<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polsek Pondokgede Selidiki Kasus Nenek Bakar Diri</title><description>Kepolisian Sektor Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyelidiki kematian seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Jaticempaka</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/30/338/1377035/polsek-pondokgede-selidiki-kasus-nenek-bakar-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/04/30/338/1377035/polsek-pondokgede-selidiki-kasus-nenek-bakar-diri"/><item><title>Polsek Pondokgede Selidiki Kasus Nenek Bakar Diri</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/04/30/338/1377035/polsek-pondokgede-selidiki-kasus-nenek-bakar-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/04/30/338/1377035/polsek-pondokgede-selidiki-kasus-nenek-bakar-diri</guid><pubDate>Sabtu 30 April 2016 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/30/338/1377035/polsek-pondokgede-selidiki-kasus-nenek-bakar-diri-GPS8XWPlfD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/30/338/1377035/polsek-pondokgede-selidiki-kasus-nenek-bakar-diri-GPS8XWPlfD.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BEKASI - Kepolisian Sektor Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyelidiki kematian seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Jaticempaka, Jumat (29/4), yang diduga akibat membakar diri dengan bensin.
&quot;Korban bernama Sinur Purba (76) tewas dengan kondisi luka bakar 90 persen di tubuhnya akibat terbakar,&quot; kata Kepala Kepolisian Sektor Pondokgede, Komisaris Sukardi di Bekasi, Sabtu (30/4/2016).
Kasus itu terjadi di Jalan Rawa Indah, RT 6/6, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi. &quot;Menurut saksi, korban menyiram bensin ke badannya. Namun kami masih mendalami motif dugaan bunuh diri yang dilakukan dengan menghimpun keterangan dari anak dan saudara korban,&quot; katanya.
Menurut dia, peristiwa itu kali pertama diketahui anak korban, Rudi Hartono (43) sekitar pukul 12.15 WIB. Rudi yang diketahui menderita gangguan jiwa itu dikagetkan dengan suara ledakan disertai api besar dari kamar korban. &quot;Bahkan, korban yang terbakar api masih berteriak minta pertolongan,&quot; katanya.
Kemudian Rudi berlari ke kamarnya dan melihat ibunya sudah terbakar api sambil mengerang kesakitan di atas tempat tidur. Ia pun sempat meminta bantuan kepada warga setempat untuk segera memadamkan api tersebut, tetapi nyawa korban tidak tertolong lagi.
&quot;Berdasarkan hasil penyelidikan sementara sebelum membakar diri, pada pagi harinya korban meminta Rudi untuk membeli 10 liter bensin tetapi Rudi hanya membelikan 5 liter bensin yang kemudian bahan bakar itu ditaruh di dekat kamar mandi,&quot; katanya.
Ia mengatakan, korban mempunyai enam anak dan lima di antaranya memilih tinggal terpisah karena sudah menikah. Menurut Sukardi, Rudi diketahui mengidap penyakit jiwa yang sudah diderita selama 10 tahun.
&quot;Saat ini jenazah korban bakar diri sementara waktu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan lebih lanjut,&quot; katanya.</description><content:encoded>BEKASI - Kepolisian Sektor Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyelidiki kematian seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Jaticempaka, Jumat (29/4), yang diduga akibat membakar diri dengan bensin.
&quot;Korban bernama Sinur Purba (76) tewas dengan kondisi luka bakar 90 persen di tubuhnya akibat terbakar,&quot; kata Kepala Kepolisian Sektor Pondokgede, Komisaris Sukardi di Bekasi, Sabtu (30/4/2016).
Kasus itu terjadi di Jalan Rawa Indah, RT 6/6, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi. &quot;Menurut saksi, korban menyiram bensin ke badannya. Namun kami masih mendalami motif dugaan bunuh diri yang dilakukan dengan menghimpun keterangan dari anak dan saudara korban,&quot; katanya.
Menurut dia, peristiwa itu kali pertama diketahui anak korban, Rudi Hartono (43) sekitar pukul 12.15 WIB. Rudi yang diketahui menderita gangguan jiwa itu dikagetkan dengan suara ledakan disertai api besar dari kamar korban. &quot;Bahkan, korban yang terbakar api masih berteriak minta pertolongan,&quot; katanya.
Kemudian Rudi berlari ke kamarnya dan melihat ibunya sudah terbakar api sambil mengerang kesakitan di atas tempat tidur. Ia pun sempat meminta bantuan kepada warga setempat untuk segera memadamkan api tersebut, tetapi nyawa korban tidak tertolong lagi.
&quot;Berdasarkan hasil penyelidikan sementara sebelum membakar diri, pada pagi harinya korban meminta Rudi untuk membeli 10 liter bensin tetapi Rudi hanya membelikan 5 liter bensin yang kemudian bahan bakar itu ditaruh di dekat kamar mandi,&quot; katanya.
Ia mengatakan, korban mempunyai enam anak dan lima di antaranya memilih tinggal terpisah karena sudah menikah. Menurut Sukardi, Rudi diketahui mengidap penyakit jiwa yang sudah diderita selama 10 tahun.
&quot;Saat ini jenazah korban bakar diri sementara waktu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan lebih lanjut,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
