<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR: Bullying Mencederai Dunia Pendidikan</title><description>Kekerasan seperti itu diminta jangan terjadi lagi di lingkungan lembaga pendidikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/04/337/1380336/dpr-bullying-mencederai-dunia-pendidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/04/337/1380336/dpr-bullying-mencederai-dunia-pendidikan"/><item><title>DPR: Bullying Mencederai Dunia Pendidikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/04/337/1380336/dpr-bullying-mencederai-dunia-pendidikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/04/337/1380336/dpr-bullying-mencederai-dunia-pendidikan</guid><pubDate>Rabu 04 Mei 2016 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Salsabila Qurrataa'yun</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/04/337/1380336/dpr-bullying-mencederai-dunia-pendidikan-8wdUUBPQxT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/04/337/1380336/dpr-bullying-mencederai-dunia-pendidikan-8wdUUBPQxT.jpg</image><title>Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Saleh Partaonan Daulay menyayangkan aksi bullying terjadi di lingkungan sekolah. Aksi bullying dan kekerasan antarpelajar dinilai mencederai dunia pendidikan.
&quot;Sekolah sebagai tempat menimba ilmu dan menempa akhlak, tidak boleh dicemari perbuatan tidak terpuji. Kepala sekolah dan para guru wajib memastikan bahwa sekolah adalah tempat yang dirindukan oleh semua siswa,&quot; kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/5/2016).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun mencontohkan, sekolah yang berada di luar negeri yang dirancang sebagai tempat paling nyaman selain rumah para siswa.
&quot;Kalau di luar negeri, ada istilah 'school is cool', sekolah itu asyik dan menyenangkan. Semua siswa betah dan bahkan mau bertahan lama-lama belajar di sekolah. Itu karena sekolah didesain sebagai tempat paling nyaman selain rumah masing-masing,&quot; lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan, seorang siswa SMAN 3 berinisial A (15) menjadi korban perilaku bullying oleh empat seniornya di kelas XII. Saleh meminta untuk segera diusut tuntas kasus yang mencoreng dunia pendidikan itu.
&quot;Aksi kekerasan dan bullying yang terjadi di SMA 3 Jakarta harus diusut tuntas. Perlu dipastikan bahwa kekerasan seperti itu tidak terjadi lagi,&quot; tukasnya.
Ia juga meminta pelaku tindak bullying agar diberikan pembinaan khusus. Sedangkan untuk korban, perlu dimotivasi dan diberi semangat agar tidak mengalami traumatik.
&quot;Kerja sama antara guru, siswa, orangtua, dan masyarakat luas menjadi sangat penting. Semua pihak harus terlibat untuk memastikan bahwa fungsi sekolah adalah sebagai tempat melahirkan pemimpin-pemimpin masyarakat. Sementara itu, perlu diberi jaminan bahwa aksi kekerasan dan bullying tidak akan terjadi lagi pada dirinya dan siswa lain,&quot; tandasnya.
(Baca: Pelaku Bullying Disanksi Pekerja Sosial)
Sekadar diketahui, faktor penyebab empat siswa kelas XII mem-bully juniornya hanya karena persoalan sederhana. Siswa berinisial A itu diantar ke sebuah acara ulang tahun temannya di restoran kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, oleh orangtuanya. Peristiwa itu dilihat oleh para senior mereka yang ikut diundang dalam acara tersebut.
Kejadian ini pun berlanjut pada Kamis 28 April 2016 sore, seusai pulang sekolah. Korban mendapatkan aksi bullying dari empat seniornya. Korban pun dibawa ke luar sekolah dan mendapatkan berbagai intimidasi, seperti dimarahi, dimaki-maki sampai disiram dengan air teh yang berada dalam kemasan botol.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Saleh Partaonan Daulay menyayangkan aksi bullying terjadi di lingkungan sekolah. Aksi bullying dan kekerasan antarpelajar dinilai mencederai dunia pendidikan.
&quot;Sekolah sebagai tempat menimba ilmu dan menempa akhlak, tidak boleh dicemari perbuatan tidak terpuji. Kepala sekolah dan para guru wajib memastikan bahwa sekolah adalah tempat yang dirindukan oleh semua siswa,&quot; kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/5/2016).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun mencontohkan, sekolah yang berada di luar negeri yang dirancang sebagai tempat paling nyaman selain rumah para siswa.
&quot;Kalau di luar negeri, ada istilah 'school is cool', sekolah itu asyik dan menyenangkan. Semua siswa betah dan bahkan mau bertahan lama-lama belajar di sekolah. Itu karena sekolah didesain sebagai tempat paling nyaman selain rumah masing-masing,&quot; lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan, seorang siswa SMAN 3 berinisial A (15) menjadi korban perilaku bullying oleh empat seniornya di kelas XII. Saleh meminta untuk segera diusut tuntas kasus yang mencoreng dunia pendidikan itu.
&quot;Aksi kekerasan dan bullying yang terjadi di SMA 3 Jakarta harus diusut tuntas. Perlu dipastikan bahwa kekerasan seperti itu tidak terjadi lagi,&quot; tukasnya.
Ia juga meminta pelaku tindak bullying agar diberikan pembinaan khusus. Sedangkan untuk korban, perlu dimotivasi dan diberi semangat agar tidak mengalami traumatik.
&quot;Kerja sama antara guru, siswa, orangtua, dan masyarakat luas menjadi sangat penting. Semua pihak harus terlibat untuk memastikan bahwa fungsi sekolah adalah sebagai tempat melahirkan pemimpin-pemimpin masyarakat. Sementara itu, perlu diberi jaminan bahwa aksi kekerasan dan bullying tidak akan terjadi lagi pada dirinya dan siswa lain,&quot; tandasnya.
(Baca: Pelaku Bullying Disanksi Pekerja Sosial)
Sekadar diketahui, faktor penyebab empat siswa kelas XII mem-bully juniornya hanya karena persoalan sederhana. Siswa berinisial A itu diantar ke sebuah acara ulang tahun temannya di restoran kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, oleh orangtuanya. Peristiwa itu dilihat oleh para senior mereka yang ikut diundang dalam acara tersebut.
Kejadian ini pun berlanjut pada Kamis 28 April 2016 sore, seusai pulang sekolah. Korban mendapatkan aksi bullying dari empat seniornya. Korban pun dibawa ke luar sekolah dan mendapatkan berbagai intimidasi, seperti dimarahi, dimaki-maki sampai disiram dengan air teh yang berada dalam kemasan botol.</content:encoded></item></channel></rss>
