<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Membuang Bayi di Bekasi Junction Kemungkinan Mengidap Baby Blues</title><description>Didiuga kuat bahwa sang ibu yang tega membuang anaknya itu mengalami gejala stres pasca melahirkan atau baby blues.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/15/338/1388688/ibu-membuang-bayi-di-bekasi-junction-kemungkinan-mengidap-baby-blues</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/15/338/1388688/ibu-membuang-bayi-di-bekasi-junction-kemungkinan-mengidap-baby-blues"/><item><title>Ibu Membuang Bayi di Bekasi Junction Kemungkinan Mengidap Baby Blues</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/15/338/1388688/ibu-membuang-bayi-di-bekasi-junction-kemungkinan-mengidap-baby-blues</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/15/338/1388688/ibu-membuang-bayi-di-bekasi-junction-kemungkinan-mengidap-baby-blues</guid><pubDate>Minggu 15 Mei 2016 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/15/338/1388688/ibu-yang-membuang-bayinya-di-bekasi-junction-kemungkinan-mengidap-baby-blues-QdFZFqHHsX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/15/338/1388688/ibu-yang-membuang-bayinya-di-bekasi-junction-kemungkinan-mengidap-baby-blues-QdFZFqHHsX.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Psikolog Anak dan Keluarga dari Universitas Indonesia (UI) Mira Amir sangat prihatin dengan kejadian seorang ibu bernama Fitroha (29) melempar bayinya yang baru berusia satu bulan di Bekasi Junction, kemarin.
Mira menduga kuat bahwa sang ibu yang tega membuang anaknya itu mengalami gejala stres pasca melahirkan, atau dalam bahasa psikologi disebut  postpartum distress syndrome dan umum dikenal dengan sebutan baby blues.
&amp;ldquo;Itu satu hal juga enggak main-main tentang hal tersebut,  karena fenomena ini agak susah disadari oleh para ibu yang melahirkan,&amp;rdquo; kata Mira saat berbincang dengan Okezone, Minggu (15/5/2016).
(Baca Juga: Seorang Ibu Lempar Bayinya dari Atap Mal Bekasi Junction)
Mira menjelaskan lebih lanjut, baby blues bisa sangat menghambat pengasuhan pada anak, dan akibat yang paling fatal adalah  apa yang dialami Fitroha. Karenanya, Mira menyebut ibu yang mengidap baby blues bisa menjadi silent killer bagi bayinya sendiri.
Untuk menghindari hal semacam ini terjadi, pasangan yang hendak memiliki bayi sebaiknya melalukan konseling rutin kepada dokter atau psikolog. Selain itu, perhatian dari orang terdekat menjadi sangat penting, terutama untuk mendeteksi gejala stres agar dapat ditentukan tindakan lanjutan.
&amp;ldquo;Ini suatu hal yang harus dipelajari bersama, terutama pada perempuan-perempuan yang mungkin  baru pertama kali akan melahirkan. Karena  begitu hal ini terjadi, banyak mereka yang mengalami kebingungan. Kaitannya bisa karena hormon perempuan pasca melahirkan,&amp;rdquo; jelas dia.
&amp;ldquo;Baik calon ibu dan calon ayah harus mempelajari hal tersebut, social support amat sangat dibutuhkan terutama untuk menyadari gejala stres yang terjadi,&amp;rdquo; tutup Mira.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Psikolog Anak dan Keluarga dari Universitas Indonesia (UI) Mira Amir sangat prihatin dengan kejadian seorang ibu bernama Fitroha (29) melempar bayinya yang baru berusia satu bulan di Bekasi Junction, kemarin.
Mira menduga kuat bahwa sang ibu yang tega membuang anaknya itu mengalami gejala stres pasca melahirkan, atau dalam bahasa psikologi disebut  postpartum distress syndrome dan umum dikenal dengan sebutan baby blues.
&amp;ldquo;Itu satu hal juga enggak main-main tentang hal tersebut,  karena fenomena ini agak susah disadari oleh para ibu yang melahirkan,&amp;rdquo; kata Mira saat berbincang dengan Okezone, Minggu (15/5/2016).
(Baca Juga: Seorang Ibu Lempar Bayinya dari Atap Mal Bekasi Junction)
Mira menjelaskan lebih lanjut, baby blues bisa sangat menghambat pengasuhan pada anak, dan akibat yang paling fatal adalah  apa yang dialami Fitroha. Karenanya, Mira menyebut ibu yang mengidap baby blues bisa menjadi silent killer bagi bayinya sendiri.
Untuk menghindari hal semacam ini terjadi, pasangan yang hendak memiliki bayi sebaiknya melalukan konseling rutin kepada dokter atau psikolog. Selain itu, perhatian dari orang terdekat menjadi sangat penting, terutama untuk mendeteksi gejala stres agar dapat ditentukan tindakan lanjutan.
&amp;ldquo;Ini suatu hal yang harus dipelajari bersama, terutama pada perempuan-perempuan yang mungkin  baru pertama kali akan melahirkan. Karena  begitu hal ini terjadi, banyak mereka yang mengalami kebingungan. Kaitannya bisa karena hormon perempuan pasca melahirkan,&amp;rdquo; jelas dia.
&amp;ldquo;Baik calon ibu dan calon ayah harus mempelajari hal tersebut, social support amat sangat dibutuhkan terutama untuk menyadari gejala stres yang terjadi,&amp;rdquo; tutup Mira.</content:encoded></item></channel></rss>
