<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kawasan Malioboro Ditata, DPRD DIY Minta Gedung Baru</title><description>Penataan Malioboro mengancam akses menuju Gedung DPRD DIY.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/13/510/1387210/kawasan-malioboro-ditata-dprd-diy-minta-gedung-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/13/510/1387210/kawasan-malioboro-ditata-dprd-diy-minta-gedung-baru"/><item><title>Kawasan Malioboro Ditata, DPRD DIY Minta Gedung Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/13/510/1387210/kawasan-malioboro-ditata-dprd-diy-minta-gedung-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/13/510/1387210/kawasan-malioboro-ditata-dprd-diy-minta-gedung-baru</guid><pubDate>Jum'at 13 Mei 2016 08:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/13/510/1387210/kawasan-malioboro-ditata-dprd-diy-minta-gedung-baru-6oUoMMByQz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung DPRD DIY</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/13/510/1387210/kawasan-malioboro-ditata-dprd-diy-minta-gedung-baru-6oUoMMByQz.jpg</image><title>Gedung DPRD DIY</title></images><description>YOGYAKARTA &amp;ndash; Penataan kawasan Malioboro ternyata berdampak pada banyak pihak, salah satunya adalah akses para anggota DPRD DIY untuk melakukan aktifitasnya. Seperti diketahui, Gedung DPRD DIY, berada tepat di tengah kawasan Malioboro.
Untuk itu, muncul wacana agar Gedung DPRD DIY dipindah ke lokasi yang lebih representatif. Sekretaris Komisi A DPRD DIY, Heri Sumardiyanto mengatakan, dalam rapat pembahasan rencana pemindahan kantor DPRD DIY, muncul beberapa usulan dari anggota dewan untuk memindah kantor DPRD.
Menurut Heri, selain alasan rencana penataan Malioboro yang akan mengancam akses jalan, alasannya lainnya yaitu ruangan yang ada di gedung DPRD dianggap sudah tak lagi mampu menampung kegiatan legislatif.
&amp;ldquo;Ruangan fraksi juga antara ruang kerja, ruang rapat, ruang tamu dan ruang aspirasi kan jadi satu ruangan semua, makanya sebagian ada yang meminta pindah,&amp;rdquo; kata dia, seperti dikutip dari Harian Jogja, Jumat (13/5/2016).
Anggota Komisi C DPRD DIY, Sukamto mengatakan, ada opsi untuk membuat akses baru di sisi selatan gedung. Salah satunya membuat terowongan bawah tanah untuk masuk ke kantor DPRD DIY. Selain itu ada pula opsi membuat jalur masuk dari Jalan Mataram melalui lahan milik Dinas Pariwisata DIY.
&amp;ldquo;Tapi kami belum setuju. Menurut saya kantor dewan harus yang representatif, mudah masuk, mudah keluar. Kantor ini dan Gedung Agung saya mohon diamankan dan diberi akses yang mudah, jangan asal bisa masuk saja,&amp;rdquo; ujarnya.
Sukamto pun menyarankan agar kantor DPRD DIY dipindah saja. Dia khawatir bila akhirnya justru terjadi kerepotan membuat jalur masuk dan membuat kawasan Malioboro melenceng dari semangat awalnya. Belum lagi bila upaya membuat akses masuk malah mengganggu aktivitas lain di sekitar Malioboro.
Soal lokasi, Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional ini mengatakan, saat ini pihaknya belum menentukan. Yang jelas mereka tak keberatan bila dicarikan gedung lain sebagai kantor baru DPRD DIY.
&amp;ldquo;Silakan dicarikan ke yang lebih strategis, entah ke barat JEC atau kemana, kami enggak masalah bila dipindah,&amp;rdquo; kata dia.
Sementara, Ketua Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) DPRD DIY, Tavip Agus Rayanto membenarkan adanya wacana seputar pemindahan dan penataan gedung DPRD DIY. Namun, dia menegaskan pembicaraan ini masih dalam tahap yang sangat awal.
Di tahap ini seluruh rencana dikumpulkan terlebih dahulu untuk dibahas lebih lanjut. Bahkan, saat ini belum ada target waktu untuk pembahasan wacana ini lebih lanjut.</description><content:encoded>YOGYAKARTA &amp;ndash; Penataan kawasan Malioboro ternyata berdampak pada banyak pihak, salah satunya adalah akses para anggota DPRD DIY untuk melakukan aktifitasnya. Seperti diketahui, Gedung DPRD DIY, berada tepat di tengah kawasan Malioboro.
Untuk itu, muncul wacana agar Gedung DPRD DIY dipindah ke lokasi yang lebih representatif. Sekretaris Komisi A DPRD DIY, Heri Sumardiyanto mengatakan, dalam rapat pembahasan rencana pemindahan kantor DPRD DIY, muncul beberapa usulan dari anggota dewan untuk memindah kantor DPRD.
Menurut Heri, selain alasan rencana penataan Malioboro yang akan mengancam akses jalan, alasannya lainnya yaitu ruangan yang ada di gedung DPRD dianggap sudah tak lagi mampu menampung kegiatan legislatif.
&amp;ldquo;Ruangan fraksi juga antara ruang kerja, ruang rapat, ruang tamu dan ruang aspirasi kan jadi satu ruangan semua, makanya sebagian ada yang meminta pindah,&amp;rdquo; kata dia, seperti dikutip dari Harian Jogja, Jumat (13/5/2016).
Anggota Komisi C DPRD DIY, Sukamto mengatakan, ada opsi untuk membuat akses baru di sisi selatan gedung. Salah satunya membuat terowongan bawah tanah untuk masuk ke kantor DPRD DIY. Selain itu ada pula opsi membuat jalur masuk dari Jalan Mataram melalui lahan milik Dinas Pariwisata DIY.
&amp;ldquo;Tapi kami belum setuju. Menurut saya kantor dewan harus yang representatif, mudah masuk, mudah keluar. Kantor ini dan Gedung Agung saya mohon diamankan dan diberi akses yang mudah, jangan asal bisa masuk saja,&amp;rdquo; ujarnya.
Sukamto pun menyarankan agar kantor DPRD DIY dipindah saja. Dia khawatir bila akhirnya justru terjadi kerepotan membuat jalur masuk dan membuat kawasan Malioboro melenceng dari semangat awalnya. Belum lagi bila upaya membuat akses masuk malah mengganggu aktivitas lain di sekitar Malioboro.
Soal lokasi, Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional ini mengatakan, saat ini pihaknya belum menentukan. Yang jelas mereka tak keberatan bila dicarikan gedung lain sebagai kantor baru DPRD DIY.
&amp;ldquo;Silakan dicarikan ke yang lebih strategis, entah ke barat JEC atau kemana, kami enggak masalah bila dipindah,&amp;rdquo; kata dia.
Sementara, Ketua Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) DPRD DIY, Tavip Agus Rayanto membenarkan adanya wacana seputar pemindahan dan penataan gedung DPRD DIY. Namun, dia menegaskan pembicaraan ini masih dalam tahap yang sangat awal.
Di tahap ini seluruh rencana dikumpulkan terlebih dahulu untuk dibahas lebih lanjut. Bahkan, saat ini belum ada target waktu untuk pembahasan wacana ini lebih lanjut.</content:encoded></item></channel></rss>
