<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantu Temannya Kawin Lari, ABG Dibakar Hidup-Hidup</title><description>Gara-gara membantu sahabatnya kawin lari, gadis ABG 16 tahun dibakar hidup-hidup sebagai pelajaran bagi gadis lainnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/06/18/1381474/bantu-temannya-kawin-lari-abg-dibakar-hidup-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/06/18/1381474/bantu-temannya-kawin-lari-abg-dibakar-hidup-hidup"/><item><title>Bantu Temannya Kawin Lari, ABG Dibakar Hidup-Hidup</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/06/18/1381474/bantu-temannya-kawin-lari-abg-dibakar-hidup-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/06/18/1381474/bantu-temannya-kawin-lari-abg-dibakar-hidup-hidup</guid><pubDate>Jum'at 06 Mei 2016 04:37 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/06/18/1381474/bantu-temannya-kawin-lari-abg-dibakar-hidup-hidup-RqsMn3kVCN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/06/18/1381474/bantu-temannya-kawin-lari-abg-dibakar-hidup-hidup-RqsMn3kVCN.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>MAKOL &amp;ndash; Pengadilan dan hukuman yang cenderung barbar dialami seorang anak baru gede (ABG) di Desa Makol, Distrik Abottabad, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Ambreen Riasat, gadis berusia 16 tahun diarak dan dibakar hidup-hidup hanya karena membantu sahabatnya.
Ambreen, dihukum 15 anggota &amp;ldquo;Jirga&amp;rdquo; atau dewan desa setempat, setelah membantu temannya, Asma dan kekasihnya untuk kawin lari. Di Desa Makol, masih jadi hal yang diharamkan untuk pria dan wanita yang menikah atas nama cinta, melainkan harus melalui perjodohan.
Peristiwa sadis ini terjadi pada Jumat, 29 April 2016 lalu, di mana Ambreen didatangi seorang anggota Dewan Jirga, Sardar Saeed dan meminta ibu Ambreen, Shamim Riasat menyerahkan putrinya itu.
Sang ibu dengan tega menyerahkan putrinya, lantaran Shamim beserta suaminya dan saudara kandung Ambreen, juga merupakan anggota Jirga.Ambreen pun diikat tangannya, diarak dan diseret ke sebuah daerah di  Danga Gali yang berjarak beberapa mil dari Desa Makol, untuk dimasukkan  ke sebuah mobil. Mobil tersebut disiram bensin dan kemudian dibakar  hidup-hidup hingga tewas.
Beberapa lama setelah kejadian, tubuh Ambreen ditemukan  Kepolisian Distrik Abottabad dan 14 anggota Dewan Jirga serta sang  ibu, ikut ditahan dan akan disidangkan di pengadilan anti-teror  Pakistan.

&amp;ldquo;Mereka (Jirga) memutuskan untuk menghentikan pernikahan atas  dasar cinta di area itu,&amp;rdquo; ungkap keterangan Opsir Kepolisian Distrik  Abottabad, Khurram Rashid sebagaimana diwartakan Telegraph, Jumat  (6/5/2016).
&amp;ldquo;Gadis yang membantu (kawin lari) dihukum untuk dijadikan  pelajaran bagi yang lainnya. Ini peristiwa atau kasus pertama yang  terjadi di Makol,&amp;rdquo; tandasnya singkat.</description><content:encoded>MAKOL &amp;ndash; Pengadilan dan hukuman yang cenderung barbar dialami seorang anak baru gede (ABG) di Desa Makol, Distrik Abottabad, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Ambreen Riasat, gadis berusia 16 tahun diarak dan dibakar hidup-hidup hanya karena membantu sahabatnya.
Ambreen, dihukum 15 anggota &amp;ldquo;Jirga&amp;rdquo; atau dewan desa setempat, setelah membantu temannya, Asma dan kekasihnya untuk kawin lari. Di Desa Makol, masih jadi hal yang diharamkan untuk pria dan wanita yang menikah atas nama cinta, melainkan harus melalui perjodohan.
Peristiwa sadis ini terjadi pada Jumat, 29 April 2016 lalu, di mana Ambreen didatangi seorang anggota Dewan Jirga, Sardar Saeed dan meminta ibu Ambreen, Shamim Riasat menyerahkan putrinya itu.
Sang ibu dengan tega menyerahkan putrinya, lantaran Shamim beserta suaminya dan saudara kandung Ambreen, juga merupakan anggota Jirga.Ambreen pun diikat tangannya, diarak dan diseret ke sebuah daerah di  Danga Gali yang berjarak beberapa mil dari Desa Makol, untuk dimasukkan  ke sebuah mobil. Mobil tersebut disiram bensin dan kemudian dibakar  hidup-hidup hingga tewas.
Beberapa lama setelah kejadian, tubuh Ambreen ditemukan  Kepolisian Distrik Abottabad dan 14 anggota Dewan Jirga serta sang  ibu, ikut ditahan dan akan disidangkan di pengadilan anti-teror  Pakistan.

&amp;ldquo;Mereka (Jirga) memutuskan untuk menghentikan pernikahan atas  dasar cinta di area itu,&amp;rdquo; ungkap keterangan Opsir Kepolisian Distrik  Abottabad, Khurram Rashid sebagaimana diwartakan Telegraph, Jumat  (6/5/2016).
&amp;ldquo;Gadis yang membantu (kawin lari) dihukum untuk dijadikan  pelajaran bagi yang lainnya. Ini peristiwa atau kasus pertama yang  terjadi di Makol,&amp;rdquo; tandasnya singkat.</content:encoded></item></channel></rss>
