<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sering Nonton Film Porno, Alasan Empat Remaja Pemerkosa Siswi SD di Klaten</title><description>Selain keempat remaja tersebut, masih ada beberapa remaja yang masih  diperiksa secara intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Klaten</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/13/512/1387848/sering-nonton-film-porno-alasan-empat-remaja-pemerkosa-siswi-sd-di-klaten</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/13/512/1387848/sering-nonton-film-porno-alasan-empat-remaja-pemerkosa-siswi-sd-di-klaten"/><item><title>Sering Nonton Film Porno, Alasan Empat Remaja Pemerkosa Siswi SD di Klaten</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/13/512/1387848/sering-nonton-film-porno-alasan-empat-remaja-pemerkosa-siswi-sd-di-klaten</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/13/512/1387848/sering-nonton-film-porno-alasan-empat-remaja-pemerkosa-siswi-sd-di-klaten</guid><pubDate>Jum'at 13 Mei 2016 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Solopos</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/13/512/1387848/sering-nonton-film-porno-alasan-empat-remaja-pemerkosa-siswi-sd-di-klaten-jNMURLwp9L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/13/512/1387848/sering-nonton-film-porno-alasan-empat-remaja-pemerkosa-siswi-sd-di-klaten-jNMURLwp9L.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>KLATEN &amp;ndash; Empat remaja yang menjadi pelaku pemerkosaan terhadap siswi Sekolah Dasar (SD) di Klaten, Jawa Tengah mengaku, nekat memperkosa korban akibat sering nonton video porno di internet.&amp;nbsp;
Keempat remaja tersebut, yaitu S (17), R (18), M (16) dan Y (18), saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Selain keempat remaja tersebut, masih ada beberapa remaja yang masih diperiksa secara intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Klaten. Hal itu termasuk, memeriksa dua perempuan di bawah umur yang berperan menjemput korban dari rumahnya di Jatinom yang menjadi lokasi pemerkosaan, yakni di rumah nenek korban.
&amp;ldquo;Pada prinsipnya, kami sudah memeriksa beberapa orang. Kami sudah menetapkan empat tersangka saat ini. Kasus Ini masih didalami lebih lanjut. Pengakuan para tersangka, tega memperkosa korban karena sering nonton video porno di internet. Dari sana, muncul dorongan seksual. Para tersangka saat ini ditahan. Lantaran masih didalami, kami belum bisa ngomong soal pasal yang digunakan untuk menjerat mereka,&amp;rdquo; kata Kapolres Klaten, AKBP Faizal, seperti dikutip dari Solopos.com, Jumat (13/5/2016).
Sementara, Ketua RT 019/RW 007 Puluhan, Kecamatan Jatinom, Budi Santosa mengatakan, terungkapnya kasus pemerkosaan yang dilakukan para remaja di daerahnya bermula saat warga bersama aparat kepolisian menggerebek rumah yang ditempati salah satu remaja, pada Rabu 11 Mei 2015, sekira pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan informasi di lapangan, korban yang menjadi korban pemerkosaan tetap menimba ilmu di sebuah SD Negeri di Jatinom. Korban bahkan dikabarkan masih berniat mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SD/MI sederajat pekan depan.</description><content:encoded>KLATEN &amp;ndash; Empat remaja yang menjadi pelaku pemerkosaan terhadap siswi Sekolah Dasar (SD) di Klaten, Jawa Tengah mengaku, nekat memperkosa korban akibat sering nonton video porno di internet.&amp;nbsp;
Keempat remaja tersebut, yaitu S (17), R (18), M (16) dan Y (18), saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Selain keempat remaja tersebut, masih ada beberapa remaja yang masih diperiksa secara intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Klaten. Hal itu termasuk, memeriksa dua perempuan di bawah umur yang berperan menjemput korban dari rumahnya di Jatinom yang menjadi lokasi pemerkosaan, yakni di rumah nenek korban.
&amp;ldquo;Pada prinsipnya, kami sudah memeriksa beberapa orang. Kami sudah menetapkan empat tersangka saat ini. Kasus Ini masih didalami lebih lanjut. Pengakuan para tersangka, tega memperkosa korban karena sering nonton video porno di internet. Dari sana, muncul dorongan seksual. Para tersangka saat ini ditahan. Lantaran masih didalami, kami belum bisa ngomong soal pasal yang digunakan untuk menjerat mereka,&amp;rdquo; kata Kapolres Klaten, AKBP Faizal, seperti dikutip dari Solopos.com, Jumat (13/5/2016).
Sementara, Ketua RT 019/RW 007 Puluhan, Kecamatan Jatinom, Budi Santosa mengatakan, terungkapnya kasus pemerkosaan yang dilakukan para remaja di daerahnya bermula saat warga bersama aparat kepolisian menggerebek rumah yang ditempati salah satu remaja, pada Rabu 11 Mei 2015, sekira pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan informasi di lapangan, korban yang menjadi korban pemerkosaan tetap menimba ilmu di sebuah SD Negeri di Jatinom. Korban bahkan dikabarkan masih berniat mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SD/MI sederajat pekan depan.</content:encoded></item></channel></rss>
