<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ortunya Saingan, Putri Trump Malah Bersahabat dengan Chelsea Clinton</title><description>Putri sulung Donald Trump ternyata bersahabat baik dengan putri tunggal pasangan Bill Clinton dan Hillary Clinton.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/13/18/1387434/ortunya-saingan-putri-trump-malah-bersahabat-dengan-chelsea-clinton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/13/18/1387434/ortunya-saingan-putri-trump-malah-bersahabat-dengan-chelsea-clinton"/><item><title>Ortunya Saingan, Putri Trump Malah Bersahabat dengan Chelsea Clinton</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/13/18/1387434/ortunya-saingan-putri-trump-malah-bersahabat-dengan-chelsea-clinton</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/13/18/1387434/ortunya-saingan-putri-trump-malah-bersahabat-dengan-chelsea-clinton</guid><pubDate>Jum'at 13 Mei 2016 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/13/18/1387434/ortunya-saingan-putri-trump-malah-bersahabat-dengan-chelsea-clinton-MHwA0PxKb7.png" expression="full" type="image/jpeg">Ivanka Trump dan Chelsea Clinton. (Foto: Politico)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/13/18/1387434/ortunya-saingan-putri-trump-malah-bersahabat-dengan-chelsea-clinton-MHwA0PxKb7.png</image><title>Ivanka Trump dan Chelsea Clinton. (Foto: Politico)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Mengikuti jejak kedua orangtuanya, Ivanka Marie Trump (34) memilih karier sebagai model, hingga menjadi wanita pebisnis sekaligus penulis.
Lahir sebagai putri tertua pasangan Donald J Trump dan istri pertamanya, Ivana Marie Trump Zelnickova, Ivana tumbuh menjadi perempuan yang cerdas, cantik dan elegan.
Ia bersekolah di Chapin, New York hingga umur 15 tahun. Baru kemudian pindah dan lulus dari Choate Rosemary Hall di Wallingford, Connecticut.

Ivanka sempat menghabiskan waktu selama dua tahun berkuliah di Universitas Georgetown. Akan tetapi, dia akhirnya pindah kampus ke akademi Wharton di Universitas Pennsylvania, yang sama dengan tempat kuliah sang ayah.
Di sinilah, ia menekuni jurusan ekonomi dan lulus dengan predikat cum laude pada 2004. Setelah lulus, perempuan kelahiran 30 Oktober 1981 itu bergabung dengan bisnis keluarganya dan kini menjabat sebagai wakil presiden eksekutif bidang pengembangan dan akuisisi di perusahaan ayahnya, Trump Organization.
Kedudukan yang menjadikannya penanggung jawab atas pelebaran usaha baik dalam skala domestik maupun global. Di luar itu, ia juga mengelola bisnis perhiasan dan aksesorisnya sendiri.Ketika ayahnya memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan mengikuti  seleksi kandidat Partai Republik dalam pemilihan presiden 2016, Ivanka  pun disebut-sebut memainkan peran penting bagi kemenangan ayahnya. Ia  juga sangat mendukung keputusan sang ayah.
&amp;ldquo;Dia adalah orangtua yang hebat bagi saya, sekaligus mentor yang luar  biasa selama saya bekerja bersamanya pada beberapa dekade terakhir,&amp;rdquo;  tutur Ivanka, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (13/5/2016).
Pada suatu kesempatan, Trump bahkan pernah mendeskripsikan putri  sulungnya itu, sebagai sosok perempuan yang cakap dalam hal  berdiplomasi, anggun dan penasihat kepercayaannya.

Terlepas dari segala cercaan dan kontroversi orasi Trump tentang  muslim, imigran dan kegaduhan yang disebabkannya dalam kubu internal GOP  serta saling serang dengan Hillary, Ivanka tetap memandang hormat  kepada ayahnya. Menurutnya, sang ayah adalah orang yang jujur walau  agresif.
&amp;ldquo;Dia pria yang jujur. Bersamanya, apa yang Anda lihat, itulah yang  Anda dapatkan. Meskipun Anda tidak menyukai topiknya. Saya rasa,  orang-orang justru menghormati fakta bahwa dia berwatak cukup keras.  Karakter yang tidak pernah kita saksikan sebelumnya dalam politik AS,&amp;rdquo;  puji perempuan cantik kelahiran Manhattan itu ketika diwawancarai oleh  Majalah Forbes baru-baru ini.Meskipun Ivanka mengabdikan diri untuk kesuksesan ayahnya dalam   pilpres AS 2016, tidak banyak yang tahu bahwa dia juga bersahabat baik   dengan putri tunggal pasangan Bill dan Hillary Clinton, Chelsea Clinton.
Keduanya bertemu di perusahaan penerbitan surat kabar milik suaminya,   Jared Khusner beberapa tahun yang lalu. Sekali mengobrol, keduanya   langsung merasa akrab dan cocok satu sama lain. Mereka tidak hanya   kenal, tetapi sering jalan bareng dan tidak sungkan bertukar celotehan   melalui medsos.
Ketika ditemui pada acara Glamour Women of The Year Awards setahun   lalu, kedua putri kandidat calon presiden AS itu saling rangkul dan   tertawa layaknya sahabat pada umumnya di depan kamera. Jelas tidak ada   kecanggungan di antara mereka, meski saat itu kedua orangtua mereka   sudah mulai bersaing.
Namun begitu, ibu tiga orang anak itu mengakui dirinya tidak pernah   membicarakan urusan politik dengan sahabatnya itu. Selayaknya ibu-ibu   lain, mereka bicara soal anak, perhiasan dan gosip.
&amp;ldquo;Kami berdua adalah anak yang mencintai orangtua kami dan sangat   mendukung mereka. Jadi bagi kami, tidak ada nuansa (politik) seperti   itu. Kami tidak mengarahkan persahabatan (hal-hal tertentu). Kami hanya   melihat ke diri kami masing-masing, kepada individunya. Dan semua itu   terpisah dari politik,&amp;rdquo; tegas Ivanka.
Sebelumnya pada 10 Oktober 2015, Chelsea Clinton pernah berkicau,   &amp;ldquo;Saya menyayangi Ivanka dan saya pikir persahabatan selalu mengalahkan   politik dan itulah yang seharusnya terjadi.&amp;rdquo;</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Mengikuti jejak kedua orangtuanya, Ivanka Marie Trump (34) memilih karier sebagai model, hingga menjadi wanita pebisnis sekaligus penulis.
Lahir sebagai putri tertua pasangan Donald J Trump dan istri pertamanya, Ivana Marie Trump Zelnickova, Ivana tumbuh menjadi perempuan yang cerdas, cantik dan elegan.
Ia bersekolah di Chapin, New York hingga umur 15 tahun. Baru kemudian pindah dan lulus dari Choate Rosemary Hall di Wallingford, Connecticut.

Ivanka sempat menghabiskan waktu selama dua tahun berkuliah di Universitas Georgetown. Akan tetapi, dia akhirnya pindah kampus ke akademi Wharton di Universitas Pennsylvania, yang sama dengan tempat kuliah sang ayah.
Di sinilah, ia menekuni jurusan ekonomi dan lulus dengan predikat cum laude pada 2004. Setelah lulus, perempuan kelahiran 30 Oktober 1981 itu bergabung dengan bisnis keluarganya dan kini menjabat sebagai wakil presiden eksekutif bidang pengembangan dan akuisisi di perusahaan ayahnya, Trump Organization.
Kedudukan yang menjadikannya penanggung jawab atas pelebaran usaha baik dalam skala domestik maupun global. Di luar itu, ia juga mengelola bisnis perhiasan dan aksesorisnya sendiri.Ketika ayahnya memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan mengikuti  seleksi kandidat Partai Republik dalam pemilihan presiden 2016, Ivanka  pun disebut-sebut memainkan peran penting bagi kemenangan ayahnya. Ia  juga sangat mendukung keputusan sang ayah.
&amp;ldquo;Dia adalah orangtua yang hebat bagi saya, sekaligus mentor yang luar  biasa selama saya bekerja bersamanya pada beberapa dekade terakhir,&amp;rdquo;  tutur Ivanka, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (13/5/2016).
Pada suatu kesempatan, Trump bahkan pernah mendeskripsikan putri  sulungnya itu, sebagai sosok perempuan yang cakap dalam hal  berdiplomasi, anggun dan penasihat kepercayaannya.

Terlepas dari segala cercaan dan kontroversi orasi Trump tentang  muslim, imigran dan kegaduhan yang disebabkannya dalam kubu internal GOP  serta saling serang dengan Hillary, Ivanka tetap memandang hormat  kepada ayahnya. Menurutnya, sang ayah adalah orang yang jujur walau  agresif.
&amp;ldquo;Dia pria yang jujur. Bersamanya, apa yang Anda lihat, itulah yang  Anda dapatkan. Meskipun Anda tidak menyukai topiknya. Saya rasa,  orang-orang justru menghormati fakta bahwa dia berwatak cukup keras.  Karakter yang tidak pernah kita saksikan sebelumnya dalam politik AS,&amp;rdquo;  puji perempuan cantik kelahiran Manhattan itu ketika diwawancarai oleh  Majalah Forbes baru-baru ini.Meskipun Ivanka mengabdikan diri untuk kesuksesan ayahnya dalam   pilpres AS 2016, tidak banyak yang tahu bahwa dia juga bersahabat baik   dengan putri tunggal pasangan Bill dan Hillary Clinton, Chelsea Clinton.
Keduanya bertemu di perusahaan penerbitan surat kabar milik suaminya,   Jared Khusner beberapa tahun yang lalu. Sekali mengobrol, keduanya   langsung merasa akrab dan cocok satu sama lain. Mereka tidak hanya   kenal, tetapi sering jalan bareng dan tidak sungkan bertukar celotehan   melalui medsos.
Ketika ditemui pada acara Glamour Women of The Year Awards setahun   lalu, kedua putri kandidat calon presiden AS itu saling rangkul dan   tertawa layaknya sahabat pada umumnya di depan kamera. Jelas tidak ada   kecanggungan di antara mereka, meski saat itu kedua orangtua mereka   sudah mulai bersaing.
Namun begitu, ibu tiga orang anak itu mengakui dirinya tidak pernah   membicarakan urusan politik dengan sahabatnya itu. Selayaknya ibu-ibu   lain, mereka bicara soal anak, perhiasan dan gosip.
&amp;ldquo;Kami berdua adalah anak yang mencintai orangtua kami dan sangat   mendukung mereka. Jadi bagi kami, tidak ada nuansa (politik) seperti   itu. Kami tidak mengarahkan persahabatan (hal-hal tertentu). Kami hanya   melihat ke diri kami masing-masing, kepada individunya. Dan semua itu   terpisah dari politik,&amp;rdquo; tegas Ivanka.
Sebelumnya pada 10 Oktober 2015, Chelsea Clinton pernah berkicau,   &amp;ldquo;Saya menyayangi Ivanka dan saya pikir persahabatan selalu mengalahkan   politik dan itulah yang seharusnya terjadi.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
