<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Yuyun Tak Diselesaikan, Predator Anak akan Semakin Sadis </title><description>Ia menambahkan, persepsi yang menganggap perempuan   sebagai akar permasalahan kejahatan seksual harus   dihilangkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382381/kasus-yuyun-tak-diselesaikan-predator-anak-akan-semakin-sadis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382381/kasus-yuyun-tak-diselesaikan-predator-anak-akan-semakin-sadis"/><item><title>Kasus Yuyun Tak Diselesaikan, Predator Anak akan Semakin Sadis </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382381/kasus-yuyun-tak-diselesaikan-predator-anak-akan-semakin-sadis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382381/kasus-yuyun-tak-diselesaikan-predator-anak-akan-semakin-sadis</guid><pubDate>Sabtu 07 Mei 2016 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/07/337/1382381/kasus-yuyun-tak-diselesaikan-predator-anak-akan-semakin-sadis-pattxkt6wo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/07/337/1382381/kasus-yuyun-tak-diselesaikan-predator-anak-akan-semakin-sadis-pattxkt6wo.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak   (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendesak pemerintah   jangan mengabaikan kasus kekerasan kepada anak. Pasalnya jika kejahatan terhadap anak didiamkan maka   tidak menutup kemungkinan pelaku akan semakin sadis   dalam melakukan aksinya.
Salah satunya kasus yang menimpa Yuyun, siswi SMP di   Desa Padang Ulak Tanding, Kecamatan Rejang Lebong,   Provinsi Bengkulu, yang diperkosa dan dibunuh 14 pemuda.
&quot;Kalau ini tidak diselesaikan akan ada kasus lain yang   semakin kejam,&quot; ujar Arist dalam diskusi Polemik Radio   Sindotrijaya Network bertajuk 'Tragedi Yuyun, Wajah Kita'   di Resto Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu   (7/5/2016).
Ia menambahkan, persepsi yang menganggap perempuan   sebagai akar permasalahan kejahatan seksual harus   dihilangkan. Sebab, kata dia, faktor utama adanya   kejahatan seksual adalah kurangnya pendidikan   keagamaan.
&quot;Perempuan patut digoda itu yang kita hilangkan, itu harus   kita luruskan. Laki-laki juga untuk patut digoda. Ini nilai-nilai   keagaaman di Indonesia sudah kurang,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak   (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendesak pemerintah   jangan mengabaikan kasus kekerasan kepada anak. Pasalnya jika kejahatan terhadap anak didiamkan maka   tidak menutup kemungkinan pelaku akan semakin sadis   dalam melakukan aksinya.
Salah satunya kasus yang menimpa Yuyun, siswi SMP di   Desa Padang Ulak Tanding, Kecamatan Rejang Lebong,   Provinsi Bengkulu, yang diperkosa dan dibunuh 14 pemuda.
&quot;Kalau ini tidak diselesaikan akan ada kasus lain yang   semakin kejam,&quot; ujar Arist dalam diskusi Polemik Radio   Sindotrijaya Network bertajuk 'Tragedi Yuyun, Wajah Kita'   di Resto Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu   (7/5/2016).
Ia menambahkan, persepsi yang menganggap perempuan   sebagai akar permasalahan kejahatan seksual harus   dihilangkan. Sebab, kata dia, faktor utama adanya   kejahatan seksual adalah kurangnya pendidikan   keagamaan.
&quot;Perempuan patut digoda itu yang kita hilangkan, itu harus   kita luruskan. Laki-laki juga untuk patut digoda. Ini nilai-nilai   keagaaman di Indonesia sudah kurang,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
