<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Larang Swasta Campur Tangan di Proyek Reklamasi Teluk Jakarta</title><description>Dalam rapat terbatas, Jokowi menegaskan pihak swasta sama sekali tidak boleh campur tangan dalam proyek tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/27/337/1374119/jokowi-larang-swasta-campur-tangan-di-proyek-reklamasi-teluk-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/27/337/1374119/jokowi-larang-swasta-campur-tangan-di-proyek-reklamasi-teluk-jakarta"/><item><title>Jokowi Larang Swasta Campur Tangan di Proyek Reklamasi Teluk Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/27/337/1374119/jokowi-larang-swasta-campur-tangan-di-proyek-reklamasi-teluk-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/27/337/1374119/jokowi-larang-swasta-campur-tangan-di-proyek-reklamasi-teluk-jakarta</guid><pubDate>Rabu 27 April 2016 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/27/337/1374119/jokowi-larang-swasta-campur-tangan-di-proyek-reklamasi-teluk-jakarta-D0EvaXT48a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Reklamasi Teluk Jakarta </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/27/337/1374119/jokowi-larang-swasta-campur-tangan-di-proyek-reklamasi-teluk-jakarta-D0EvaXT48a.jpg</image><title>Reklamasi Teluk Jakarta </title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai polemik dari reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta.

Dalam rapat terbatas, Jokowi menegaskan pihak swasta sama sekali tidak boleh campur tangan dalam proyek tersebut.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi ingin proyek reklamasi dikendalikan oleh pemerintah.

&quot;Presiden menekankan bahwa proyek ini tidak boleh dikendalikan swasta, tapi sepenuhnya dalam kontrol pemerintah. Pemerintah dalam hal ini pusat dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat,&quot; ujar Pramono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

(Baca Juga: Ahok: Reklamasi Semua Lanjut)

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2016/04/14/24444/152380_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Temui Delegasi Partai Komunis China&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Presiden Joko Widodo

Secara terpisah, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) setuju dengan keinginan Presiden Jokowi tersebut, yakni tidak ada campur tangan pihak swasta dalam proyek reklamasi itu.

&quot;Jadi, Presiden tanya kenapa begitu kacau? Karena selama ini swasta yang banyak men-drive. Harusya kita, pemerintah, yang buat kerangka yang jelas,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai polemik dari reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta.

Dalam rapat terbatas, Jokowi menegaskan pihak swasta sama sekali tidak boleh campur tangan dalam proyek tersebut.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi ingin proyek reklamasi dikendalikan oleh pemerintah.

&quot;Presiden menekankan bahwa proyek ini tidak boleh dikendalikan swasta, tapi sepenuhnya dalam kontrol pemerintah. Pemerintah dalam hal ini pusat dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat,&quot; ujar Pramono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

(Baca Juga: Ahok: Reklamasi Semua Lanjut)

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2016/04/14/24444/152380_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Temui Delegasi Partai Komunis China&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Presiden Joko Widodo

Secara terpisah, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) setuju dengan keinginan Presiden Jokowi tersebut, yakni tidak ada campur tangan pihak swasta dalam proyek reklamasi itu.

&quot;Jadi, Presiden tanya kenapa begitu kacau? Karena selama ini swasta yang banyak men-drive. Harusya kita, pemerintah, yang buat kerangka yang jelas,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
