<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Grafiti Trump dan Putin Ciuman Hebohkan Jagat Maya</title><description>Di tengah panasnya ketegangan AS-Rusia, muncul mural atau grafiti yang tergambar di tembok perihal sosok Putin ciuman dengan Trump.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/14/18/1388230/grafiti-trump-dan-putin-ciuman-hebohkan-jagat-maya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/14/18/1388230/grafiti-trump-dan-putin-ciuman-hebohkan-jagat-maya"/><item><title>Grafiti Trump dan Putin Ciuman Hebohkan Jagat Maya</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/14/18/1388230/grafiti-trump-dan-putin-ciuman-hebohkan-jagat-maya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/14/18/1388230/grafiti-trump-dan-putin-ciuman-hebohkan-jagat-maya</guid><pubDate>Sabtu 14 Mei 2016 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/14/18/1388230/grafiti-trump-dan-putin-ciuman-hebohkan-jagat-maya-y9lmLqUwGS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mural Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin tengah berciuman intim dengan Donald John Trump (Foto: Petras Malukas/AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/14/18/1388230/grafiti-trump-dan-putin-ciuman-hebohkan-jagat-maya-y9lmLqUwGS.jpg</image><title>Mural Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin tengah berciuman intim dengan Donald John Trump (Foto: Petras Malukas/AFP)</title></images><description>VILNIUS &amp;ndash; Belakangan hubungan antara dua negara adidaya, Amerika Serikat (AS) dan Rusia kembali memanas. Faktornya, gara-gara Presiden AS, Barack Obama belum lama ini memerintahkan penempatan sistem perisai misil di Rumania.
Jelas hal itu tak bisa diterima Rusia. Bahkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, siap ambil &amp;ldquo;tindakan&amp;rdquo; yang diperlukan, untuk menetralisir ancaman AS yang mulai mendekat ke perbatasannya.
Namun di sisi lain, muncul kehebohan tersendiri di jagat maya, terkait Putin dengan salah satu calon Presiden AS suksesor Obama. Siapa lagi kalau bukan figur kontroversial dari Partai Republik, Donald Trump.
Beberapa pihak, terutama publik di Lithuania &amp;ndash; salah satu sekutu AS di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), justru menyangsikan Negeri Paman Sam akan segera terlibat konflik dengan Rusia apabila Trump naik ke kursi presiden pada pemilihan November mendatang.Pasalnya dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, Trump justru  menyanjung Putin setinggi-tingginya dan malah, berpotensi bisa  menyambungkan tali persahabatan erat antara AS dan Negeri Beruang Merah.
Dari pemikiran itulah, muncul sebuah sensasi di sebuah jalanan  Vilnius, Ibu Kota Lithuania, di mana terdapat gambar grafiti sosok Putin  tengah ciuman dengan mesranya dengan Trump.
Mural yang dibuat seorang pemilik restoran, Dominykas Ceckauskas ini,  seolah menyerupai pose serupa antara pemimpin Uni Soviet, Leonid  Brezhnev yang mencium Presiden Jerman Timur, Erich Honecker pada 1979  lalu yang terdapat di Tembok Berlin.
&amp;ldquo;Sepertinya kita akan mengalami Perang Dingin yang baru dan Amerika  mungkin akan punya presiden yang mencari pertemanan dengan Rusia,&amp;rdquo; sebut  Ceckauskas.
&amp;ldquo;Kami melihat kesamaan antara dua &amp;lsquo;pahlawan&amp;rsquo; (Trump dan Putin).  Mereka berdua punya ego yang besar dan menyenangkan jika melihat mereka  bisa akur,&amp;rdquo; sambungnya, dikutip Art Daily, Sabtu (14/5/2016).
Sementara pengamat politik dari Institut Hubungan Internasional dan  Ilmu politik di Vilnius, Profesor Kestutis Girnius, melihat grafiti  ciuman antara Putin dan Trump itu sebagai deskripsi atas ketakutan  publik Lithuania, atas sikap Trump terhadap Putin dan NATO.
&amp;ldquo;Trump dengan bangga pernah menyatakan bahwa Putin adalah pemimpin  yang tangguh dan NATO adalah (lembaga) using, serta boros,&amp;rdquo; timpal  Girnius.
&amp;ldquo;Grafiti di Vilnius ini mengekspresikan ketakutan beberapa pihak di  Lithuaniua, bahwa Trump sepertinya akan jadi penjilat Putin dan tidak  akan peduli pada kekhawatiran akan keamanan Lithuania,&amp;rdquo; tuntasnya.</description><content:encoded>VILNIUS &amp;ndash; Belakangan hubungan antara dua negara adidaya, Amerika Serikat (AS) dan Rusia kembali memanas. Faktornya, gara-gara Presiden AS, Barack Obama belum lama ini memerintahkan penempatan sistem perisai misil di Rumania.
Jelas hal itu tak bisa diterima Rusia. Bahkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, siap ambil &amp;ldquo;tindakan&amp;rdquo; yang diperlukan, untuk menetralisir ancaman AS yang mulai mendekat ke perbatasannya.
Namun di sisi lain, muncul kehebohan tersendiri di jagat maya, terkait Putin dengan salah satu calon Presiden AS suksesor Obama. Siapa lagi kalau bukan figur kontroversial dari Partai Republik, Donald Trump.
Beberapa pihak, terutama publik di Lithuania &amp;ndash; salah satu sekutu AS di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), justru menyangsikan Negeri Paman Sam akan segera terlibat konflik dengan Rusia apabila Trump naik ke kursi presiden pada pemilihan November mendatang.Pasalnya dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, Trump justru  menyanjung Putin setinggi-tingginya dan malah, berpotensi bisa  menyambungkan tali persahabatan erat antara AS dan Negeri Beruang Merah.
Dari pemikiran itulah, muncul sebuah sensasi di sebuah jalanan  Vilnius, Ibu Kota Lithuania, di mana terdapat gambar grafiti sosok Putin  tengah ciuman dengan mesranya dengan Trump.
Mural yang dibuat seorang pemilik restoran, Dominykas Ceckauskas ini,  seolah menyerupai pose serupa antara pemimpin Uni Soviet, Leonid  Brezhnev yang mencium Presiden Jerman Timur, Erich Honecker pada 1979  lalu yang terdapat di Tembok Berlin.
&amp;ldquo;Sepertinya kita akan mengalami Perang Dingin yang baru dan Amerika  mungkin akan punya presiden yang mencari pertemanan dengan Rusia,&amp;rdquo; sebut  Ceckauskas.
&amp;ldquo;Kami melihat kesamaan antara dua &amp;lsquo;pahlawan&amp;rsquo; (Trump dan Putin).  Mereka berdua punya ego yang besar dan menyenangkan jika melihat mereka  bisa akur,&amp;rdquo; sambungnya, dikutip Art Daily, Sabtu (14/5/2016).
Sementara pengamat politik dari Institut Hubungan Internasional dan  Ilmu politik di Vilnius, Profesor Kestutis Girnius, melihat grafiti  ciuman antara Putin dan Trump itu sebagai deskripsi atas ketakutan  publik Lithuania, atas sikap Trump terhadap Putin dan NATO.
&amp;ldquo;Trump dengan bangga pernah menyatakan bahwa Putin adalah pemimpin  yang tangguh dan NATO adalah (lembaga) using, serta boros,&amp;rdquo; timpal  Girnius.
&amp;ldquo;Grafiti di Vilnius ini mengekspresikan ketakutan beberapa pihak di  Lithuaniua, bahwa Trump sepertinya akan jadi penjilat Putin dan tidak  akan peduli pada kekhawatiran akan keamanan Lithuania,&amp;rdquo; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
