<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Partai Rasis Prancis, Empat Perempuan Telanjang Dada</title><description>Empat perempuan anggota FEMEN berunjuk rasa terhadap Partai Front Nasional sambil bertelanjang dada</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/02/18/1377734/demo-partai-rasis-prancis-empat-perempuan-telanjang-dada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/02/18/1377734/demo-partai-rasis-prancis-empat-perempuan-telanjang-dada"/><item><title>Demo Partai Rasis Prancis, Empat Perempuan Telanjang Dada</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/02/18/1377734/demo-partai-rasis-prancis-empat-perempuan-telanjang-dada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/02/18/1377734/demo-partai-rasis-prancis-empat-perempuan-telanjang-dada</guid><pubDate>Senin 02 Mei 2016 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/02/18/1377734/demo-partai-rasis-prancis-empat-perempuan-telanjang-dada-CEQ6tGTUU8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aktivis FEMEN digiring polisi (Foto: Alain Jocard/AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/02/18/1377734/demo-partai-rasis-prancis-empat-perempuan-telanjang-dada-CEQ6tGTUU8.jpg</image><title>Aktivis FEMEN digiring polisi (Foto: Alain Jocard/AFP)</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Empat perempuan aktivis FEMEN melakukan unjuk rasa menentang Partai Front Nasional di Paris, Prancis. Sambil bertelanjang dada, mereka meneriakkan slogan seperti &amp;ldquo;rasis&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;fasis&amp;rdquo; kepada Partai Front Nasional. Keempatnya tak lama kemudian ditangkap polisi.
Mereka menulis slogan-slogan itu di dada serta memakai rok berwarna emas dalam menjalankan aksinya. Unjuk rasa itu dilakukan di luar perjamuan makan yang diadakan Front Nasional untuk menghormati Jeanne d&amp;rsquo;Arc, Santa terkenal Prancis.
&amp;ldquo;1 Mei 2016, momen bersejarah bagi Prancis saat Partai Front Nasional yang rasis dan xenophobia tidak mengorganisir pawai tradisional di jalanan Paris. Kami bangga jalanan sekuler dan demokratis kami bersih dari kebencian Marie Le Pen dan gerombolannya yang biadab dan misoginis,&amp;rdquo; tulis FEMEN dalam akun Facebook, seperti dimuat Russia Today, Senin (2/5/2016).
Empat perempuan yang berunjuk rasa juga melemparkan confetti ke udara sambil meneriakkan, &amp;ldquo;Selamat atas berakhirnya Front Nasional&amp;rdquo;. Kontan saja, keempatnya digiring dari lokasi unjuk rasa oleh pihak kepolisian.
FEMEN adalah kelompok feminis radikal yang didirikan di Ukraina pada 2008. Mereka rutin melakukan aksi serupa melawan Partai Front Nasional di Prancis. Unjuk rasa empat aktivis FEMEN itu mengganggu pidato pemimpin Front Nasional, Marie Le Pen.
Meski didirikan secara resmi di Ukraina, kelompok tersebut kini berbasis di Paris. FEMEN terkenal akan aksi unjuk rasa sambil bertelanjang dada untuk menentang institusi agama, diskriminasi gender, homophobia, dan isu-isu sosial berskala nasional serta internasional lainnya.
</description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Empat perempuan aktivis FEMEN melakukan unjuk rasa menentang Partai Front Nasional di Paris, Prancis. Sambil bertelanjang dada, mereka meneriakkan slogan seperti &amp;ldquo;rasis&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;fasis&amp;rdquo; kepada Partai Front Nasional. Keempatnya tak lama kemudian ditangkap polisi.
Mereka menulis slogan-slogan itu di dada serta memakai rok berwarna emas dalam menjalankan aksinya. Unjuk rasa itu dilakukan di luar perjamuan makan yang diadakan Front Nasional untuk menghormati Jeanne d&amp;rsquo;Arc, Santa terkenal Prancis.
&amp;ldquo;1 Mei 2016, momen bersejarah bagi Prancis saat Partai Front Nasional yang rasis dan xenophobia tidak mengorganisir pawai tradisional di jalanan Paris. Kami bangga jalanan sekuler dan demokratis kami bersih dari kebencian Marie Le Pen dan gerombolannya yang biadab dan misoginis,&amp;rdquo; tulis FEMEN dalam akun Facebook, seperti dimuat Russia Today, Senin (2/5/2016).
Empat perempuan yang berunjuk rasa juga melemparkan confetti ke udara sambil meneriakkan, &amp;ldquo;Selamat atas berakhirnya Front Nasional&amp;rdquo;. Kontan saja, keempatnya digiring dari lokasi unjuk rasa oleh pihak kepolisian.
FEMEN adalah kelompok feminis radikal yang didirikan di Ukraina pada 2008. Mereka rutin melakukan aksi serupa melawan Partai Front Nasional di Prancis. Unjuk rasa empat aktivis FEMEN itu mengganggu pidato pemimpin Front Nasional, Marie Le Pen.
Meski didirikan secara resmi di Ukraina, kelompok tersebut kini berbasis di Paris. FEMEN terkenal akan aksi unjuk rasa sambil bertelanjang dada untuk menentang institusi agama, diskriminasi gender, homophobia, dan isu-isu sosial berskala nasional serta internasional lainnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
