<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Mata Keluarga, Pelaku Penyayatan Sosok Pendiam</title><description>Sang suami merupakan orang yang pendiam dan lugu, meskipun juga mudah emosi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/03/519/1379618/di-mata-keluarga-pelaku-penyayatan-sosok-pendiam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/03/519/1379618/di-mata-keluarga-pelaku-penyayatan-sosok-pendiam"/><item><title>Di Mata Keluarga, Pelaku Penyayatan Sosok Pendiam</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/03/519/1379618/di-mata-keluarga-pelaku-penyayatan-sosok-pendiam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/03/519/1379618/di-mata-keluarga-pelaku-penyayatan-sosok-pendiam</guid><pubDate>Selasa 03 Mei 2016 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Zen Arivin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/03/519/1379618/di-mata-keluarga-pelaku-penyayatan-sosok-pendiam-edQ1KzDAYa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Prabowo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/03/519/1379618/di-mata-keluarga-pelaku-penyayatan-sosok-pendiam-edQ1KzDAYa.jpg</image><title>(Foto: Prabowo/Okezone)</title></images><description>MOJOKERTO - Satukah (41), istri Bobby Adhie Nugroho, masih tak percaya jika suaminya menjadi pelaku penyiletan misterius di Yogyakarta. Itu karena sang suami merupakan orang yang pendiam dan lugu, meskipun juga mudah emosi.
&quot;Orangnya lugu. Kalau pulang diam di rumah karena memang dia jarang pulang ke Mojokerto. Kalau pulang sekitar tiga sampai empat bulan sekali. Kadang dua minggu sampai sebulan di rumah. Kalau di rumah, ya diam saja di rumah tidak pernah keluar rumah,&quot; ucapnya, Selasa (3/5/2016).
Menurut Satukah, suaminya memang jarang memberikan nafkah kepada keluarganya. Hanya saat pulang ke Mojokerto, Bobby memberikan sejumlah uang untuk kebutuhan keluarganya.
&quot;Kalau di luar kota, suami suami saya memang tidak pernah mengirimkan uang. Ya pas pulang itu saja,&quot; katanya.
(Baca Juga : Istri Tak Percaya, Bobby Jadi Pelaku Penyiletan di Yogyakarta)
Satukah mengungkapkan, alasan Bobby tidak tinggal serumah dengan istrinya itu lantaran Bobby mengaku malu dengan keluarga istrinya, sebab di Mojokerto ia tidak memiliki pekerjaan.
&quot;Di sini ia sulit cari kerja. Pernah melamar kerja sampai ke Surabaya, tapi tidak diterima. Jadi, dia memilih kembali ke Yogya dan tinggal bersama orangtuanya. Saya tidak ikut ke sana karena di sini kerja, momong (mengasuh) anak keponakan saya. Meski jarang kirim uang dan pulang, kita sering komunikasi,&quot; paparnya.
Menurutnya, pada Senin 2 Mei, ia dan suaminya masih berkomunikasi melalui pesan singkat. Menurutnya, Bobby mengaku jika dirinya ingin pulang ke Mojokerto karena sudah tidak memiliki pekerjaan di Yogyakarta. Bahkan, Bobby mengeluh pusing karena tidak mendapatkan pekerjaan di Yogyakarta.
Sementara itu, Salukah (63), kakak ipar Bobby juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, Bobby merupakan orang yang pendiam. Jika di Mojokerto, Bobby jarang berkumpul dengan keluarga istrinya dan tetangga.
&quot;Kalau pulang ke sini, di dalam tidak pernah keluar rumah. Anaknya baik, ngomong-nya halus, selalu menjawab dalam bahasa Jawa halus. Kalau sudah di kamar, bisa seharian,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>MOJOKERTO - Satukah (41), istri Bobby Adhie Nugroho, masih tak percaya jika suaminya menjadi pelaku penyiletan misterius di Yogyakarta. Itu karena sang suami merupakan orang yang pendiam dan lugu, meskipun juga mudah emosi.
&quot;Orangnya lugu. Kalau pulang diam di rumah karena memang dia jarang pulang ke Mojokerto. Kalau pulang sekitar tiga sampai empat bulan sekali. Kadang dua minggu sampai sebulan di rumah. Kalau di rumah, ya diam saja di rumah tidak pernah keluar rumah,&quot; ucapnya, Selasa (3/5/2016).
Menurut Satukah, suaminya memang jarang memberikan nafkah kepada keluarganya. Hanya saat pulang ke Mojokerto, Bobby memberikan sejumlah uang untuk kebutuhan keluarganya.
&quot;Kalau di luar kota, suami suami saya memang tidak pernah mengirimkan uang. Ya pas pulang itu saja,&quot; katanya.
(Baca Juga : Istri Tak Percaya, Bobby Jadi Pelaku Penyiletan di Yogyakarta)
Satukah mengungkapkan, alasan Bobby tidak tinggal serumah dengan istrinya itu lantaran Bobby mengaku malu dengan keluarga istrinya, sebab di Mojokerto ia tidak memiliki pekerjaan.
&quot;Di sini ia sulit cari kerja. Pernah melamar kerja sampai ke Surabaya, tapi tidak diterima. Jadi, dia memilih kembali ke Yogya dan tinggal bersama orangtuanya. Saya tidak ikut ke sana karena di sini kerja, momong (mengasuh) anak keponakan saya. Meski jarang kirim uang dan pulang, kita sering komunikasi,&quot; paparnya.
Menurutnya, pada Senin 2 Mei, ia dan suaminya masih berkomunikasi melalui pesan singkat. Menurutnya, Bobby mengaku jika dirinya ingin pulang ke Mojokerto karena sudah tidak memiliki pekerjaan di Yogyakarta. Bahkan, Bobby mengeluh pusing karena tidak mendapatkan pekerjaan di Yogyakarta.
Sementara itu, Salukah (63), kakak ipar Bobby juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, Bobby merupakan orang yang pendiam. Jika di Mojokerto, Bobby jarang berkumpul dengan keluarga istrinya dan tetangga.
&quot;Kalau pulang ke sini, di dalam tidak pernah keluar rumah. Anaknya baik, ngomong-nya halus, selalu menjawab dalam bahasa Jawa halus. Kalau sudah di kamar, bisa seharian,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
