk penerang ruangan yang di dalamnya terdapat dua payung dan dua tempat semedi itu.

(Baca Juga: Kisah sang Juru Kunci Petilasan Ratu Mahapahit (1))

&quot;Ini tidak ada lampunya. Memang rewel, kalau diberi lampu sering mati. Mungkin memang tidak mau diberi lampu. Selain itu juga di tempat Sabdo Palon dan Noyo Genggong ini sering ada sinar putih juga,&quot; terangnya.

Tak hanya itu, sosok manusia tinggi besar dengan mengenakan pakaian layaknya seorang prajurit sakti juga kerap muncul di tempat petilasan tak beratap itu. Sosok tersebut dipercaya merupakan prajurit-prajurit Bhayangkara (kesatuan elite) yang selalu menjadi pengawal dan penjaga keselamatan puteri yang melahirkan prabu Hayam Wuruk itu.

&quot;Kalau sosok itu mau datang, biasanya ada suara seperti angin kencang begitu. Tapi tidak ada anginnya. Hanya perasaan suara itu saja. Pohonnya pun tidak ada yang bergerak. Justru cenderung sepi,&quot; terangnya.

Kendati banyak kejadian-kejadian mistis kerap dialaminya, Zainuri mengaku tidak pernah terusik. Selain pulung yang didapatnya dari mimpi, keinginannya untuk merawat tempat peninggalan bersejarah itu menjadi alasannya tetap berada di tempat tersebut.

&quot;Selama ini saya juga tidak merasa terganggu dengan peristiwa-peristiwa yang saya alami. Justru saya semakin yakin bahwa tempat ini harus selalu dijaga. Terlebih dari tangan manusia yang jahil. Karena benda-benda peninggalan ini tidak ternilai harganya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>MOJOKERTO - Selama menjadi juru kunci di petilasan Watu Ombo yang merupakan lokasi semedi puteri Tribuana Tungga Dewi, ratu ketiga Kerajaan Majapahit, berbagai hal gaib pernah dialami Muhammad Zainuri (46). Mulai dari penampakan makhluk penghuni dunia lain, hingga hadirnya sosok pria bertubuh tinggi besar di lokasi petilasan.

&quot;Waktu itu pukul 02.00, saya sendirian di pendapa ini. Tiba-tiba ada orang tinggi besar di pohon itu. Tepat di sampingnya petilasan Sabdo Palon dan Noyo Genggong ini. Saya tidak bisa melihat wajahnya karena samar-samar,&quot; ungkapnya, Senin (25/4/2016).

Selain penampakan sosok tinggi besar, sosok lain yang kerap usil adalah penunggu petilasan Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Zainuri, sering kali harus mengganti bola lampu yang digunakan untuk penerang ruangan yang di dalamnya terdapat dua payung dan dua tempat semedi itu.

(Baca Juga: Kisah sang Juru Kunci Petilasan Ratu Mahapahit (1))

&quot;Ini tidak ada lampunya. Memang rewel, kalau diberi lampu sering mati. Mungkin memang tidak mau diberi lampu. Selain itu juga di tempat Sabdo Palon dan Noyo Genggong ini sering ada sinar putih juga,&quot; terangnya.

Tak hanya itu, sosok manusia tinggi besar dengan mengenakan pakaian layaknya seorang prajurit sakti juga kerap muncul di tempat petilasan tak beratap itu. Sosok tersebut dipercaya merupakan prajurit-prajurit Bhayangkara (kesatuan elite) yang selalu menjadi pengawal dan penjaga keselamatan puteri yang melahirkan prabu Hayam Wuruk itu.

&quot;Kalau sosok itu mau datang, biasanya ada suara seperti angin kencang begitu. Tapi tidak ada anginnya. Hanya perasaan suara itu saja. Pohonnya pun tidak ada yang bergerak. Justru cenderung sepi,&quot; terangnya.

Kendati banyak kejadian-kejadian mistis kerap dialaminya, Zainuri mengaku tidak pernah terusik. Selain pulung yang didapatnya dari mimpi, keinginannya untuk merawat tempat peninggalan bersejarah itu menjadi alasannya tetap berada di tempat tersebut.

&quot;Selama ini saya juga tidak merasa terganggu dengan peristiwa-peristiwa yang saya alami. Justru saya semakin yakin bahwa tempat ini harus selalu dijaga. Terlebih dari tangan manusia yang jahil. Karena benda-benda peninggalan ini tidak ternilai harganya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
