<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Yuyun, Banyak Anak Kecanduan Pornografi</title><description>Pasalnya, kasus seperti Yuyun terus saja terjadi kapan saja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382446/kasus-yuyun-banyak-anak-kecanduan-pornografi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382446/kasus-yuyun-banyak-anak-kecanduan-pornografi"/><item><title>Kasus Yuyun, Banyak Anak Kecanduan Pornografi</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382446/kasus-yuyun-banyak-anak-kecanduan-pornografi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/07/337/1382446/kasus-yuyun-banyak-anak-kecanduan-pornografi</guid><pubDate>Sabtu 07 Mei 2016 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/07/337/1382446/kasus-yuyun-banyak-anak-kecanduan-pornografi-ePhG2RCtxl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Neowin</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/07/337/1382446/kasus-yuyun-banyak-anak-kecanduan-pornografi-ePhG2RCtxl.jpg</image><title>Foto: Neowin</title></images><description>JAKARTA - Kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun (14) di Bengkulu merupakan salah satu fenomena gunung   es yang terus saja terjadi.   Ahli neuropsikologi saraf, Ihsan Gumilar, mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih belum dapat mengatasi persoalan pornografi secara menyeluruh.
Pasalnya, kasus seperti Yuyun terus saja terjadi.   &quot;Pemerintah belum selesaikan pornografi secara   komprehensif, akibatnya banyak anak yang kecanduan   pornografi,&quot; ujar Ihsan dalam diskusi Polemik Radio   Sindotrijaya Network bertajuk 'Tragedi Yuyun, Wajah Kita'   di Resto Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2016).
Ia menambahkan, anak-anak di bawah umur juga masih   dapat mengakses situs-situs porno walaupun pemerintah   terus melakukan pemblokiran.&quot;Akses mendapatkan pornografi di internet dinilai masih   dapat dengan mudah dijumpai,&quot; katanya.
Karena itu, dalam kasus Yuyun, para pelaku yang   menenggak minuman keras adalah puncak dari hasrat yang   tidak dapat dikontrol oleh otak. Sehingga ke-14 remaja   tersebut nekat memerkosa dan membuangnya ke jurang.&quot;Apalagi jika rangsangan seksual ditekan dengan alkohol,   seseorang akan kehilangan self control,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun (14) di Bengkulu merupakan salah satu fenomena gunung   es yang terus saja terjadi.   Ahli neuropsikologi saraf, Ihsan Gumilar, mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih belum dapat mengatasi persoalan pornografi secara menyeluruh.
Pasalnya, kasus seperti Yuyun terus saja terjadi.   &quot;Pemerintah belum selesaikan pornografi secara   komprehensif, akibatnya banyak anak yang kecanduan   pornografi,&quot; ujar Ihsan dalam diskusi Polemik Radio   Sindotrijaya Network bertajuk 'Tragedi Yuyun, Wajah Kita'   di Resto Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2016).
Ia menambahkan, anak-anak di bawah umur juga masih   dapat mengakses situs-situs porno walaupun pemerintah   terus melakukan pemblokiran.&quot;Akses mendapatkan pornografi di internet dinilai masih   dapat dengan mudah dijumpai,&quot; katanya.
Karena itu, dalam kasus Yuyun, para pelaku yang   menenggak minuman keras adalah puncak dari hasrat yang   tidak dapat dikontrol oleh otak. Sehingga ke-14 remaja   tersebut nekat memerkosa dan membuangnya ke jurang.&quot;Apalagi jika rangsangan seksual ditekan dengan alkohol,   seseorang akan kehilangan self control,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
