<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Golkar, Partai Tajir yang Langgengkan Kekuasaan Soeharto </title><description>Soeharto sendiri memang sudah memerintahkan elite   Partai Golkar untuk tidak pusing memikirkan dana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382329/sejarah-golkar-partai-tajir-yang-langgengkan-kekuasaan-soeharto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382329/sejarah-golkar-partai-tajir-yang-langgengkan-kekuasaan-soeharto"/><item><title>Sejarah Golkar, Partai Tajir yang Langgengkan Kekuasaan Soeharto </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382329/sejarah-golkar-partai-tajir-yang-langgengkan-kekuasaan-soeharto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382329/sejarah-golkar-partai-tajir-yang-langgengkan-kekuasaan-soeharto</guid><pubDate>Sabtu 07 Mei 2016 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Regina Fiardini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/07/337/1382329/sejarah-golkar-partai-tajir-yang-langgengkan-kekuasaan-soeharto-LtxCO6CUfm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/07/337/1382329/sejarah-golkar-partai-tajir-yang-langgengkan-kekuasaan-soeharto-LtxCO6CUfm.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Guru Besar Universtitas Pertahanan, Salim   Said, membeberkan sejarah Partai Golkar saat zaman   Orde Baru.   Saat itu, kata dia, Partai Golkar tidak pernah susah, aliran   dana partainya sudah dibanjiri oleh Soeharto yang   menjabat sebagai presiden.
Soeharto sendiri memang sudah memerintahkan elite   Partai Golkar untuk tidak pusing memikirkan dana. Tugas   mereka sederhana, hanya mengamankan dan   mengaminkan tugas Soeharto.
&quot;Yang cari duit Pak Harto, Golkar tidak pernah susah.   Golkar aman sebab tugasnya duduk. Menduduki kursi DPR   dan MPR. Tugasnya mengamankan dan mengaminkan Pak   Harto di Orde Baru,&quot; kata Salim dalam diskusi bertajuk   'Akhirnya Golkar Bisa Gelar Munaslub' di Jakarta Pusat,   Sabtu (7/5/2016).
Ketika itu dana yang didapat berasal dari Yayasan   Soeharto. Namun tiba-tiba saja yayasan tersebut memiliki   kendala, hingga akhirnya Golkar mencari nafkah sendiri   tanpa disertai pengalaman.
&quot;Tiba-tiba yayasan ada kendala. Mereka akhirnya cari duit   sendiri. Enggak punya pengalaman. Mereka enggak pernah   susah. Golkar juga pernah dipakai untuk melegitimasi   kekuatan Pak Harto. Dulu duit disediakan. Setelah Pak   Harto enggak ada, mereka cari duit sendiri jadi Pak Akbar   digulingkan,&quot; beber Salim.Sementara politikus senior Partai Golkar, Akbar Tanjung,   angkat  bicara mengenai hal itu. Ia membantah Golkar tak   bisa mencari dana  sendiri.
Dipimpin Soeharto, kata Akbar,   Golkar tak  kebergantungan dengan Yayasan Soeharto.   &quot;Dulu kami tak bergantung  Yayasan Soeharto. Kami bisa   cari duit saat itu dengan berbagai cara,&quot;  tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Guru Besar Universtitas Pertahanan, Salim   Said, membeberkan sejarah Partai Golkar saat zaman   Orde Baru.   Saat itu, kata dia, Partai Golkar tidak pernah susah, aliran   dana partainya sudah dibanjiri oleh Soeharto yang   menjabat sebagai presiden.
Soeharto sendiri memang sudah memerintahkan elite   Partai Golkar untuk tidak pusing memikirkan dana. Tugas   mereka sederhana, hanya mengamankan dan   mengaminkan tugas Soeharto.
&quot;Yang cari duit Pak Harto, Golkar tidak pernah susah.   Golkar aman sebab tugasnya duduk. Menduduki kursi DPR   dan MPR. Tugasnya mengamankan dan mengaminkan Pak   Harto di Orde Baru,&quot; kata Salim dalam diskusi bertajuk   'Akhirnya Golkar Bisa Gelar Munaslub' di Jakarta Pusat,   Sabtu (7/5/2016).
Ketika itu dana yang didapat berasal dari Yayasan   Soeharto. Namun tiba-tiba saja yayasan tersebut memiliki   kendala, hingga akhirnya Golkar mencari nafkah sendiri   tanpa disertai pengalaman.
&quot;Tiba-tiba yayasan ada kendala. Mereka akhirnya cari duit   sendiri. Enggak punya pengalaman. Mereka enggak pernah   susah. Golkar juga pernah dipakai untuk melegitimasi   kekuatan Pak Harto. Dulu duit disediakan. Setelah Pak   Harto enggak ada, mereka cari duit sendiri jadi Pak Akbar   digulingkan,&quot; beber Salim.Sementara politikus senior Partai Golkar, Akbar Tanjung,   angkat  bicara mengenai hal itu. Ia membantah Golkar tak   bisa mencari dana  sendiri.
Dipimpin Soeharto, kata Akbar,   Golkar tak  kebergantungan dengan Yayasan Soeharto.   &quot;Dulu kami tak bergantung  Yayasan Soeharto. Kami bisa   cari duit saat itu dengan berbagai cara,&quot;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
