<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin: Rusia Siap Sokong Program Infrastruktur Indonesia</title><description>Putin ingin bantu Indonesia wujudkan program infrastruktur rel kereta, pelabuhan dan kilang minyak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/19/18/1392134/putin-rusia-siap-sokong-program-infrastruktur-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/05/19/18/1392134/putin-rusia-siap-sokong-program-infrastruktur-indonesia"/><item><title>Putin: Rusia Siap Sokong Program Infrastruktur Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/05/19/18/1392134/putin-rusia-siap-sokong-program-infrastruktur-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/05/19/18/1392134/putin-rusia-siap-sokong-program-infrastruktur-indonesia</guid><pubDate>Kamis 19 Mei 2016 04:09 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/19/18/1392134/putin-rusia-siap-sokong-program-infrastruktur-indonesia-x5eXzlYnRc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden RI, Joko Widodo (kiri) &amp; Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin (Foto: Sergei Karpukhin/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/19/18/1392134/putin-rusia-siap-sokong-program-infrastruktur-indonesia-x5eXzlYnRc.jpg</image><title>Presiden RI, Joko Widodo (kiri) &amp; Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin (Foto: Sergei Karpukhin/REUTERS)</title></images><description>SOCHI &amp;ndash; Tidak hanya mengungkit isu-isu keamanan dan kerja sama militer, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengaku bahwa pemerintahannya siap membantu Indonesia mengimplementasikan sejumlah program infrastruktur yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).
Hal ini turut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi di Putin di Resor Laut Hitam, Sochi pada Rabu, 18 Mei 2016 waktu setempat, jelang pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia (19-20 Mei 2016). (Baca: Temui Putin, Jokowi Bahas Terorisme &amp;amp; Transfer Teknologi Militer)
Kepada Putin, Presiden Jokowi mengungkapkan ketertarikannya pada investasi Rusia dalam hal infrastruktur, termasuk konstruksi rel kereta api dan konstruksi pelabuhan, serta infrastruktur kilang minyak di Pulau Kalimantan.
&amp;ldquo;Kami menyetujui untuk meningkatkan kerja sama investasi. Kami tertarik pada investasi Rusia di beberapa area, seperti budaya kelautan, pertanian dan infrastruktur. Kami tertarik pada pembangunan dan kelanjutan proyek konstruksi rel kereta,k konstruksi pelabuhan, serta pengilangan minyak di Kalimantan,&amp;rdquo; papar Jokowi.&amp;ldquo;Kami yakin secara signifikan, bahwa kita bisa meningkatkan dan  memperkuat kerja sama ekonomi kita,&amp;rdquo; imbuhnya, sebagaimana dikutip TASS,  Kamis (19/5/2016).
Menanggapi hal itu, Presiden Putin mengaku siap untuk menyokong  Indonesia mewujudkan program-program infrastruktur di Kalimantan  tersebut.
(Baca Juga: Ungkit Isu Visa, Putin Diundang Jokowi ke Indonesia)
&amp;ldquo;Program infrastruktur berskala besar diimplementasikan di bawah  pemerintahan Presiden Widodo. Rusia siap memberikan bantuan komprehensif  kepada mitra-mitra Indonesia dalam mewujudkan program ini,&amp;rdquo; timpal  Putin.

&amp;ldquo;Perusahaan-perusahaan (negara) kami, Zarubezhneft, Risneft, memiliki  proyek berskala besar yang serius dan spesifik. Itu termasuk konstruksi  kilang minyak modern dengan kemungkinan investasi sebesar USD13  miliar,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>SOCHI &amp;ndash; Tidak hanya mengungkit isu-isu keamanan dan kerja sama militer, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengaku bahwa pemerintahannya siap membantu Indonesia mengimplementasikan sejumlah program infrastruktur yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).
Hal ini turut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi di Putin di Resor Laut Hitam, Sochi pada Rabu, 18 Mei 2016 waktu setempat, jelang pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia (19-20 Mei 2016). (Baca: Temui Putin, Jokowi Bahas Terorisme &amp;amp; Transfer Teknologi Militer)
Kepada Putin, Presiden Jokowi mengungkapkan ketertarikannya pada investasi Rusia dalam hal infrastruktur, termasuk konstruksi rel kereta api dan konstruksi pelabuhan, serta infrastruktur kilang minyak di Pulau Kalimantan.
&amp;ldquo;Kami menyetujui untuk meningkatkan kerja sama investasi. Kami tertarik pada investasi Rusia di beberapa area, seperti budaya kelautan, pertanian dan infrastruktur. Kami tertarik pada pembangunan dan kelanjutan proyek konstruksi rel kereta,k konstruksi pelabuhan, serta pengilangan minyak di Kalimantan,&amp;rdquo; papar Jokowi.&amp;ldquo;Kami yakin secara signifikan, bahwa kita bisa meningkatkan dan  memperkuat kerja sama ekonomi kita,&amp;rdquo; imbuhnya, sebagaimana dikutip TASS,  Kamis (19/5/2016).
Menanggapi hal itu, Presiden Putin mengaku siap untuk menyokong  Indonesia mewujudkan program-program infrastruktur di Kalimantan  tersebut.
(Baca Juga: Ungkit Isu Visa, Putin Diundang Jokowi ke Indonesia)
&amp;ldquo;Program infrastruktur berskala besar diimplementasikan di bawah  pemerintahan Presiden Widodo. Rusia siap memberikan bantuan komprehensif  kepada mitra-mitra Indonesia dalam mewujudkan program ini,&amp;rdquo; timpal  Putin.

&amp;ldquo;Perusahaan-perusahaan (negara) kami, Zarubezhneft, Risneft, memiliki  proyek berskala besar yang serius dan spesifik. Itu termasuk konstruksi  kilang minyak modern dengan kemungkinan investasi sebesar USD13  miliar,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
