<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Willy Hitler, Keponakan Der Fuhrer yang Membelot ke AS</title><description>Ketika Hitler ditentang dan bahkan mendapat &quot;perlawanan&quot; dari kerabatnya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/11/18/1384867/willy-hitler-keponakan-der-fuhrer-yang-membelot-ke-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/11/18/1384867/willy-hitler-keponakan-der-fuhrer-yang-membelot-ke-as"/><item><title>Willy Hitler, Keponakan Der Fuhrer yang Membelot ke AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/11/18/1384867/willy-hitler-keponakan-der-fuhrer-yang-membelot-ke-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/11/18/1384867/willy-hitler-keponakan-der-fuhrer-yang-membelot-ke-as</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2016 06:12 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/10/18/1384867/willy-hitler-keponakan-der-fuhrer-yang-membelot-ke-as-2ke4eGAL1T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">William Patrick Hitler (kanan) yang kemudian mengubah namanya jadi Stuart-Houston, merupakan salah satu keponakan Adolf Hitler yang menentang diktator Nazi dengan bergabung ke AL AS (Foto: J. Mark Powell)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/10/18/1384867/willy-hitler-keponakan-der-fuhrer-yang-membelot-ke-as-2ke4eGAL1T.jpg</image><title>William Patrick Hitler (kanan) yang kemudian mengubah namanya jadi Stuart-Houston, merupakan salah satu keponakan Adolf Hitler yang menentang diktator Nazi dengan bergabung ke AL AS (Foto: J. Mark Powell)</title></images><description>TIDAK semua orang dekat, apalagi yang masih punya hubungan darah dengan Adolf Hitler, satu pikiran terkait ideologi nasionalisme-sosialisme (Nazi) Der F&amp;uuml;hrer. Diktator Nazi itu ternyata punya salah satu kerabat yang justru membelot melawannya.
Adalah William Patrick &amp;ldquo;Willy&amp;rdquo; Hitler yang bahkan, tercatat bergabung ke Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sebagai opsir bagian medis pada 1944, saat Hitler masih berkuasa di Jerman.
Willy terhitung sebagai salah satu keponakan Hitler yang merupakan putra dari adik tiri sang diktator, Alois Hitler Jr. Willy lahir dari pasangan Alois Hitler Jr dengan seorang wanita Irlandia, Bridget Dowling di Liverpool, Inggris pada 12 Maret 1911.
Singkat cerita di masa mudanya, Willy bersama sang pelesiran keliling Eropa. Tapi keduanya tak bisa pulang lantaran sudah lebih dulu pecah Perang Dunia (PD) I. Mereka baru bisa kembali pasca-PD I, tapi kemudian Alois dan Bridget bercerai.Willy dikirim sang ibu ke Jerman untuk bersama sang ayah di usia 18  tahun (1929) dan dari situlah Willy mengenal ideologi Nazi yang  dicetuskan pamannya, Adolf Hitler. Willy sendiri baru bisa bertemu  secara langsung dengan Hitler pada 1930 dan mendapatkan &amp;ldquo;kado&amp;rdquo; berupa  foto bertandatangan Hitler.
Tak lama setelah Hitler menjabat Kanselir Jerman pada 1933, Willy  memanfaatkan posisi sang paman untuk bisa bekerja di sebuah bank di  Berlin. Willy juga sempat pindah tempat kerja ke pabrik otomotif Opel.
Tapi Willy merasa tak puas lantaran dia tak bisa mengirim uang  untuk ibunya di Inggris. Hitler melarangnya mengirim uang ke luar Jerman  untuk siapapun. Willy yang &amp;lsquo;ngambek&amp;rsquo;, ditanggapi emosi oleh Hitler.

Hitler pun sempat menyebut Willy sebagai keponakan yang paling  memuakkan. Sebagaimana artikel di todayifoundout.com, Willy merespons  dengan memeras Hitler, bahwa jika sang paman tak memberinya pekerjaan  lain dengan posisi tinggi, Willy akan membocorkan rahasia bahwa Hitler  merupakan cucu dari seorang Yahudi.Pun begitu, aksi Willy ini justru tak membuahkan hasil. Pada saat   itu, belum ada publik Jerman yang percaya atau &amp;ldquo;berani&amp;rdquo; percaya, bahwa   Hitler masih keturunan seorang pedagang Yahudi, Leopold Frankenberger.
Bukan karena Hitler tidak mau, tapi karena Willy sendiri yang   akhirnya enggan menerima tawaran jabatan tinggi di sebuah pekerjaan dari   Hitler. Pasalnya, Hitler bersedia memberinya pekerjaan dengan jabatan   tinggi, jika Willy mau melepas kewarganegaraan Inggris-nya.
Willy menolak lantaran mencium adanya konspirasi atau jebakan,  atau  karena tidak mau namanya tersangkut beragam kontroversi kemanusiaan   yang dilakukan sang paman.

Jelang pecahnya PD II, tepatnya pada 1938, Willy memilih kembali ke Inggris dan sempat merilis sebuah artikel bertajuk, &amp;ldquo;Why I Hate My Uncle (Mengapa Saya Membenci Paman Saya)&amp;rdquo;.Setahun kemudian, Willy bersama sang ibu melancong lagi ke AS, seraya mempromosikan bukunya berjudul &amp;ldquo;My Uncle Adolf&amp;rdquo;. Tapi mereka lagi-lagi tak bisa kembali sesegera mungkin, karena PD II sudah &amp;lsquo;keburu&amp;rsquo; meletus.
Usai Inggris menyatakan perang terhadap Jerman, Willy sempat  ingin   mengabdi di Angkatan Laut Inggris yang sayangnya, ditolak. Willy  pun   pindah ke AS dan menulis surat kepada Presiden AS ke-32, Franklin D.    Roosevelt (FDR), untuk diizinkan bergabung ke AL AS pada 1942.
&amp;ldquo;Semua kerabat dan teman-teman saya akan segera bertempur demi    kebebasan dan kepatutan di bawah Stars and Stripes (bendera AS). Dengan    hormat, saya mengirim petisi ini kepada Anda agar diizinkan bergabung    dengan mereka dalam perjuangan melawan tirani penindasan,&amp;rdquo; tulis Willy    kepada FDR, seperti dinukil NY Daily News, Agustus 2012 lalu.
Surat itu sempat lebih dulu diperiksa Badan Investigasi AS (FBI),  di   mana Direktur FBI, J. Edgar Hoover menyatakan catatan kriminal Willy    bersih dan bebas dari masalah hukum. FDR pun mengizinkannya masuk AL AS    pada 1944.
Tapi tidak sempat lama berkarier di AL AS sebagai petugas medis,    Willy mengalami cedera yang mengharuskannya mengakhiri karier di    kemiliteran dengan dianugerahi medali Purple Heart.

Pasca-keluar dari AL AS, Willy mengubah namanya menjadi William    Patrick Stuart-Houston dan menikahi kekasihnya, Phyllis Jean-Jacques dan    menetap di Long Island hingga meninggalnya Willy pada 14 Juli 1987.
Tak seperti Hitler yang tidak punya keturunan langsung setelah  bunuh   diri di akhir PD II, Willy punya empat anak, di mana dua di  antaranya   masih hidup hingga saat ini, yakni Alexander Adolf  Stuart-Houston,   Louis Stuart-Houston, Howard Ronald Stuart-Houston  (meninggal 1989) dan   Brian William Stuart-Houston (meninggal 1965).</description><content:encoded>TIDAK semua orang dekat, apalagi yang masih punya hubungan darah dengan Adolf Hitler, satu pikiran terkait ideologi nasionalisme-sosialisme (Nazi) Der F&amp;uuml;hrer. Diktator Nazi itu ternyata punya salah satu kerabat yang justru membelot melawannya.
Adalah William Patrick &amp;ldquo;Willy&amp;rdquo; Hitler yang bahkan, tercatat bergabung ke Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sebagai opsir bagian medis pada 1944, saat Hitler masih berkuasa di Jerman.
Willy terhitung sebagai salah satu keponakan Hitler yang merupakan putra dari adik tiri sang diktator, Alois Hitler Jr. Willy lahir dari pasangan Alois Hitler Jr dengan seorang wanita Irlandia, Bridget Dowling di Liverpool, Inggris pada 12 Maret 1911.
Singkat cerita di masa mudanya, Willy bersama sang pelesiran keliling Eropa. Tapi keduanya tak bisa pulang lantaran sudah lebih dulu pecah Perang Dunia (PD) I. Mereka baru bisa kembali pasca-PD I, tapi kemudian Alois dan Bridget bercerai.Willy dikirim sang ibu ke Jerman untuk bersama sang ayah di usia 18  tahun (1929) dan dari situlah Willy mengenal ideologi Nazi yang  dicetuskan pamannya, Adolf Hitler. Willy sendiri baru bisa bertemu  secara langsung dengan Hitler pada 1930 dan mendapatkan &amp;ldquo;kado&amp;rdquo; berupa  foto bertandatangan Hitler.
Tak lama setelah Hitler menjabat Kanselir Jerman pada 1933, Willy  memanfaatkan posisi sang paman untuk bisa bekerja di sebuah bank di  Berlin. Willy juga sempat pindah tempat kerja ke pabrik otomotif Opel.
Tapi Willy merasa tak puas lantaran dia tak bisa mengirim uang  untuk ibunya di Inggris. Hitler melarangnya mengirim uang ke luar Jerman  untuk siapapun. Willy yang &amp;lsquo;ngambek&amp;rsquo;, ditanggapi emosi oleh Hitler.

Hitler pun sempat menyebut Willy sebagai keponakan yang paling  memuakkan. Sebagaimana artikel di todayifoundout.com, Willy merespons  dengan memeras Hitler, bahwa jika sang paman tak memberinya pekerjaan  lain dengan posisi tinggi, Willy akan membocorkan rahasia bahwa Hitler  merupakan cucu dari seorang Yahudi.Pun begitu, aksi Willy ini justru tak membuahkan hasil. Pada saat   itu, belum ada publik Jerman yang percaya atau &amp;ldquo;berani&amp;rdquo; percaya, bahwa   Hitler masih keturunan seorang pedagang Yahudi, Leopold Frankenberger.
Bukan karena Hitler tidak mau, tapi karena Willy sendiri yang   akhirnya enggan menerima tawaran jabatan tinggi di sebuah pekerjaan dari   Hitler. Pasalnya, Hitler bersedia memberinya pekerjaan dengan jabatan   tinggi, jika Willy mau melepas kewarganegaraan Inggris-nya.
Willy menolak lantaran mencium adanya konspirasi atau jebakan,  atau  karena tidak mau namanya tersangkut beragam kontroversi kemanusiaan   yang dilakukan sang paman.

Jelang pecahnya PD II, tepatnya pada 1938, Willy memilih kembali ke Inggris dan sempat merilis sebuah artikel bertajuk, &amp;ldquo;Why I Hate My Uncle (Mengapa Saya Membenci Paman Saya)&amp;rdquo;.Setahun kemudian, Willy bersama sang ibu melancong lagi ke AS, seraya mempromosikan bukunya berjudul &amp;ldquo;My Uncle Adolf&amp;rdquo;. Tapi mereka lagi-lagi tak bisa kembali sesegera mungkin, karena PD II sudah &amp;lsquo;keburu&amp;rsquo; meletus.
Usai Inggris menyatakan perang terhadap Jerman, Willy sempat  ingin   mengabdi di Angkatan Laut Inggris yang sayangnya, ditolak. Willy  pun   pindah ke AS dan menulis surat kepada Presiden AS ke-32, Franklin D.    Roosevelt (FDR), untuk diizinkan bergabung ke AL AS pada 1942.
&amp;ldquo;Semua kerabat dan teman-teman saya akan segera bertempur demi    kebebasan dan kepatutan di bawah Stars and Stripes (bendera AS). Dengan    hormat, saya mengirim petisi ini kepada Anda agar diizinkan bergabung    dengan mereka dalam perjuangan melawan tirani penindasan,&amp;rdquo; tulis Willy    kepada FDR, seperti dinukil NY Daily News, Agustus 2012 lalu.
Surat itu sempat lebih dulu diperiksa Badan Investigasi AS (FBI),  di   mana Direktur FBI, J. Edgar Hoover menyatakan catatan kriminal Willy    bersih dan bebas dari masalah hukum. FDR pun mengizinkannya masuk AL AS    pada 1944.
Tapi tidak sempat lama berkarier di AL AS sebagai petugas medis,    Willy mengalami cedera yang mengharuskannya mengakhiri karier di    kemiliteran dengan dianugerahi medali Purple Heart.

Pasca-keluar dari AL AS, Willy mengubah namanya menjadi William    Patrick Stuart-Houston dan menikahi kekasihnya, Phyllis Jean-Jacques dan    menetap di Long Island hingga meninggalnya Willy pada 14 Juli 1987.
Tak seperti Hitler yang tidak punya keturunan langsung setelah  bunuh   diri di akhir PD II, Willy punya empat anak, di mana dua di  antaranya   masih hidup hingga saat ini, yakni Alexander Adolf  Stuart-Houston,   Louis Stuart-Houston, Howard Ronald Stuart-Houston  (meninggal 1989) dan   Brian William Stuart-Houston (meninggal 1965).</content:encoded></item></channel></rss>
