<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Tetapkan Politikus PAN &amp; Kepala BPJN IX Jadi Tersangka</title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka baru dalam pengusutan kasus dugaan suap proyek jalan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/27/337/1374430/kpk-tetapkan-politikus-pan-kepala-bpjn-ix-jadi-tersangka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/27/337/1374430/kpk-tetapkan-politikus-pan-kepala-bpjn-ix-jadi-tersangka"/><item><title>KPK Tetapkan Politikus PAN &amp; Kepala BPJN IX Jadi Tersangka</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/27/337/1374430/kpk-tetapkan-politikus-pan-kepala-bpjn-ix-jadi-tersangka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/27/337/1374430/kpk-tetapkan-politikus-pan-kepala-bpjn-ix-jadi-tersangka</guid><pubDate>Rabu 27 April 2016 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Feri Agus Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/27/337/1374430/kpk-tetapkan-politikus-pan-kepala-bpjn-ix-jadi-tersangka-YOVuXfjWV5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/27/337/1374430/kpk-tetapkan-politikus-pan-kepala-bpjn-ix-jadi-tersangka-YOVuXfjWV5.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka baru dalam pengusutan kasus dugaan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 
Mereka adalah anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Andi Taufan Tiro dan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustari&amp;lrm;.
&quot;KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yakni ATT, Anggota Komisi V DPR dan AHM Kepala BPJN IX ,&quot; kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016).&amp;lrm;
Penetapan tersangka ini dilakukan, setelah penyidik menemukan dua permulaan yang cukup. Mereka berdua diduga turut menerima hadiah atau janji dari Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir. &quot;Diduga memerima hadiah atau janji dari AKH,&quot; kata Yuyuk.
Andi dijerat dengan &amp;lrm;Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
Sedangkan Amran dikenakan Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
Seperti diketahui, dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan  di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini, KPK sudah  menetapkan lima orang menjadi tersangka.
Dengan demikian, sudah ada tujuh tersangka pasca penetapan Andi dan  Amran. Anggota Komisi V lainnya, yakni Damayanti Wisnu Putranti dari  Fraksi PDIP dan Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar.
Damayanti diduga menerima SGD33.000 pada saat Operasi Tangkap Tangan  (OTT). Sementara Budi diduga telah menerima uang sekira SGD305.000  terkait pembangunan jalan ini.
Ketiga tersangka lainnya yakni Direktur PT Windu Tunggal Utama, Abdul  Khoir serta dua rekan Damayanti, Dessy A. Edwin serta Julia  Prasetyarini. Baru Abdul Khoir yang telah disidangkan. Dia didakwa  memberi suap kepada pejabat di Kementerian PUPR dan sejumlah anggota  Komisi V.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka baru dalam pengusutan kasus dugaan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 
Mereka adalah anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Andi Taufan Tiro dan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustari&amp;lrm;.
&quot;KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yakni ATT, Anggota Komisi V DPR dan AHM Kepala BPJN IX ,&quot; kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016).&amp;lrm;
Penetapan tersangka ini dilakukan, setelah penyidik menemukan dua permulaan yang cukup. Mereka berdua diduga turut menerima hadiah atau janji dari Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir. &quot;Diduga memerima hadiah atau janji dari AKH,&quot; kata Yuyuk.
Andi dijerat dengan &amp;lrm;Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
Sedangkan Amran dikenakan Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
Seperti diketahui, dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan  di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini, KPK sudah  menetapkan lima orang menjadi tersangka.
Dengan demikian, sudah ada tujuh tersangka pasca penetapan Andi dan  Amran. Anggota Komisi V lainnya, yakni Damayanti Wisnu Putranti dari  Fraksi PDIP dan Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar.
Damayanti diduga menerima SGD33.000 pada saat Operasi Tangkap Tangan  (OTT). Sementara Budi diduga telah menerima uang sekira SGD305.000  terkait pembangunan jalan ini.
Ketiga tersangka lainnya yakni Direktur PT Windu Tunggal Utama, Abdul  Khoir serta dua rekan Damayanti, Dessy A. Edwin serta Julia  Prasetyarini. Baru Abdul Khoir yang telah disidangkan. Dia didakwa  memberi suap kepada pejabat di Kementerian PUPR dan sejumlah anggota  Komisi V.</content:encoded></item></channel></rss>
