<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>24 Peluru Polisi Tak Menembus Tubuh Amokrane</title><description>Amokrane Sabet, bule Prancis yang tewas karena menyerang polisi, ternyata tidak meninggal karena tembakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/04/340/1380195/24-peluru-polisi-tak-menembus-tubuh-amokrane</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/04/340/1380195/24-peluru-polisi-tak-menembus-tubuh-amokrane"/><item><title>24 Peluru Polisi Tak Menembus Tubuh Amokrane</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/04/340/1380195/24-peluru-polisi-tak-menembus-tubuh-amokrane</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/04/340/1380195/24-peluru-polisi-tak-menembus-tubuh-amokrane</guid><pubDate>Rabu 04 Mei 2016 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Raiza Andini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/04/340/1380195/24-peluru-polisi-tak-menembus-tubuh-amokrane-LQmVkPESfH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto:Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/04/340/1380195/24-peluru-polisi-tak-menembus-tubuh-amokrane-LQmVkPESfH.jpg</image><title>Foto:Ist</title></images><description>DENPASAR - Amokrane Sabet, bule Prancis yang tewas karena menyerang polisi, ternyata tidak meninggal karena tembakan.
Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto memaparkan bahwa pria berbadan besar tersebut meregang nyawa dikarenakan luka senjata tajam di bagian leher yang menyebabkan terpotongnya pipa oksigen di dalam tubuh Amokrane Sabet.
&quot;Menurut hasil autopsi RSUP Sanglah, sebab kematian Amokrane adanya luka tusuk di bagian leher, sehingga menyebabkan pipa udara dan menimbulkan masuknya darah ke dalam paru-paru dan menyebabkan ganguan pernapasan,&quot; jelas Sugeng di Mapolda Bali, Denpasar, Rabu (3/6/2016).
Dia menambahkan, tidak ada tembakan yang menembus bagian organ tubuh Amokrane yang menyebabkan dia meninggal. Sebab pada saat itu, petugas melepaskan tembakan dengan menggunakan peluru karet.
&quot;Tidak ada tembakan yang menembus ke dalam organ dalam tubuhnya seperti jantung, hati, limpa dan usus,&quot; ungkapnya.
Menurutnya, kematian Amokrane Sabat bukan karena tembakan peluru tajam, melainkan luka sabetan di bagian leher dengan menggunakan senjata tajam.
&quot;Sebab tidak ada peluru yang menembus ke tubuhnya padahal tembakan itu dilakukan dengan jarak dekat. Kalau jaraknya dekat pasti akan tembus, tapi ini tidak ada yang tembus,&quot; tandasnya.Pada saat diberikan tembakan dengan peluru karet. Tubuh gempal  Amokrane Sabate tidak mempan dan malah menantang petugas untuk menembak.
&quot;Ditembak peluru karet tidak tembus. Enggak mempan dengan tubuh dia.  24 peluru karet itu belum bisa lumpuh. Bisa dibayangkan dia sangat kuat,  kalau orang seperti kita mungkin akan jatuh tapi dia masih bisa  bertahan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>DENPASAR - Amokrane Sabet, bule Prancis yang tewas karena menyerang polisi, ternyata tidak meninggal karena tembakan.
Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto memaparkan bahwa pria berbadan besar tersebut meregang nyawa dikarenakan luka senjata tajam di bagian leher yang menyebabkan terpotongnya pipa oksigen di dalam tubuh Amokrane Sabet.
&quot;Menurut hasil autopsi RSUP Sanglah, sebab kematian Amokrane adanya luka tusuk di bagian leher, sehingga menyebabkan pipa udara dan menimbulkan masuknya darah ke dalam paru-paru dan menyebabkan ganguan pernapasan,&quot; jelas Sugeng di Mapolda Bali, Denpasar, Rabu (3/6/2016).
Dia menambahkan, tidak ada tembakan yang menembus bagian organ tubuh Amokrane yang menyebabkan dia meninggal. Sebab pada saat itu, petugas melepaskan tembakan dengan menggunakan peluru karet.
&quot;Tidak ada tembakan yang menembus ke dalam organ dalam tubuhnya seperti jantung, hati, limpa dan usus,&quot; ungkapnya.
Menurutnya, kematian Amokrane Sabat bukan karena tembakan peluru tajam, melainkan luka sabetan di bagian leher dengan menggunakan senjata tajam.
&quot;Sebab tidak ada peluru yang menembus ke tubuhnya padahal tembakan itu dilakukan dengan jarak dekat. Kalau jaraknya dekat pasti akan tembus, tapi ini tidak ada yang tembus,&quot; tandasnya.Pada saat diberikan tembakan dengan peluru karet. Tubuh gempal  Amokrane Sabate tidak mempan dan malah menantang petugas untuk menembak.
&quot;Ditembak peluru karet tidak tembus. Enggak mempan dengan tubuh dia.  24 peluru karet itu belum bisa lumpuh. Bisa dibayangkan dia sangat kuat,  kalau orang seperti kita mungkin akan jatuh tapi dia masih bisa  bertahan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
